Bab 50. Narashima : Jangan Lupakan Mimpimu

1.1K 155 25
                                        

"Apa kau akan tetap seperti ini?" Narashima menatap putrinya yang sedang menulis.

Gerakan tangan Meiyari terhenti sejenak mendengar pertanyaan tersebut, tapi wanita itu melanjutkan tulisannya. Perhatiannya tetap tertuju pada lembaran kertas di depannya, bukan pada ayahnya yang berdiri di seberang meja kerjanya.

Sebelumnya Narashima sudah memberikan kabar kalau akan mengunjungi putrinya. Namun sambutan yang didapatkannya adalah sambutan dingin seperti ini. Walau Meiyari menerima kedatangannya, tetapi putrinya lebih memilih melanjutkan pekerjaan dari pada mengajaknya mengobrol. Tapi... memang seperti inilah putrinya bila sedang marah padanya.

"Mei..., apa ini setimpal?" Narashima kembali bertanya. Sorot matanya tampak sayu. "Jika kau ingin ilmu, Ramma bisa memberikanmu guru. Jika kau ingin kekuasaan, Ramma bisa membantumu menggenggamnya. Bahkan, jika kau ingin bebas, Ramma bisa mengeluarkanmu dari sini."

Gerakan tangan Meiyari kembali terhenti mendengar ujaran ayahnya.

"Apa kau bahagia berada di sangkar emas ini, Nak?"


(25 Januari 2020)
=======================

Note:

Sebagai pembuka, yuk... dengerin lagu taeyeon dulu. Lagunya enak didengerin dan apakah ada kaitannya sama cerita ini? Uhm.... mungkin itu sedikit gambaran dari orang yang meragukan cintanya sendiri.

Satu per satu, kartunya sudah mulai terbuka. Kita jadi tahu, Narashima ternyata membantu Rhei karena Meiyari. Ini sama saja seperti Narashima yang terpaksa membantu Riyushi.  Tiga pihak mulai menjalankan aksinya masing-masing. Mereka yang cuma diam melihat, mereka yang hendak melindungi, dan mereka yang akan bertindak.

Saya harap kalian menikmati cerita ini dan tidak bosan saya minta maaf, karena updatenya yang lama banget. Saya nggak akan memberikan alasan, karena saya anggap kalian memahami alasan saya yang terpaksa hiatus selama berbulan-bulan.

Jangan lupa vote dan komentar ya....


Update (Sabtu, 5 April 2025)

Mulai bulan ini saya akan pindah lapak, begitu juga dengan cerita-cerita saya. Sengaja saya sisakan sebagian cerita untuk menunjukkan kapan cerita saya pertama kali ditulis di sini. Terima kasih~~

The Conquered ThroneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang