Note:
Terima kasih atas kesabaran kawan-kawan sekalian dalam menunggu update cerita ini. Saya minta maaf sebesar-besarnya karena nggak bisa update rutin. Pekerjaan di kantor menumpuk. Mulai pertengahan November kemarin saya harus lembur dan hari sabtu yang biasa saya pakai untuk menulis juga saya gunakan untuk bekerja.
Kali ini saya update dua part. Sebenarnya saya ingin menahan sampai 3 part, tapi saya merasa nggak enak hati nahan update ini lama-lama. Jadi..., silakan dinikmati makanan pembuka babak ke-3 The Conquered Throne :D
---------------------------
Hari pernikahanku tiba.
Sejak sebelum matahari terbit, para pelayan dan dayang sibuk membantuku melakukan ritual sebelum pernikahan. Mulanya mereka membersihkan tubuhku dengan sejenis tumbukan beras dengan tumbuh-tumbuhan. Ketika pertama kali mereka melakukannya pada tubuhku berhari-hari lalu, aku merasa sangat malu dan kikuk.
Harus telanjang di depan orang lain dan membiarkan mereka menyentuhku terasa sangat..... mengganggu. Terutama karena aku terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri. Aku pernah memprotes secara halus dan meminta izin untuk membersihkan diriku sendiri. Namun Nyonya Suani menolak tegas, dengan alasan bahwa aku tidak bisa membersihkan diri dengan baik karena sudah terlalu lelah belajar sepanjang hari.
Setelah berkali-kali melakukan ritual pernikahan, aku merasa ritual pagi ini menjadi tidak terlalu penting. Kulitku sudah semakin licin dan putih, hingga tidak tahu lagi mana yang harus dibersihkan dari kulit sepucat ini. Wajahku pun terasa makin kenyal dan lembut. Seharusnya mereka menyuruhku langsung mandi dari pada berbaring di atas dipan dan merasakan tubuh digosok seperti papan kasar yang hendak dihaluskan.
"Aku ingin mandi sendiri," pintaku sambil mengeratkan kain yang menutupi sebagian tubuhku.
(9 Desember 2018)
Update (Sabtu, 5 April 2025)
Mulai bulan ini saya akan pindah lapak, begitu juga dengan cerita-cerita saya. Sengaja saya sisakan sebagian cerita untuk menunjukkan kapan cerita saya pertama kali ditulis di sini. Terima kasih~~
KAMU SEDANG MEMBACA
The Conquered Throne
FantasíaSeorang Jenderal Kekaisaran menikahi gadis desa yang tinggal di perbatasan. Tidak ada senyum, tidak ada kebahagiaan, dan hanya ada rasa sakit. Mampukah keduanya bertahan dalam pernikahan tersebut? Atau... Bisakah mereka menyelami perasaan masing-mas...
