29. "BERTEPUK SEBELAH TANGAN"
~HAPPY READING EVERYONE!~
Ketika kita tahu orang yang kita harapkan memilih bersama dengan orang lain.
🔥🔥🔥
Mobil Elang berhenti di pelataran rumah Elena, dan saat itu juga sebuah mobil lain terparkir di depan rumah Elena. Elena tahu pemilik mobil itu, sedangkan Elang terlihat mengernyitkan dahinya sebagai tanda bingungnya siapa pemilik mobil itu.
"Punya Aldi!" Elang menoleh mendengar ucapan Elena.
"Jadi keluar sama dia?" Tanya Elang dengan suara tercekat.
Elang tahu dengan siapa dia berpacaran. Elang tahu siapa Elena, Elena bukan cewek manis yang senantiasa berada di dalam rumah setiap harinya.
Elang tahu risiko apa yang harus dia dapatkan ketika menjalin cinta dengan perempuan itu. Selain Elena buka tipe cewek yang mudah diatur. Dia juga tak berhak mengatur Elena sesuai keinginannya. Walapun ada tanda kutip "pacar" pada hubungan mereka.
"Gue capek, mungkin besok." Elang bernafas lega, Elena tersenyum.
"Mau mampir dulu?" Tanya Elena. Elang menggeleng.
"Gue bakalan sakit kalau lo nganggep Aldi lebih dari apa yang lo ucapin tadi."
"I'm promise! Hati-hati, jaga hati gue! I love you!"
Elena mencium pipi Elang sebelum keluar dari dalam mobil. Elang tersenyum, ini bukan kali pertama Elena menciumnya, tapi rasanya masih tetap sama canggung.
Elang menyalakan mesin mobilnya kemudian melajukan mobilnya keluar.
Elena melambaikan tangannya sampai mobil Elang benar-benar sudah tak terlihat atau keluar dari pagar.
Elena memasuki rumahnya, ada Aldi disana dengan mbak Eni duduk di ruang tamu. Ternyata mbak Eni belum pulang.
"Dari mana El?"
"Tadi keluar sama Elang." Jawab Elena.
"Kalian pacaran?"
Elena mengangguk mantap kemudian ikut duduk di dekat Aldi.
"Sorry Di, gue gak bisa bohongin perasaan gue sendiri. Sejak awal rasa cinta gue emang buat Elang walaupun terhalang papanya yang menyebalkan itu." Ucap Elena to the point. Bukannya jujur lebih baik daripada harus memberikan harapan yang lebih lagi. Dan akan membuat banyak pihak yang sakit nantinya.
Aldi mengangguk, jika sudah perasaan harus bagaiamana lagi. Walaupun saat dia mendengar ucapan itu rasa nyeri menyeruak di ulu hatinya. Orang yang dia cintai, dengan gamblang mengatakan bahwa dia cinta dengan orang lain.
Dia berharap lebih pada Elena, hanya gadis itu yang bisa membuatnya jatuh terlalu dalam pada cinta. Tapi pada kenyataannya gadis itu sama sekali tak memihak padanya. Tapi malah memihak Elang, temannya waktu SMP dulu.
Aldi tersenyum getir sebelum benar-benar bisa mengucapkan, "gak papa El, gue tahu perasaan gak bisa dipaksa."
Elena meredup jawaban Aldi di luar ekspektasinya. Aldi terlalu baik dalam hal apapun sampai dia tak tega melihatnya seperti ini. Tapi dia juga tak bisa memberikan perasaan lebihnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELANG & ELENA
Genç Kurgu[COMPLETED] Elang cowok tampan tak tersentuh dia penyendiri. Buku buku tebal selalu menemaninya. Dia sama sekali tidak culun hanya saja dia menjauhi segala jenis manusia urakan. Termasuk Elena cewek cantik tajir primadona di sekolah, tapi sayang di...
