yey dobel apdett baik kan guee??
Sebenarnya gue nggak mau masukin ini, tapi entah kenapa scene ini terus ada di kepala gue dan jengjeng wlwl
Happy reading :)
***
Adipati kira minggu ini adalah kesempatan emas baginya untuk menjenguk Tavisha, sekalian membawakan sekotak large pizza favoritnya untuk menghibur gadis itu.
Sedari pagi cowok itu sudah mandi hingga tubuhnya menguarkan bau sabun yang segar, memakai kemeja--yang mana ia menghabiskan dua jam untuk memilih kemeja itu semalam--dan sengaja tidak memakai gel pada rambutnya seperti biasa.
Karena ia dengar cowok dengan rambut agak berantakan itu disukai cewek-cewek.
Yah, bukan berarti dia melakukan semua itu untuk membuat Tavisha suka padanya. Ia tahu Tavisha bukan cewek yang bisa digoda hanya dengan penampilan luar, hell, kalau seperti itu mungkin ia sudah mendapatkan gadis itu sejak lama, tapi karena semata-mata ia ingin tampil lebih baik di depan gadis itu.
Apakah dia terlalu berlebihan?
Tidak, tidak. Ia berusaha menyakinkan dirinya sendiri. Setelah mematut di cermin untuk terakhir kalinya, ia keluar dengan mengemudikan sedan putihnya seperti biasa, berhenti di Pizza Hut dan memesan take away seporsi pizza dengan ukuran paling besar.
Membayangkan wajah senang Tavisha saja sudah membuat Adipati menarik senyum samar.
Sama seperti saat ketika ia mentraktir gadis itu makan nasi goreng kambing. Rasanya ia sudah kenyang hanya dengan melihat gadis itu makan dengan lahap dan bahagia.
Percayalah, Adipati tidak pernah bertingkah laku semenjijikkan ini. Hidupnya dipenuhi dengan belajar, bersaing secara akademik dan non-akademik pada ajang kompetisi sekolah sampai nasional dan internasional, hingga tanpa sadar ia sudah menjabat sebagai Ketua OSIS.
Entah apa yang sudah membuat dirinya penasaran dengan seorang gadis yang bahkan tidak Adipati tahu namanya. Untunglah salah satu sohibnya kebetulan punya koneksi dengan teman Tavisha, hingga akhirnya mereka berakhir pada makan malam di café.
Salah satu hari paling tak terlupakan bagi Adipati.
Pertama, ia mengira perasaannya hanya penasaran semata, penasaran seperti apa sosok gadis yang sudah membuat dirinya tertarik setengah mati, penasaran bagaimana diri gadis itu dan bagaimana sifatnya. Tapi ternyata semuanya tidak sesimpel itu.
Adipati malah mendapati dirinya jatuh cinta setengah mati kepada Tavisha.
Cinta pertama sekaligus patah hati pertamanya. Miris memang, karena Adipati sudah ditolak mentah-mentah bahkan sebelum dia dapat berjuang sampai titik darah penghabisan. Tapi memang dasarnya dia otak bebal, mau ditolak seperti apapun, dia tetap masih belum menyerah sampai sekarang.
Tapi sekarang mungkin...dia sudah agak berubah. Sekarang, Adipati hanya ingin melihat Tavisha tersenyum seperti biasa.
Memakinya seperti biasa.
Jutek seperti biasa.
Bukannya murung dan depresi seperti itu. Tapi tidak bisa disalahkan, siapa yang masih bisa baik-baik saja setelah mengalami kejadian seburuk itu? Boro-boro Tavisha, bahkan Adipati saja tidak bisa melupakan bagaimana mengerikannya malam itu.
Bagaimana mengerikan perasaan gelap yang menyebar dalam dirinya begitu mendapati seseorang menyakiti Tavisha sampai separah itu.
Rasanya ia bisa membunuh psikopat itu detik itu juga, kalau bukan karena kondisi Tavisha yang harus dia khawatirkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Look At Me ✔
Jugendliteratur[Completed] [16+] Lebih dari setengah eksistensi hidupnya dihabiskan seorang Tavisha Kaelyn untuk mencintai Adhitama Dirgantara, duda yang lebih tua tiga belas tahun darinya. Hingga akhirnya Tavisha merasa bahwa cintanya sudah berbalas, ternyata sos...
