Happy reading....
***
Hari ini hari Minggu, hari dimana pasangan baru seperti aku dan Tama seharusnya menghabiskan waktu bersama, entah jalan-jalan ke sembarang tempat, makan siang romantis ataupun hanya menonton DVD berdua di rumah. Tapi nyatanya semuanya hanyalah angan belaka, ketika pagi-pagi sekali Tama mendapat telepon penting dari restorannya.
"Maaf ya Vi, kerjaan kali ini penting. Trus nanti siang juga aku bakal ada lunch sama salah satu mantan partner kerja aku dulu. Nanti lain kali kita pergi kemanapun yang kamu mau oke?" janji Tama sebelum dirinya mengecup pipiku sekilas dan menghilang dengan buru-buru.
Dan disinilah aku sekarang, merenung sendirian di sofa ruang tamu sambil mengganti-ganti channel yang tidak menarik perhatianku sama sekali.
Bosan setengah mati.
Senin sampai sabtu sudah kuhabiskan dengan belajar mati-matian di sekolah agar mendapat nilai yang bagus untuk Tryout UN mendatang. Iya, aku sudah mulai tobat, tidak lagi bermalas-malasan, embel-embel murid kelas 3 SMA mulai menghantuiku, membuatku perlahan sadar betapa pentingnya belajar. Lagipula aku tidak mau memperlihatkan nilaiku yang jelek pada Tama.
Inilah salah satu dampak buruk menjadi pacar Tama. Lama kelamaan aku jadi rajin belajar.
Kukira Minggu satu-satunya hari dimana aku bisa bermanja ria bersama Tama sepuas hatiku. Tapi lagi-lagi harapanku harus pupus. Tama memang akhir-akhir ini banyak kerjaan, restorannya semakin ramai pengunjung, dan dia juga sempat memberitahuku kalau dia ingin membuka cabang di daerah lain.
Itu hal yang bagus sekaligus buruk. Bagus karena usaha Tama semakin maju, buruk karena dia semakin sedikit menghabiskan waktu denganku.
Aku meraih gadget baruku dengan malas dan membuka aplikasi group chat di Line yang baru-baru ini kubuat.
Tiga Pendekar Cina (3)
Tavisha: gengs, gue bosen bet. Alig keknya gue udah berjamur di rumah
Tidak sampai setengah menit, balasan datang.
Adipati: lho, lo sendiri? Pak Tama mana?
Yap. aku baru mengetahui akhir-akhir ini, bahwa yang membuat Tama merasa semakin tua adalah tak lain dan tak bukan karena Adipati yang selalu memanggilnya dengan embel-embel 'Pak'. Aku sendiri ngakak guling-guling ketika mendengarnya.
Group chat ini kubuat untuk kepentingan chatting, repot kalau aku meng-chat Mega dan Adipati satu per satu, karena Adipati sudah termasuk ke dalam geng aku dan Mega.
Adipati: tapi nama grup kita itu lho TT
Tavisha: kenapa? kan keren
Mega: gue bukan orang cina, dan lo juga bukan.
Tavisha: MEGAA!!!
Mega: ...
Adipati changed the group's name to "Three Musketeers".
Tavisha : norak
Mega: norak (2)
Adipati : @Mega sejak kapan lo mulai jahat sama gue Meg?
Tavisha: HUAHAHAHA bagus lanjutkan Meg!
Tavisha: tapi serius gue bosen, jalan-jalan kuy
Mega: mager...
Tavisha: halah, bilang aja lo mau marathon drama!
Adipati: mau kemana vi?
KAMU SEDANG MEMBACA
Look At Me ✔
Teen Fiction[Completed] [16+] Lebih dari setengah eksistensi hidupnya dihabiskan seorang Tavisha Kaelyn untuk mencintai Adhitama Dirgantara, duda yang lebih tua tiga belas tahun darinya. Hingga akhirnya Tavisha merasa bahwa cintanya sudah berbalas, ternyata sos...
