(Seven) Dia datang?

3.5K 396 22
                                        

Selamat hari sumpah pemuda🇮🇩
Happy menetas day
Yuta❤
Winwin❤(today)

*
*
*

Jaehyun keluar dari kamar mendengar suara mobil yang berhenti. Pasti kedua adiknya sudah datang. Dan tepat sekali tebakan Jaehyun. Jeno dan Jaemin keluar dari mobil.

"Lama sekali" gerutu Jaehyun.

"Jaemin berkencan, hyung" canda Jeno.

Jaemin dan Jaehyun sontak membulatkan mata.

"Ya! Apa katamu?" Protes Jaemin.

"Dengan siapa? Jeno, berbagilah cerita denganku!"

"Hyung!"

"Dengan, em.. Gadis dari jepang. Siapa tadi?"

"Hina?"

"Iya, hyung"

Jaehyun dan Jeno tertawa berhasil menjahili si bungsu.

"Hahaha. Berkencan dimana? Di sekolah?" Lanjut Jaehyun yang masih ingin menjahili adiknya.

"Tidak, di gedung speed skating. Hahaha" jawab Jeno.

Jaehyun menghentikan tawanya. Speed skating? Jaehyun menatap penuh selidik Jaemin yang kini memanyunkan bibirnya karena jengkel dengan kelakuan kedua saudaranya.

"Jaemin, kau tidak bermain kan?" Tanya Jaehyun.

"Tidak. Aku bukan anak bodoh yang membahayakan diri sendiri" balas Jaemin.

Mata Jaehyun mengikuti langkah Jaemin. Jeno paham. Pasti kakaknya khawatir akan keadaan si adik. Ia menepuk pundak Jaehyun pelan.

"Jaemin menceritakan kecelakaan itu padaku, hyung" kata Jeno.

"Dia menceritakannya padamu? Semuanya? Sungguh?"

Jeno sedikit risih dicerca beberapa pertanyaan oleh Jaehyun. Apakah ia tak berhak mendengar kisah saudaranya hingga harus diintrogasi seperti ini?

"Hanya mengatakan kakinya terluka parah" jawab Jeno.

***

Irene menidurkan kepalanya di atas lipatan tangan. Ini sudah cukup larut tapi ia enggan untuk merebahkan tubuhnya. Ia merindukan seseorang. Walaupun ia tak begitu yakin orang yang dirindukan akan kembali.

Kembali menjadi miliknya.

Kembali seperti dulu.

Kembali menjadi lelaki yang baik dan penuh perhatian.

Irene tak yakin untuk bisa menjamin itu. Justru Irene takut jika laki-laki itu akan kembali disini.

Drrrt

Ponsel Irene bergetar. Terdapat notifikasi dari e-mail. Irene mengrenyitkan dahi, penasaran. Pasalnya ia jarang berkirim pesan melalui layanan tersebut.

Aku akan segera kembali. Pastikan kau baik-baik saja.
Dan tutup mulutmu.

Aku mencintaimu

Irene terbelak. Tak percaya.

"Bagaimana mungkin?" Gumamnya.

Irene menggelengkan kepalanya. Berusaha mengusir pikiran-pikiran negatif yang kini hadir begitu saja. Ingin rasanya Irene membalas pesan itu dan mengatakan bahwa ia juga mencintai laki-laki itu. Tapi ia takut.

"Tidak. Kau tidak boleh kembali"

***

Esoknya, Jeno memilih berangkat lebih dulu dari Jaemin. Dan beruntung dia bertemu dengan Lami yang juga baru datang. Jeno memberanikan diri berjalan di samping Lami.

Crash | Book I (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang