(Fourteen) Karena ku

4.1K 344 29
                                        

Jaemin merasa bosan berada di kamar dan hanya berbaring memainkan ponsel dan menonton televisi. Ia sudah tidak merasa sakit meskipun ayah dan ibunya meminta dia untuk tidak sekolah hari ini. Kalau pun ia ke sekolah pasti akan melihat Jeno dan Lami yang sedang mesra-mesranya. Tapi jika ia keluar dari kamar pasti akan bertemu kakek neneknya.

Jaem, Jeno lengket sekali dengan Lami

Itulah pesa singkat yang Jaemin terima dari Haechan. Jaemin berdecak kesal membaca pesan itu. Mungkin ia sedang cemburu.

"Jaem?"

"Eh hyung? Tidak kuliah?" Tanya Jaemin saat Jaehyun masuk ke kamarnya dan ikut berbaring di samping Jaemin yang masih sibuk dengan ponselnya.

"Meninggalkanmu sendiri sedangkan di rumah ada monster. Tidak akan" kata Jaehyun.

Melihat Jaemin yang tak merespon, Jaehyun usil dengan mengambil ponsel Jaemin.

"Hyung!"

"Jangan bermain ponsel! Kau ini sedang sakit. Tidur sana"

"Aku sudah sembuh, kembalikan!"

"Eh tunggu" Jaehyun mengingat sesuatu. "Jeno berkencan dengan Lami, bagaimana bisa?"

Jaemin yang tadinya duduk bersandar kini memilih tidur membelakangi Jaehyun.

"Aku mengantuk. Jaehyun hyung keluar sana" kata Jaemin.

"Jawab dulu" pinta Jaehyun menarik tubuh Jaemin.

"Hyung, hentikan"

"Jawab dulu pertanyaanku. Kau sudah sembuhkan? Tidur nanti saja"

Jaemin menghela nafas kasar. Tidak penting juga membicarakan ini dengan Jaehyun. Tapi jika tidak dijawab, kakaknya itu pasti akan terus mengganggu.

"Jeno menyukai Lami sejak pertama kali bertemu. Ia tidak peduli sekalipun Lami dianggap gadis angkuh di sekolah. Dan tak ada yang tau jika Jeno adalah saudaraku kecuali Haechan dan Renjun. Itulah kenapa Lami mau mengenal dan... Berkencan dengan Jeno" jelas Jaemin.

"Kenapa kau sembunyikan kenyataannya kalau Jeno adalah saudaramu?"

"Aku tak mau Jeno diacuhkan oleh semua orang seperti mereka mengacuhkanku. Dan aku cukup senang melihat Jeno bersama Lami. Kau tau hyung, kemarin aku melihat Lami tersenyum saat bersama Jeno"

"Tidak, kau tidak senang. Aku tau"

"Lalu aku bisa apa?"

Jaehyun membuang pandangannya ke arah lain. Ia tidak ingin melihat raut putus asa dari Jaemin.

***

Haechan dan Renjun memperhatikan Jeno dan Lami yang sedang makan siang bersama. Tak sedikit pula siswa yang mencibir keduanya. Tapi masa bodoh dengan cibiran mereka. Jeno tak peduli akan hal itu.

"Sungguh aku ingin mengatakan pada Jeno tentang Jaemin" gerutu Renjun.

"Untuk apa? Jaemin sepertinya sudah bulat keputusannya untuk menyerah" balas Haechan sambil menyantap makan siangnya.

"Haechan, kau ini kenapa jadi seperti ini?"

"Justru aku seperti ini karena mendukung Jaemin. Lebih baik Jaemin menjauh dari Lami bukan? Daripada dia terus tersiksa dengan sikap kasar Lami. Ayolah, berpikirlah realistis"

Renjun berpikir sejenak. Mungkin benar kata Haechan. Sudah saatnya Jaemin pergi dari kehidupan Lami. Meskipun sebelumnya Haechan dan Renjun selalu mendukung perasaan Jaemin pada Lami tapi mereka juga tak suka melihat Lami yang selalu kasar pada Jaemin.

Crash | Book I (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang