Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lekas sembuh donghyuck-ah💕
***
Jaemin diam menatap langit yang sudah gelap. Jalanan juga ramai orang berlalu lalang karena ini jam pulang kerja. Ia merapatkan jaket yang ia kenakan. Jaehyun melihat adiknya kedinginan menaikkan suhu ac mobilnya.
"Jaem?"
"Hm?"
"Pulang ke apartment ku saja"
"Setidaknya aku harus memberi salam pada kakek dan nenek"
Jaehyun menghela nafas. Sejujurnya ia sendiri tidak ingin pulang. Jaehyun menyayangi kakek dan neneknya. Tapi perlakuan mereka pada adik kesayangannya membuat ia muak dan ingin marah.
"Kenapa kau tidak pulang dengan Jeno tadi?" Tanya Jaehyun.
Sebenarnya ia tak berniat menanyakan hal itu. Tapi Jaehyun tidak ingin Jaemin kehilangan kesadaran. Karena sejak tadi Jaehyun memperhatikan wajah pucat Jaemin dan matanya seakan ingin terpejam.
"Dia berkencan" jawab Jaemin.
"Apa?! Kencan?"
Jaehyun terkejut bukan main mendengar jawaban Jaemin. Adik tirinya sudah berani berkencan. Sedangkan Jaemin menekan perutnya yang terasa bergejolak. Ada yang mendorong keluar hingga pangkal lidahnya terasa panas dan pahit.
"Dengan siapa?" Tanya Jaehyun lagi penasaran.
"La- hmmph"
Belum sempat melanjutkkan kalimatnya Jaemin menutup mulutnya. Jaehyun sontak menepikan mobil dan saat itu juga Jaemin membuka pintu dan memuntahkan isi perutnya di pinggir jalan.
"Hoek... Uhuk"
Jaehyun memijat tengkuk Jaemin pelan. Tak ada yang Jaemin muntahkan selain cairan bening. Jelas saja karena dia belum makan apapun sejak pagi.
"Sudah?" Tanya Jaehyun yang dibalas anggukan oleh Jaemin.
Jaehyun menuntun Jaemin kembali ke mobil. Jaemin tidak begitu lemas, hanya perutnya yang perih dan sekarang mulutnya terasa pahit. Jaehyun melajukan mobilnya sedikit lebih cepat agar adiknya bisa segera istirahat.
Sesampainya di rumah, Chilhyun, Sunghee, dan Jeno lega melihat Jaemin masuk bersama Jaehyun. Namun tidak dengan kakek dan nenek yang terlihat acuh. Dengan perasaan gugup Jaemin mendekat pada kakek dan nenek untuk memberi salam. Ia harap ini segera berlalu dan dia bisa istirahat.
"Nenek" lirih Jaemin sembari menunduk memberi salam, namun tak sedikitpun nenek mau melirik Jaemin.
Jaemin menghela nafas. Ia tau akan seperti ini. Kemudia ia beralih pada kakek. Jaemin menunjukkan senyum tulusnya.
"Kek, aku senang kakek sudah lebih baik" kata Jaemin. Kakek bergeming menatap tajam Jaemin.
"Bisakah kau berhenti menyusahkan keluargamu?" tanya kakek sinis. "Kau ini bukan anak kecil lagi, berhenti bersikap manja!" sentak kakek.