Jaehyun tidak bisa fokus pada kuliahnya hari ini. Fokusnya terbagi pada Jaemin, Jeno, dan teror yang begitu banyak mencuri fokusnya. Doyoung sebagai teman satu kelas yang paling menyadari sikap Jaehyun selama kelas berlangsung. Ia berusaha mendekati Jaehyun dan mungkin bisa membantunya.
"minum dulu" tawar Doyoung sembari menyodorkan minuman kaleng dingin pada Jaehyun.
"terima kasih, hyung" ucap Jaehyun menerima minuman kaleng itu.
"masalahmu masih berlanjut?" tanya Doyoung.
Jaehyun hanya tersenyum hambar sambil menatap Doyoung untuk menanggapi pertanyaan itu.
"kau sangat tidak fokus dengan kuliahmu"
"kau benar, hyung"
"ada apa?"
"adikku, Jaemin... dia baru saja mengalami kecelakaan di sekolahnya. Ia jatuh dari tangga saat seorang mencuri yang entah sengaja atau tidak menabraknya di tangga"
"lalu?"
"adikku, Jeno dia bersikap aneh. Dia menjadi pemarah. Dia meninggalkan rumah dan memilih tinggal dengan ayah kandungnya. Tidak masalah memang jika dia memilih tinggal dengan ayahnya, tapi perubahan sikapnya sangat aneh"
Doyoung berusaha mencerna cerita Jaehyun. Sesekali ia menganggukkan kepalanya tanpa sadar.
"hyung, apa aku bisa mempercayaimu?"
Doyoung merasakan pertanyaan Jaehyun sangat mendalam. Ia lantas tersenyum menanggapi.
"aku tidak memintamu percaya padaku, Jaehyun. Tapi terima kasih sudah mempercayaiku" Ujar Doyoung tulus membuat Jaehyun merasa sedikit lega.
"hyung, sebenarnya aku mendapatkan teror selama beberapa bulan ini"
"apa?! maksudmu?"
"awalnya aku mengira itu hanya orang iseng atau salah sambung. Tapi beberapa waktu lalu dia menelponku, dia menyebut namaku. Aku takut jika apa yang menimpa adik adikku berhubungan dengan teror ini"
Doyoung tak bisa berkata lagi. Ia terkejut mendengar cerita Jaehyun. Baiklah, Doyoung memang sering memdengar alur seperti ini, tapi dari seseorang yang tidak dikenalnya. Namun kali ini ia mendengar langsung dari seseorang yang ia kenal, temannya sendiri.
"siapa yang tau tentang ini selain aku?" tanya Doyoung sedikit berbisik.
"hanya kau" balas Jaehyun singkat.
"benarkah?"
"iya, hyung"
"sunbae cantik yang biasa bersamamu, dia juga tidak tau?"
"aku belum pernah menceritakan ini pada siapapun termasuk keluargaku"
"heol, daebak... sungguh ini bukan sesuatu yang bisa kau sepelekan, Jaehyun. Kenapa tidak melapor pada polisi?"
"aku sedang memikirkan untuk melakukannya, hyung. Tapi aku berpikir ini juga akan rumit dan berdampak pada keluargaku"
"iya kau benar, ini memang akan memakan waktu lama dan rumit. Tapi... apa sebelumnya kau pernah bermasalah dengan seseorang?"
Jaehyun nampak berpikir. Mengingat apa dia pernah bermasalah atau tidak. Tapi seingatnya dia tidak pernah bermasalah, entah itu bertengkar atau sebagainya. Jaehyun tidak pernah mengalami hal itu sebelumnya.
Jaehyun menghela nafas berat lalu menggeleng menanggapi pertanyaan Doyoung tadi.
"mungkin rivalmu? kau bersaing atau bagaimana?" tanya Doyoung lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crash | Book I (END)
FanfictionPersaudaraan yang penuh rintangan, apakah mampu Jaemin dan Jeno melaluinya? Bahaya apa yang melanda Jaehyun? apakah sad ending atau happy ending?
