Jaehyun tak hanya berdua dengan Jeno. Ada Doyoung juga yang kebetulan sedang tidak ada kegiatan dan memilih ikut dengan Jaehyun sekaligus bertemu dengam adik adik Jaehyun. Tapi sayang hanya Jeno yang datang, tidak dengan Jaemin.
"mau pesan apa?" tanya Jaehyun pada Jeno.
"terserah hyung saja" jawab Jeno.
Mereka bertiga berbincang sambil menunggu makanan datang. Kimbab yang dipesan Jaehyun akhirnya datang. Merasa sudah lapar mereka menyantap kimbab dan beberapa makanan pelengkap lainnya. Jeno merasa ada rasa yang aneh dari makanannya.
"kenapa?" tanya Doyoung yang lebih dulu menyadari.
"tidak enak?" sambung Jaehyun.
"enak hyung. Rasanya sedikit asing" jawab Jeno lalu melanjutkan makannya.
Jaehyun beranjak ke toilet. Saat itu ponselnya yang ia tinggal di meja berdering. Jeno dan Doyoung mengalihkan perhatian mereka pada ponsel Jaehyun
"angkat saja, siapa tau penting" usul Doyoung, Jeno mengangguk menyetujui.
"yeoboseyo?" sapa Jeno.
"kejutan! Lihat bagaimana aku mengirimkan kado untukmu"
Jeno mengrenyit mendengar suara laki-laki yang menelpon kakaknya.
"Anda siapa?" tanya Jeno.
Jaehyun yang baru datang melihat Jeno mengenggam ponselnya.
"kenapa, Jeno? siapa yang menelpon?" tanya Jaehyun, ia mengambil ponselnya dari tangan Jeno setelah melihat ekspresi Jeno seperti takut dan kebingungan. "yeoboseyo?"
"wah... tadi bukan Jaehyun ya? sayang sekali. Tapi tetap aku mengirimkan hadiah untukmu hahaha"
tut... tut...
"ya! siapa kau?! ish... sial" umpat Jaehyun.
"teror lagi?" tanya Doyoung pada Jaehyun yang otomatis terdengar oleh Jeno.
"teror? teror apa hyung?"
Doyoung meruntuki dirinya yang salah bicara. Jaehyun belum menjawab pertanyaan Jeno. Ponselnya kembali berdering.
coba keluar dari restoran, mungkin kita bisa bertemu
"sial"
Jaehyun berlari keluar diikuti oleh Jeno dan Doyoung. Tak ada seseorang yang mencurigakan di sana. Hanya orang berlalu lalang yang terlihat. Jaehyun mengerang kesal. Kesabarannya sungguh sedang diuji oleh teror itu.
Doyoung yang tadinya tak sengaja mendongak melihat seseorang di balkon restoran dengan hoodie maroon masker dan topi sudah siap melepaskan genggamannya pada vas bunga yang dibawanya. Dan targetnya tentu saja Jaehyun yang sekarang sedang berdiri berdampingan dengan Jeno.
"Jaehyun, Jeno, awas di atas!" seru Doyoung.
prak/bruk
Jaehyun dan Jeno terjatuh dengan posisi tidur saat menghindari vas itu. Sedangkan Doyoung sontak berlari memasuki restoran untuk mengejar pelaku. Jaehyun membuka matanya, tubuhnya baik baik saja. Ia menoleh pada Jeno yang juga masih dalam posisinya. Wajah Jeno nampak pucat dan pipinya memerah, ia juga berkeringat.
"Jeno, kau baik-baik saja kan?" tanya Jaehyun kini membantu Jeno bangun. "jangan takut" kata Jaehyun karena ia berpikir Jeno takut.
Jeno meremas seragamnya di bagian dada, mulutnya terbuka seakan berusaha meraup oksigen yang mulai mejauhinya.
"se..sesak hyung"
"astaga! kau kenapa?"
Jaehyun panik melihat Jeno kesulitan bernafas. Doyoung kembali keluar dengan tangan kosong. Ia tidak berhasil menemukan si pelaku dan justru melihat temannya sedang panik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crash | Book I (END)
Fiksi PenggemarPersaudaraan yang penuh rintangan, apakah mampu Jaemin dan Jeno melaluinya? Bahaya apa yang melanda Jaehyun? apakah sad ending atau happy ending?
