mohon maaf lahir batin

3.7K 353 78
                                        

"Keluarga Jaemin"

Suara suster yang memanggil mengalihkan perhatian Jaehyun, Jeno dan guru yang datang. Mereka harap-harap cemas melihat ekspresi dokter yang baru saja keluar sedikit muram.

"Saya ingin bicara dengan orangtuanya" kata dokter.

"Tapi, orangtua saya belum datang. Mereka akan secepatnya datang. Saya kakaknya, saya yang bertanggung jawab hingga orangtua saya datang. Katakan saja, dok" pinta Jaehyun.

"Operasi"

*
*
*

Lami melewati sebuah gang yang cukup sepi. Hanya ada beberapa orang berlalu lalang. Dulu saat ia baru indah ke tempat yang berbeda dengan keadaan yang sebelumnya, Lami tak pernah mempermasalahkan itu. Gadis kecil itu selalu berangkat dan pulang sekolah dengan riang. Hingga satu per satu orang yang berarti baginya menghilang.

Lami tiba di sebuah rumah yang tak cukup besar dan sederhana. Ada rasa takut dan enggan untuk melangkah masuk.

"Dari mana?" Tanya Kyunwoo, ayah Lami. "Kau tuli, hah?" Tanya Kyunwoo lagi saat putrinya itu tak mengindahkan pertanyaannya.

"Mengunjungi Jaemin" balas Lami singkat dengan nada sinis.

Kyunwoo menegang sesaat ketika Lami menyebut nama itu. Lami semakin memicingkan matanya, menatap tajam ayahnya.

"Kenapa? Merasa bersalah telah membuat dia terluka?"

Lagi, Lami tanpa sadar menitihkan air matanya mengingat apa yang telah terjadi hari ini. Penjelasan dokter pada Jaehyun yang dengan sengaja ia simak dari jauh masih melekat hangat dalam pikirannya.

"Jangan bicara yang tidak jelas, Lami!"

"Ayah pikir aku tak tau siapa pencuri di sekolah tadi? Kenapa ayah lakukan itu? Kenapa ayah mencuri?!"

"Kita butuh uang!"

"Ayah harusnya bekerja, bukan mencuri!"

"Diam!"

Sooyeon, ibu Lami hanya bersembunyi dibalik pintu kamar mendengar perdebatan suami dan anaknya. Tak peduli dengan itu, Sooyeon justru memikirkan satu nama. Jaemin, apakah anak itu baik-baik saja.

"Kenapa ayah mencelakai Jaemin?" Tanya Lami lirih.

"Dia melihatku! Jaemin mengenaliku dengan benar. Bagaimana jika aku tertangkap? Kau sendiri juga pasti malu!" Ujar Kyunwoo mencengkram bahu Lami hingga anak itu terlihat kesakitan.

"Kembalikan saja uang yang ayah bawa, mungkin akan lebih baik"

Lami melepaskan cengkraman ayahnya dengan kasar. Tak tahan hingga membiarkan air matanya meluruh. Kyunwoo menyeringai melihat sifat Lami yang menurutnya tak jauh berbeda dari sang istri.

"Kau dan ibumu sama-sama munafik. Kau membenci Jaemin dan menyalahkan dia dalam segala hal, sekarang dia terluka dan kau mengiba. Persis seperti ibumu yang berjanji akan setia, tapi apa? Selingkuh juga pada akhirnya!"

***

Pagi menjelang. Jaemin sudah terbangun sebelum semua yang menjaganya terbangun. Ada getar rasa bersalah melihat keluarganya yang masih terlelap. Apalagi Jaehyun yang nampak tak nyaman dengan posisi tidurnya.

"Eh kau sudah bangun?" Gumam Jaehyun sambil menggeliat kemudian melakukan sedikit peregangan. Jaehyun mendekat ke arah Jaemin.

"Hyung, maaf" lirih Jaemin.

"Kenapa? Tidak ada yang salah"

"Kau lelah kan? Kemarin kau demam. Harusnya kau istirahat"

"Sudah. Jangan bicara, nanti kau sesak lagi. Sudah siap operasi kan?"

Crash | Book I (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang