.
Derap langkah menggema di lorong sekolah pagi ini mengingat masih pukul enam. Jeno datang meletakkan tasnya di meja lalu menidurkan kepalanya. Sekolah masih sepi dan ia sendirian di kelas. Sebenernya ia belum memiliki semangat untuk sekolah. Tapi berhubung ia sudah bolos dua hari sejak hari kecelakaan Jaemin, jadilah ia terpaksa sekolah hari ini. Kalau saja semalam ayahnya, Junho tidak menjemput Jeno di rumah sakit, anak itu pasti masih menolak untuk sekolah.
"Jeno" panggil seseorang yang tentu Jeno tau siapa itu.
Jeno tak menjawab dan memilih untuk tersenyum menanggapi panggilan itu. Lami mendekat. Ia tau Jeno memaksakan senyumnya.
"Lami, maaf" ucap Jeno.
"kenapa meminta maaf?"
"aku membentakmu tempo hari dan tidak membalas semua pesanmu. Aku hanya ingin fokus ke keluargaku"
"em, tak apa. Lupakan saja. Lagi pula jika menyangkut masalah keluarga siapa yang tidak berubah menjadi sensitif"
Jeno tersenyum lega mendengar balasan Lami. Ia kemudian menarik Lami dalam pelukannya dan mengelus rambut lurus nan panjang milik Lami.
"terima kasih, Lami"
"kau sudah makan?" tanya Lami seraya melepas pelukan Jeno.
"sudah"
"Jeno, apa kau tinggal..."
"aku dan ibuku tinggal di rumah Jaemin. Dan semalam ayah kandungku menjemputku, jadi aku menginap di rumah ayah. Lagi pula semua orang di rumah sakit"
Lami hanya mengangguk untuk mengiyakan. Larut dalam pembicaraan, akhirnya Jeno menyadari sesuatu. Ia berpikir jika Lami mungkin saja mengenal semua anggota keluarga Jaemin. Jeno berniat menanyakan hal itu sekarang. Dan semoga saja Lami sedikit mau berbagi.
"Lami, kau sudah lama mengenal Jaemin kan?" tanya Jeno.
"kenapa membahas itu?" tanya Lami dan Jeno tau pacarnya tidak suka akan hal itu.
"aku hanya bertanya. Itu artinya kau mengenal keluarga Jaemin? Ayah, mendiang ibunya, dan Jaehyun hyung?" Lami menghela nafas.
"iya"
"bagaimana bisa kau mengenal Jaemin?"
"Jeno, aku tidak ingin membahas dia"
"aku hanya ingin tau. Kalian dulu berteman, aku tau itu. Dan sekarang? Entah apa yang terjadi pada kalian mungkin aku tidak berhak tau. Tapi Jaemin saudaraku, banyak hal sangat janggal mengenai dia. Aku tidak tau apapun. Yang aku tau mendiang ibu kandungnya meninggal dan keluarganya... sangat membenci Jaemin. Aku ingin tau"
Lami terdiam. Ia tak lantas menjawab dan berpikir ternyata banyak hal yang tidak ia ketahui tentang Jaemin meskipun kini mereka bersaudara.
"ibunya meninggal karena kecalakaan. Yang ku tau saat itu ia pulang dari pertandingan" jelas Lami lirih membuat Jeno tertegun.
"eoh, Jeno!"
Leeteuk saem yang tiba-tiba masuk kelas membuyarkan lamunan Jeno setelah mendengar penjelasan Lami. Lami dan Jeno menunduk memberikan hormat.
"Jaemin bagaimana?" tanya Leeteuk saem tanpa basa-basi karena memang ia berniat menanyakan itu.
"dia sudah lebih baik, tapi masih dalam penanganan khusus" jawab Jeno.
"ah, syukurlah. Kami beberapa guru berniat untuk menjenguk Jaemin nanti. Juga menanyakan mengenai pelaku pencurian yang menabrak dia saat itu"
Deg
KAMU SEDANG MEMBACA
Crash | Book I (END)
FanfictionPersaudaraan yang penuh rintangan, apakah mampu Jaemin dan Jeno melaluinya? Bahaya apa yang melanda Jaehyun? apakah sad ending atau happy ending?
