Junho duduk di pinggiran kasur kingzise Jeno. Matanya tak lepas dari sang putra kesayangan yang sedang tidur pulas.
Banyak pertanyaan yang ingin Junho tanyakan pada Jeno tentang keadaannya. Pasti terjadi sesuatu hingga Jeno seperti ini. Tapi melihat Jeno datang diantar oleh Jaehyun dengan keadaan yang kacau, apalagi mendengar dari Jaehyun kalau Jeno sedang demam Junho hanya membiarkan Jeno masuk ke kamarnya lalu tidur.
Junho mengusap kening Jeno yang basah akibat keringat dingin lalu menempelkan plester penurun panas. Pria paruh baya itu lalu meninggalkan putranya.
***
Jaehyun ikut merebahkan tubuh lelahnya di samping Jaemin yang sudah lebih dulu tertidur. Tapi ternyata Jaemin belum benar benar tertidur.
"hyung?" lirih Jaemin.
"eh, belum tidur?" sahut Jaehyun.
"menunggumu. Obatnya belum ku minum"
Jaehyun meraih segelas air dan plastik di nakas yang berisi obat-obatan Jaemin. Ia membaca aturan minum sebelum akhirnya mengeluarkan dua kapsul.
"sudah lewat tiga puluh menit dari jam minum obat" gerutu Jaehyun.
"sudah ku bilang aku menunggumu tadi. Jika minum obat nanti aku tertidur"
"kau memang harus tidur, adikku"
"hyung?"
"hm?"
"Jeno kenapa?"
Jaehyun terdiam. Nampak berpikir jawaban apa yang harus ia berikan pada Jaemin. Bukan bermaksud menutupi apa yang terjadi, tapi Jaehyun sendiri tidak tau kenapa Jeno berubah seperti itu. Ditambah obrolan kemarin malam antara dia dan adik tirinya itu juga terasa berbeda.
"hyung?" panggil Jaemin lagi.
"hm?"
"aku bertanya"
"aku sedang memikirkan jawabannya, Jaemin ku sayang"
"hyung!"
Jaemin mulai kesal karena ia merasa dipermainkan oleh Jaehyun.
"aku tidak bohong. Aku sendiri juga tidak tau kenapa Jeno seperti itu. Kemarin juga kami sempat mengobrol, itu pun Jeno terlihat aneh" Jelas Jaehyun.
"membicarakan apa hyung?"
"lupakan, lupakan. Sepertinya Jeno memang kelelahan atau ada masalah dengan pacarnya?"
Jaemin mengendus sebal mendengar akhir kalimat Jaehyun.
"sudah, tidur ya adikku" suruh Jaehyun.
"hyung, apa karena beberapa hari ayah, ibu, dan kau mengurusku hingga melupakan Jeno makanya dia marah?"
"tidak Jaemin, Jeno bukan orang seperti itu. Sekarang tidur ya?"
Jaemin menuruti perkataan Jaehyun. Lagipula obatnya juga sudah bereaksi dan dia mulai merasakan berat pada kelopak matanya.
Jaehyun tak lantas tidur. Ia merenungkan hal yang terjadi padanya beberapa hari ini ini. Mulai dari teror, kecelakaan Jaemin, sikap Jeno yang berubah. Semuanya seakan masuk pada otak Jaehyun secara bersamaan hingga kepala Jaehyun serasa akan meledak.
pip
Jaehyun meraih ponselnya di nakas saat notifikasi pesan singkat terdengar.
aku punya kejutan
"sial! siapa orang ini?"
***
Jeno memperhatikan ayahnya yang sedang asik dengan peralatan masak. Jeno hanya duduk manis di meja makan sembari menunggu masakan ayahnya matang. Tak sampai satu jam Junho sudah menyajikan bubur dan kuah sup di meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crash | Book I (END)
FanfictionPersaudaraan yang penuh rintangan, apakah mampu Jaemin dan Jeno melaluinya? Bahaya apa yang melanda Jaehyun? apakah sad ending atau happy ending?
