(Fourty Three) Saudara? 2

3.1K 331 36
                                        

Selamat malam:)

***

Junho menempelkan kompres demam ke kening Jeno. Lagi lagi anaknya terserang demam. Dokter bilang karena Jeno mengalami dehidrasi. Tapi syukurlah tidak seperti saat itu.

"siapa yang memukulmu, hm?" tanya Junho.

Jeno memposisikan tidurnya meringkuk, menutup hampir seluruh tubuhnya dengan selimut.

"ayah matikan AC-nya" pinta Jeno.

Junho mengendus kesal, lalu meraih remot AC. "ayah tanya siapa yang memukulmu? kenapa berkelahi?"

"kalau aku bilang Jaemin yang memukulku, ayah akan percaya?"

Junho menaikkan alisnya. Apa yang terjadi hingga Jeno dan Jaemin berkelahi.

"kau juga memukul Jaemin?"

"tidak, aku tidak membalasnya. Aku tidak mau ada yang masuk rumah sakit lagi akibat pukulanku"

Jeno bergidik ngeri mengingat dulu dia pernah menghajar teman sekolahnya karena mengejek Jeno yang memiliki keluarga tidak harmonis, dan naasnya temannya itu harus masuk rumah sakit setelah dihajar olehnya. Jujur saja Jeno adalah seseorang yang sulit mengendalikan emosi.

"apa yang terjadi sampai dia memukulmu? ayah akan tegur Jaemin karena sudah membuat wajah tampan anak ayah terluka"

"ck, jangan berlebihan. Lagipula aku yang salah. Aku pantas mendapatkannya"

"eh? maksudmu apa, sayang?"

Jeno semakin merapatkan selimutnya. "ayah aku ingin tidur"

"baiklah selamat malam"

***

"Jeno sakit, Jaem" ucap Jaehyun sambil fokus menyetir.

Mendengar itu Jaemin sama sekali tidak tertarik. Ia tidak mengalihkan perhatiannya sedikitpun dari jalanan kota. Jaehyun melirik adiknya sekilas.

"paman Junho bilang kalian berkelahi kemarin" ucap Jaehyun lagi.

"dia mengadu?" sinis Jaemin.

"tidak, paman Junho sendiri yang bertanya karena pipi Jeno memar"

"kau mengajakku jalan-jalan untuk membicarakan ini?"

Jaehyun menghela nafas, ia harus bersabar menghadapi adiknya. Tidak hanya Jaemin, Jeno pun juga sama.

"sudah lama aku tidak jalan-jalan bersamamu. Tidak suka?" tanya Jaehyun yang hanya dibalas oleh Jaemin dengan tatapan tidak percaya. "baiklah, baiklah. Nenek dan paman Jungmo ada di Seoul. Mereka akan mampir ke rumah, aku tidak mau kau bertemu nenek"

Jaemin memilih tidak menanggapi Jaehyun. Suasana hatinya mendadak buruk sejak ia mengetahui apa yang Jeno lakukan. Jaemin kecewa, sangat kecewa.

"mau menjenguk Jeno?" tawar Jaehyun.

"kau bilang ingin jalan-jalan. Jika ke rumah paman Junho itu bukan jalan-jalan. Tapi menjenguk orang sakit" ujar Jaemin dengan nada kesalnya.

"apa salahnya? kan kita saudara"

"terserah"

"baiklah, meluncur"

Jika boleh jujur Jaemin ingin berteriak tepat di telinga Jaehyun dan mengatakan bahwa kakaknya itu sangat menyebalkan.

Tak berapa lama mereka sampai dikediaman Junho. Dan kebetulan sekali mereka di sambut oleh Jeno yang saat itu juga sedikit terkejut dengan kedatangan saudara tirinya.

Crash | Book I (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang