19. ACT LIKE NOTHING HAPPENED

16.6K 1.7K 17
                                        

VENUS'S POV

Lucifer hampir saja menciumku, lagi. Walaupun ciuman pertama Lucifer tidak seperti kelihatannya. Maksudku, aku tidak menginginkan ciuman itu. Tapi saat tadi Lucifer menarikku, aku berpikir dia akan menciumku. Dan entah mengapa aku sangat ingin dia melakukan hal itu. Mungkin karena itu aku tidak melawannya.

Sepanjang hidupku, aku belum pernah berciuman. Tentu saja ciuman Lucifer waktu itu tidak terhitung.
Sejauh ini, aku memiliki dua mantan pacar. Yang pertama adalah pria keras kepala yang ternyata tahu bahwa aku aneh dengan segala bakat keluarga yang kumiliki. Kami baru berpacaran setengah hari saat tahu keluargaku seperti psikopat yang memburu monster. Kedua, pacar manusia serigala yang cukup bertahan lama. Kami berpacaran sekitar tiga bulan yang lalu dan baru putus dua minggu yang lalu.

Luther Killian, nama yang terdengar seperti seorang pemangsa. Tapi dia tidak seperti itu, dia sangat baik padaku. Luther juga tahu bahwa aku seorang hunter dan dia percaya bahwa aku hanya memburu yang membunuh manusia. Tapi, sebagaimana keluarga hunter, mereka tidak menyukai salah satu anak mereka berpacaran dengan salah satu makhluk supernatural bahkan jika mereka tidak membunuh manusia. Sekarang, Luther sudah memiliki pacar baru, seorang vampir bernama Sierra.
Aku pernah melihat Sierra sekali, dia memiliki rambut pirang yang menggantung di atas bahu. Kulitnya begitu pucat seperti vampir yang tidak minum darah bertahun-tahun. Tapi yang aku ingat darinya adalah senyuman khas yang sangat ramah dan penuh dengan semangat.

Ya, ya. Vampir dan manusia serigala, biasanya mereka tidak bersahabat. Tapi seperti yang aku katakan, Luther berbeda. Dia punya pandangan berbeda. Lagipula, aku juga tidak mengerti kenapa vampir dan manusia serigala bermusuhan.

Selama aku dan Luther berpacaran, dia tidak pernah menciumku. Aku tidak tahu apakah dia takut melukaiku dengan taring serigalanya saat kami berciuman atau yang lainnya. Yang jelas, dia tidak pernah menciumku dan aku tidak pernah memaksanya untuk menciumku juga.

Dan sekarang, ciuman pertamaku sudah hilang oleh Lucifer yang menciumku saat Camael merubah takdirku waktu itu. Dan untuk sesaat, aku hampir berpikir ciuman keduaku akan diambil oleh Lucifer lagi.

Besok, aku harus bekerja di kantor kepolisian. Sudah lama aku tidak bekerja, dan aku rasa Letnan Trevor akan menggaruk-garuk kepalanya sambil melihat setiap berkas yang bisa membuatnya sakit kepala.

Yang aku butuhkan sekarang adalah tidur. Memejamkan mata dan melupakan apa yang telah terjadi, untuk sementara waktu. Akhirnya, setelah meminum segelas susu aku bisa tidur dengan nyenyak dan tidak memikirkan Lucifer.

***

Aku salah. Pagi ini aku terbangun karena memimpikan Lucifer. Dia menghantui mimpiku. Benar-benar tidak bisa dipercaya.

Suara tangisan Jazmyne pukul empat pagi membangunkanku juga. Aku berusaha menidurkannya setelah membuatkan susu dan menggendongnya. Pukul enam pagi aku baru bisa tidur kembali.

Sekarang, pukul tujuh pagi, dan Jazmyne menangis lagi. "Max! Sebastian! Tidak adakah dari kalian yang bisa membantuku?" teriakku dari depan pintu kamarku.

Tidak ada jawaban. Mereka memang masih tertidur atau berpura-pura tidur agar tidak mengurusi Jazmyne?

Sambil menghela napas panjang, aku berjalan menuju kamar Jazmyne. Susu yang aku buatkan jam 4 pagi tadi sudah habis. Sekarang aku menggendongnya.

"Ayolah, Jazmyne. Aku harus bekerja pulul depalan," keluhku.

Aku melirik popoknya yang tercium bau aneh. "Oh, tidak." Ini hal yang paling aku takutkan saat mengurus bayi. Aku harus mengganti popoknya yang penuh kotoran.

Lucifer The LightbringerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang