67. THE END IS THE NEW BEGINNING

3.8K 385 17
                                        

"Aku berhutang dansa denganmu," ujar Lucifer.

Aku yang masih belum bisa melepaskannya dari pelukan, tertawa pelan. "Aku senang kau mendengarkanku."

"Ya, selain itu aku tidak ingin seperti Michael," katanya sedikit tertawa.

Tidak lama setelah itu, seorang malaikat datang menghampiri kami. Membuatku melepaskan pelukan pada Lucifer. Sekarang, pandangannya tertuju pada Michael. "Kenapa setiap kali kalian bertengkar, aku selalu menjadi orang yang membersihkan kekacauan kalian," katanya sedikit kesal.

"Well, Camael, aku tidak memintamu untuk memberiskan kekacauan kami. Oh, maksudku, kekacauan yang Michael lakukan." Lucifer menatap saudaranya, sedikit mengejek.

"Dan kau, Michael, kau menipuku, dan menyegel pintu menuju surga. Jika Ayah tahu kau melakukan itu, aku rasa dia tidak akan memaafkanmu." Pandangan Camael kembali pada Lucifer. "Kau melakukan hal yang baik, Lucifer."

"Oh, jadi sekarang kau mengakuinya?" Tanya Lucifer sedikit menggoda.

Camael hanya memberikan senyumanannya yang sedikit dipaksakan. "Ya, dan sebagai gantinya, Ayah menginginkanmu kembali ke rumah."

"Kembali ke neraka maksudmu, huh? Tidak terima kasih," tolak Lucifer.

Camael tertawa pelan. "Bukan, Luci. Ayah menginginkanmu kembali ke rumah, surga."

Lucifer yang baru saja akan mengolok tawaran Camael justru terdiam seketika. Seolah perkataan itu bukanlah sesuatu yang dia harapkan. Sama halnya dengan Lucifer, Michael menampakkan ekspresi keterkejutannya.

"Ayah menginginkanku kembali ke surga? Tidak mungkin!" Sergahnya.

"Ayah yang mengatakannya sendiri padaku. Well, tidak sepenuhnya, maksudku kau tahu bagaimana cara kerjanya, dia memberikan perintah dengan petunjuk. Dalam hal ini, dia membiarkanmu untuk menggunakan pedang Lightbringer lagi yang berarti kau disambut untuk kembali ke surga," jelas Camael.

"Kau tahu, aku berjanji untuk tidak pernah kembali ke neraka bahkan jika Ayah menawarkanku surga, karena aku tahu dia tidak akan pernah mengizinkanku kembali. Tapi kau benar, Camael. Ayah mengizinkanku untuk menggunakan pedang Lightbringer yang berarti Dia juga telah mengizinkanku kembali ke surga."

Untuk sesaat, aku sangat senang bahwa Lucifer akhirnya mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan. Surga adalah tempat yang cocok untuknya berada. Namun aku mulai berpikir, bagaimana kalau aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi? Menjadi seorang malaikat bukanlah sesuatu yang mudah, aku rasa. Akan ada banyak tanggunh jawab yang Lucifer harus lakukan.

Dalam keheningan pikiranku, Lucifer menoleh padaku. "Tapi aku suka di sini, Camael." Sebuah penyesalan terdengar dari nada bicaranya.

Aku tahu, mungkin baginya berat untuk meninggalkanku. Namun di lain sisi, dia merindukan keluarganya, dia merindukan rumahnya, dan aku tidak bisa terlalu egois untuk menjadi alasan Lucifer tetap tinggal di sini.

"Lucifer, aku tidak akan marah pada apapun pilihan yang kau pilih. Bahkan jika kau kembali ke surga, aku akan sangat bahagia. Kau menerangi hidupku dan aku sangat bersyukur untuk itu, tapi kau harus pergi. Aku tidak bisa menjadi begitu egois dengan menyimpanmu untuk diriku sendiri. Ini saatnya untuk kau menjadi penerang hidup bagi yang lainnya, menjadi malaikat yang seharusnya."

Dengan tangannya yang besar, Lucifer mengelus pipiku lembut. "Aku tetap masih berhutang dansa denganmu," katanya.

"Kita bisa simpan itu untuk nanti," kataku. Kupeluk dirinya sebelum benar-benar bisa melepaskan kepergian Lucifer.

Aku tidak tahu apakah ini adalah yang terbaik. Tapi aku akan bahagia jika Lucifer bahagia. Sesaat sebelum mereka pergi, Michael menjelaskan semuanya padaku.

Lucifer The LightbringerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang