LUCIFER'S POV
Entah mengapa rasa ingin membunuhku yang tadinya muncul secara tiba-tiba menghilang sedikit demi sedikit saat Venus menciumku. Kekuatan apa yang dia miliki sampai membuatku seperti ini.
Aku marah pada awalnya karena Venus menuduhku yang melakukan semua kekacauan ini. The four horsemen? Yang benar saja? Tapi mungkin menjelaskan kenapa rasa ingin membunuhku meningkat hingga aku ingin membunuh Venus, pasti karena famine.
Seharusnya aku tidak terkena efek itu. Aku yang mendatangkan mereka dan seharusnya aku yang akan membuat umat manusia mengalami hal itu. Tentu saja karena itu bukan famine yang asli. Siapa pun yang menyebarkan kelaparan ini dan mengaku-ngaku menjadi salah satu horsemen-ku, akan aku bunuh dengan tanganku sendiri.
"Aku akan mengambil es untuk kalian berdua." Venus bangkit dari sofa menuju dapur.
Aku melihat jalannya yang sedikit menyeret, ditambah si brengsek nephalem yang hampir saja meremukkan tubuh Venus. Aku akan membuat dia membayarnya nanti.
Aku melangkah menuju jendela. Mengamati keadaan luar yang bisa saja makhluk-makhluk itu menyerang tiba-tiba. Si nephalem melirikku dengan tatapan yang benar-benar menjengkelkan.
"Apa yang kau lihat?" desisku.
Si nephalem itu membuang muka, sepertinya dia tidak ingin meladeniku. Atau dia terlalu lemah dan tidak bisa bicara setelah aku memukulnya habis-habisan. Walaupun dia juga memukuliku.
Venus datang dengan dua kantung es dan memberikannya pada Si nephalem satu dan padaku satu.
"Aku jadi ingat," ujar Venus saat dia menyodorkan kantung esnya. "Bukannya kau bisa menyembuhkan diri sendiri?"
Ya, aku ingat terakhir kali menggunakan kekuatan penyembuh saat Venus terluka waktu itu. "Itu hanya kebetulan, aku tidak bisa menyembuhkan seperti itu lagi."
Venus kemudian melirik si nephalem. "Apa?" sergahnya.
"Apa kau juga tidak bisa?" tanya Venus.
Tiba-tiba, pacar si nephalem datang dengan seorang gadis yang menggendong Little Monster.
"Whoaa, siapa lagi ini?" tanyanya.
"Mereka temanku," jawab Venus. Dia kemudian mengambil Little Monster untuk digendong. "Apa kau masih merasa lapar?"
Si gadis yang baru datang itu menggeleng.
"Jadi, menurutmu siapa yang melakukan semua ini?" tanya pacar si nephalem.
"Ya, siapapun yang melakukan ini, aku tidak ada hubungannya," sergahku.
Suara berisik di luar tiba-tiba membuatku siaga. Semua orang di ruangan saling bertatapan. Venus berlari menuju jendela, aku mengikutinya. Hujan badai turun secara tiba-tiba.
"Apa yang terjadi?" tanya pacar si Nephalem.
"Hujan badai," jawab Venus.
"Hujan badai dipertengahan Agustus?" tanya si gadis yang belum aku ketahui namanya itu.
Venus kemudian memberikan si Little Monster padaku. Dia berlari menuju rak buku dan mengambil sebuah buku tebal yang terlihat membosankan.
"Kau tahu sesuatu?" tanya pacar si nephalem.
"Aku pernah membacanya belum lama ini mengenai demon." Venus membulak-balikkan halamannya.
"Jadi menurutmu ini ulah demon?" tanya si nephalem.
"Tunggu-tunggu! Demon? Apa yang kalian bicarakan?" tanya si gadis.
Venus kemudian berhenti pada sebuah halaman. "Ini dia. Pazuzu, the king of the demons of the wind. Kedatangannya mengakibatkan famine ke tempat yang dia singgahi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Lucifer The Lightbringer
FantasiSpin-off Seraphim and the Nephalem "I'm Lucifer, The Lord of Hell." "I know." Venus Morningstar tidak mengira akan bertemu dengan pria bernama Lucifer. Bahkan pria itu tidak memiliki nama belakang. Venus mengira, dia adalah pria setengah gila yang p...
