"Kak, jangan blok aku, dong. Susah nih kalau mau nanya apa-apa," ucap Jungkook pas lagi di lampu merah. Daripada diem-dieman kaya orang sariawan, mendingan ngobrol.
"Lagian kamu ngeselin," ketus Eunha. "Tanya aja sama kakak OSIS yang lain kalau ada apa-apa."
"Gak mau, maunya sama Kak Eunha."
"Dih, paan?"
"Aku gak mau nanya sama siapa-siapa selain kakak. Biarin aja kalau aku salah bawa sesuatu yang disuruh terus dihukum ... aku bilangin ke mereka kalau ini salah kakak."
"Lho, kok jadi aku?"
"Iyalah. Kakak gak mau kasih tahu, pelit."
Eunha pengen mukul kepala Jungkook yang ditutupi helm, tapi diurungkan niat pas lampu merah berubah jadi lampu hijau dan dia mendadak tancap gas dengan ngebut. Eunha langsung melingkarkan kedua tangan di perut Jungkook, ngoceh-ngoceh, "Kamu becus bawa motor gak sih? Inget kamu itu bawa orang di belakang!"
"Iya aku inget, kan yang meluk aku sekarang itu calon ibu dari anak-anakku kelak ... ciat!"
Satu detik kemudian, Jungkook meringis ketika Eunha memukul helm yang dia gunakan dengan keras.
"Kak Eunha galak. Inget kak, ini masuk ke dalam KDP."
"Apa KDP?"
"Kekerasan Dalam PDKT."
Eunha gak mampu lagi berkata-kata kalau udah sama Jungkook. Ada aja yang diomongin sama cowok itu.
"Kak Eunha, jangan lupa buka bloknya. Aku mau nanya sesuatu nanti," kata Jungkook pas udah sampe rumah Eunha. Gak terlalu jauh dari sekolah sih, jalannya juga gampang diinget.