[MASIH PROSES REVISI | MAAF APA BILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA, ATAU HURUF KAPITAL]
Mitha Aprilia, seorang siswi SMK berjurusan Akuntansi. Baginya Akuntansi itu istimewa, perlu keseimbangan untuk benar. Gadis pencinta bunga Mawa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Raka fokus menyetir, sedangkan Mitha masih tertunduk lesu. "Lo belum mau cerita sama gue?" Raka membuka suara terlebih dahulu.
"Tadi gue denger, nama Faiz disebut sama tuh cewek? Dia pacarnya?"
"Mit? Lo jangan sungkan sama gue, tenang aja gue bisa jaga rahasia kok."
Mitha menyerka air matanya, "D--dia s--suka sama kak Faiz, d--dan kemarin kak Faiz nganterin aku pulang," ucap Mitha terbata-bata.
"Jadi maksud lo? Dia cemburu sama lo? Terus lo diperlakukan kayak gini?" tungkas Raka, Mitha hanya menganggukkan kepalanya.
Ck! Segitunya banget tuh cewek terobsesi sama Faiz, sampe Mitha jadi korban? Raka merutuk dalam hati. Dia menatap iba Mitha.
"Lo udah makan?" yang ditanya hanya diam saja, "kalo belum, kita makan dulu, biar gue izin sama bokap lo," jelas Raka.
"Ha bokap? Maksudnya papah?"
"Iya."
"Kok bisa?" tanya Mitha.
"Dasar pikun. Pas dulu lo dirawatkan lo pinjem ponsel gue buat ngabarin bokap lo."
"Jadi otomaatis nomor bokap lo masih ada dong di HP gue."
"Ohh, iya ya." Mobil Raka berhenti di depan warung sate. Raka sudah membuka pintu mobilnya, sedangkan Mitha masih diam di tempat.
"Kenapa? Gak suka ya? Kalo gue ajak ke sini?"
"Eh? Engak kok. Aku cuma ngerasa gak enak aja"
"Ck! santailah, kayak sama siapa aja lo, Yuk turun?"
"Terimakasih untuk kesekian kalinya, Rak."
◍•ᴗ•◍
"Ki?" panggil Faiz.
"Hmm, apaan?"
"Kalo gue nembak Mitha, gue di tolak gak ya?" Pertanyaan Faiz membuat Iki hampir saja tersedak biji duren.
"Mitha? Dedek emesh itu ya?" tanyanya meledek.
"Ya itu lah, siapa lagi yang mampu buat gue nyaman selain dia?"
"Fina lo mau ke-mana-in, bro?"
"Fina bukan siapa-siapa gue, dan gue juga gak suka sama dia."
"Tuh cewek nekat, lo mau Mitha jadi korban sama kaya Rere?"
Rere adalah teman seangkatan Faiz, dulu Faiz juga suka sama Rere, dan Fina gak terima, dia langsung labrak Rere dan nge-bully dia, sampe akhirnya Rere pindah dari sekolah pas kelas 11.
Semua gosip tentang Rere sudah sampai ke telinga Faiz, tentang Rere yang dibully oleh Fina. Faiz murka, dia memutuskan untuk menghampiri Fina, dan meminta kejelasan, namun sudah terlambat. Rere sudah terlanjur pergi jauh dari Indonesia.
"Gue bakal ngelakuin apapun, agar kagak ada lagi yang kayak Rere, cukup Rere, jangan Mitha."
"Tapi, feel gue ngapa bilang, kalo Mitha akan bernasib sama kayak Rere ya?"
"Maksud lo, Ki?"
"Lo tau sendiri kan si Fina, kayak apa? tuh cewek gak punya hati, dan ga pandang bulu. Dia akan basmi orang yang berani ngerebut cintanya."
Faiz diam, berfikir sejenak, yang dikatakan Iki memang ada benarnya juga, belum jadian aja Mitha udah jadi korban keganasan Fina, apa lagi kalau udah jadian?
◍•ᴗ•◍
Raka mengantarkan Mitha pulang setelah mengajaknya makan tadi. Mobil Raka sudah sampai di depan rumah Mitha.
"Mit?"
"Ya." Mitha beralih menatap Raka.
"Boleh pinjem ponsel lo?"
"Buat apa?"
"Ngabarin nyokap gue, batre gue abis."
"Oh, boleh. Niih!" Mitha menyodorkan ponselnya ke Raka. Raka mengotak-atik ponsel Mitha. Beberapa detik berselang ponsel Raka berbunyi.
"Lah? Kok?" Raka tersenyum puas, dia mengembalikan ponselnya mitha sembari tersenyum penuh kemenangan.
Mitha masih dengan ekspresi tadi, dia melongo. "Ih, dasar," cetus Mitha.
"Pinterkan gue?" ucapnya cengengesan.
"Bodo ah! Ngeselin." Yang keluar dari mulutnya sebenarnya ungkapan kekesalan tapi entah mengapa Mitha mengulum senyum saat dia keluar dari mobil Raka.
Raka ikut keluar juga, "ngapain?" tanya Mitha.
"Mastiin lo baik-baik aja." Untuk kedua kalinya Mitha kembali mengulum senyum.
♥(✿ฺ'∀'✿ฺ)ノ
Haloo kalian! Apa kabar! Kabar baik semoga!!
Bab 24 akhirnya update! Jangan lupa baca! Jangan lupa juga vote dan coment!