[MASIH PROSES REVISI | MAAF APA BILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA, ATAU HURUF KAPITAL]
Mitha Aprilia, seorang siswi SMK berjurusan Akuntansi. Baginya Akuntansi itu istimewa, perlu keseimbangan untuk benar. Gadis pencinta bunga Mawa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mitha memilih berada dalam mobil sedangkan Raka pergi untuk membeli teh hangat. Melihat keadaan Mitha, dia berinisiatif untuk mampir ke sebuah warung.
Dia kembali dengan membawa satu teh hangat, dan satu kopi.
"Minum, biar gak masuk angin."
"Makasih," balas Mitha.
"Mit, maaf ya. Harusnya gue ada di samping lo."
"Gakpapa, bukan salah kamu. Mungkin akunya yang kurang hati-hati," jawab Mitha sembari menyeruput teh hangat itu.
"Coba ceritain ke gue kenapa lo bisa jatuh?"
"Pas kamu tampil, aku berdiri bareng Ima sama Hila. Tiba-tiba matu lampu, aku takut, terus aku cari Ima. Pas aku lagi nyari, kaya ada orang nabrak gitu, terus jatuh."
Raka memandangi wajah Mitha lekat-lekat, dia yakin pasti ada orang yang sengaja menabrak Mitha, hingga dia jatuh. Tapi dia tidak boleh suudzon dulu, sebelum menemukan buktinya.
"Besok masih libur?"
"Masih."
"Gue ajak jalan mau?" Mitha diam, "kalo diem, berarti mau!" sambung Raka.
"Terserah kamu."
"Yaah!! Gue jemput lo sore ya!" Yang diajak bicara hanya mengangguk.
◍•ᴗ•◍
Suara alarm menggema di kamarnya, menyeru dan mengusik pagi yang cerah ini, dia membuka matanya berucap selamat pagi, Mitha awali pagi ini dengan membasuh wajahnya. Lalu keluar untuk menyapa keluarganya.
Hari ini dia sedang tidak sholat, dan kebetulan sekali anak kelas dua belas sedang menghadapi ujian sekolah, jadi anak kelas sepuluh dan sebelas diperintahkan belajar di rumah.
Aroma nasi goreng sudah menyambutnya saat mulai memasuki dapur.
"Nasi goreng!!!"
"Eh, kakak? Udah bangun?" tanya Lin.
"Udah bu, Papah sama malvin di mana mah?" dia menarik satu kursi untu dia duduki.
"Biasa lagi olahraga, di luar."
"Ohhh ...."
"Makan! Makan!" teriak Malvin sembari berlari.
"Selamat lagi kakak!!!"
"Pagi juga, dek," sahut Mitha. Malvin langsung mengambil kursi di samping kakaknya, disusul sang papah yang duduk di sebelah Lin.