[MASIH PROSES REVISI | MAAF APA BILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA, ATAU HURUF KAPITAL]
Mitha Aprilia, seorang siswi SMK berjurusan Akuntansi. Baginya Akuntansi itu istimewa, perlu keseimbangan untuk benar. Gadis pencinta bunga Mawa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Waktu berjalan begitu cepat, baru kemarin Mitha mengantarkan Raka dan teman-temannya membeli buku, namun sekarang sudah selesai UAS aja, dan tinggal nunggu hasil. Berbeda dengan Faiz, dia lagi sibuk-sibuknya karena dia pelajar tingkat akhir.
UAS telah telah selesai, sekarang tibalah pesta ulang tahun Ima yang akan dilaksanakan nanti malam jam 20.00 di rumahnya.
"Rak?" panggilnya.
"Hm," geming Raka, cowok itu sedang sibuk dengan game onlinenya.
"Lo jadi ngajak Mitha?" tanya Ibnu.
"Jadi, kenapa?"
"Dia mau?"
"Mau," jawabnya dengan singkat. Ya memang benar adanya, Mitha menerima ajakan Raka untuk datang di pesta ulang tahun Ima.
"Lo yakin dia baik-baik aja?"
"Maksud lo?" Raka menghentikan aktifitasnya bermain game online.
"Ya, lo tau sendirikan? Gimana ima? Lo yakin dia gak bakal macem-macem sama Mitha?"
"Kan ada gue, bro!" balasnya sembari menepuk nepuk bahu kiri Ibnu.
"Yaudah, terserah lo, Rak."
"Hm." Raka kembali bergeming.
◍•ᴗ•◍
Mitha mulai menuruni anak tangganya, dia melihat Raka sedang berbicara dengan Malvin -adiknya-. "Raka ...," panggil Mitha. Pemilik nama itu menoleh, dia mengerjapkan mata berkali-kali.
Selama dia mengenal Mitha, baru kali ini dia melihat Mitha sangat cantik. Gadis itu mengenakan gaun berwarna orange, dengan tataan rambut yang terurai.
"Cantik ...." Satu kata itu langsung lolos dari mulut Raka.
"Kak Mita emang cantik!!" ucap Malvin sembari menyeringai.
"Makasih," balas Mitha malu-malu.
"Yuk?" ajak Raka sembari meraih tangan Mitha.
◍•ᴗ•◍
Pesta ulang tahun yang mewah, indah dan keren diselenggarakan malam ini di rumah mewah milik orang tua Ima. Suasananya sangat ramai, dengan dekorasi yang sangat memukau mata. Detuman musik mulai terdengar, teman-temannya pun sudah mulai berdatangan.
Ibnu dan Nizar sudah berada di sana, mereka memilih untuk berangkat sendiri, dari pada jadi nyamuk di mobil Burhan. Seperti yang kita tau, Burhan sekarang sudah melepas status jomblonya.