[MASIH PROSES REVISI | MAAF APA BILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA, ATAU HURUF KAPITAL]
Mitha Aprilia, seorang siswi SMK berjurusan Akuntansi. Baginya Akuntansi itu istimewa, perlu keseimbangan untuk benar. Gadis pencinta bunga Mawa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rapot kenaikan kelas akan di bagikan hari ini, Mitha datang bersama Mamanya. Sembari menunggu rapat selesai, Mitha ngobrol-ngobrol dengan anak-anak OSIS. Mereka membicarakan tentang SNM yang baru saja diumumkan kemarin.
"Eh denger-denger kak Tomi mau lanjut kuliah di luar," ucap Risya.
"Serius? Aku baru denger, masa?" balas Mitha.
"Kudet sih!" timpal Rara.
"Bener tuh, si Mitha!" goda Risya.
"Biarin!"
"Eh iya! Kak faiz juga keterima SNM loh! Udah ngasih selamat belum lo?" tanya Rara.
Benarkah? Bahkan Mitha baru tau saat ini.
"Jangan bilang lo gak tau!!!" teriak Rara.
"Jangan teriak ih! Emang gak tau. Terus kenapa?" tanya dengan polos.
"Astaga Mitha! Bukannya lo deket ya sama kak faiz?"
"Biasa aja, Sya."
"Gak percaya gue!" ujar Rara.
"Mitha? Ayo pulang," ucap Lin tiba-tiba.
"Eh, udah mah?" tanya Mitha, Lin hanya mengangguk.
"Oke! Aku pulang dulu ya teman-teman!!"
"Jangan lupa ngasih selamat!" bisik Rara, Mitha hanya mengangguk perlahan.
◍•ᴗ•◍
Mitha dan Lin sekarang udah berada di dalam mobil, Mitha bertanya soal nilainya tadi, tapi Lin malah tersenyum. "Mama bangga sama kamu, sayang," ucapnya sembari mengelus puncak kepala Mitha, membuat rambutnya sedikit berantakan.
Mitha pun ikut tersenyum, "Mitha gak ngecewain Mamah, kan?" Dia takut jika orang tuanya kecewa dengan prestasinya. Mitha ingin membayar jeri payah mereka yang sudah bekerja keras menghidupinya dengan prestasi di sekolah.
"Enggak sayang. Pertahankan terus ya. Dan jangan sombong," ujarnya. Mitha selalu diajarkan untuk tetap rendah hati, walaupun ia sedang berada di atas.
Mitha menghela napas perlahan, mendengar jawaban Lin, sudah dipastikan Mitha naik peringkat atau peringkatnya tetap. Mitha tergolong gadis yang cerdas, dia pernah menjuarai olimpiade akuntansi tingkat provinsi. Prestasi itu diraihnya pas awal masuk kelas sebelas.
"Kamu mau hadiah apa, sayang?" tanya Lin. Ya! Hadiah, sudah jadi kebiasaan keluarga Lin untuk memberi hadiah jika anaknya berprestasi. Menurut Lin dan suaminya, itu dilakukan agar anak-anaknya terpompa untuk belajar, dan terus belajar.
"Mitha lagi gak pengen apa-apa, mah. Nanti aja ya?"
"Iya sayang, itu terserah kamu," balasnya dengan lembut.