[MASIH PROSES REVISI | MAAF APA BILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA, ATAU HURUF KAPITAL]
Mitha Aprilia, seorang siswi SMK berjurusan Akuntansi. Baginya Akuntansi itu istimewa, perlu keseimbangan untuk benar. Gadis pencinta bunga Mawa...
"N-ngomongnya nanti aja ya, Kak? Kita ada ulangan. Permisi, Kak," ucap Mitha sembari menarik tangan Nisa untuk pergi.
"Tapi---"
"Duluan ya, Kak," ucap Nisa.
"Maaf, Kak," lirihnya.
Faiz hanya bisa memandang punggung Mitha yang semakin menjauh. Faiz meremas rambutnya sendiri, lalu dia pergi menuju kelasnya.
◍•ᴗ•◍
Semua anggota guru sedang pada rapat untuk mempersiapkan UAS nanti. Momen ini dimanfaatkan Burhan dan Nizar untuk kumpul dengan dua temannya yang lain -Raka dan Ibnu-.
"Rak, lo belum cerita ke kita-kita soal Mitha?!" ucap Ibnu.
"Nah bener tuh," timpal Nizar.
"Kenapa Mitha?" tanya Raka.
"Lah ngapa malah nanya ke kita?"
"Maksud gue tuh, cerita gimana?"
"Soal kemarin lo hampir telat sekolah," tutur Ibnu.
"Kemaren pas gue pulang sekolah, gue liat ada cewek yang lagi di buly, dan ternyata cewek itu Mitha."
"WEH SERIUS?!" seru mereka dengan kompak.
"Iya. Ngapain gue bohong?!"
"Terus-terus?"
"Ya gue tolonginlah, dia nangis, akhirnya gue anter pulang, dia gak mau orang tuanya sampe tau, yaudah gue tutup mulut."
"Kasian ..."
"Iya, kasian Mitha."
"Gue juga kasian liat dia digituin, besoknya gue putusin buat antar jemput dia, karena gue yakin dia masih troma."
"Emang siapa? yang berani banget ngebuly doi lo?!"
"Doi palamu!" sebuah toyoran mendarat di kepala Burhan.
"OTW jadi doi, kan?" Raka hampir menoyor Burhan untuk kedua kalinya, namun Burhan minta ampun padanya.
"Eh, ampun bos ampun! Sensitif amat!" cengiran muncul dalam raut wajah Burhan.
"Udah-udah, yang ngebuly Mitha siapa, Rak?"
"Gue gak kenal, yang pasti dia suka Faiz dan dia iri karena kemarin Mitha pulang diantar Faiz," tutur Raka.
"Faiz? Kakak kelas Mitha itu ya?"
"Iya, yang kemarin ada di rumah sakit juga," sambung Ibnu.
"Dari muka-mukanya tuh cowok suka sama Mitha," ucap Nizar tiba-tiba.
"Mung--- Aww!!"
"KENAPA KALIAN ADA DI LUAR?!!!" Raka dan Ibnu mendapat sebuah jeweran dari Bu Rika -guru fisika-.
"Kaburr!!!" Nizar dan Burhan tak mau bernasib sama dengan kedua temannya itu, mereka memutuskan untuk lari dengan terbirit-birit.
"KALIAN BERDUA IBU HUKUM!! LARI KELILING LAPANGAN 5 KALI! CEPAT!"
"SIAP!!" Raka dan Ibnu langsung menuju lapangan untuk melaksanakan hukuman. Tadi dia berniat untuk melawan, setelah dipikir-pikir, gak ada untungnya juga ngelawan guru, nanti malah dihukum lebih berat.
◍•ᴗ•◍
Guru mata pelajaran matematika pergi keluar, dan dia meninggalkan sebuah tugas. Soalnya memang cuma lima, tapi anaknya banyak. Semua warga kelas sebelas Akuntansi satu tengah berusaha untuk mengerjakan tugas tersebut. Begitu juga Mitha, dia tampak serius mengerjakan soal demi soal.
"Mit?"
"Kenapa, Nis?" sahut Mitha tetapi tidak menoleh menatap Nisa.
"Lo lagi ada masalah ya sama Kak Faiz?" penyataan itu sontak mengentikan aktifitas Mitha yang tengah menghitung.
"Kenapa tanyanya gitu?" Dia menyerngit heran.
"Ya kelihatan aja sih, kalo lo lagi jauhin kak Faiz," tutur Nisa.
"Aku gak mau digosipin lagi," balasnya.
"Gue yakin ada alasan selain ini, ayolah Mit, jujur."
"Alasan apa? Emang bener kok, aku cape! Di mana-mana pasti diomongin, kamu bilang gini, karna kamu belum ngerasain jadi aku," lirih Mitha.
"Setidaknya lo lebih beruntung, Mit."
"Beruntung gima--"
"Kerjakan woy! Jangan ngobrol!" teriak Danu.
"Iya-iya!" sahut mereka dengan kesal.
♥(✿ฺ'∀'✿ฺ)ノ
Haloo kalian! Apa kabar! Kabar baik semoga!!
Bab 30 akhirnya update! Jangan lupa baca! Jangan lupa juga vote dan coment!