★ Tiga

5.7K 208 11
                                        

"Gue laper, Makan yuk!" ajak Burhan saat mereka sedang latihan bersama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gue laper, Makan yuk!" ajak Burhan saat mereka sedang latihan bersama.

"Yaudah, yuk. Gue laper juga," balas Nizar. Sedangkan Raka dan Ibnu hanya ngikut saja.

Mereka sudah berada di mobil, siap menuju tempat makan. Jam menunjukan pukul 17.30, matahari mulai tenggalam, digantikan indahnya rembulan. Di trotoar jalan raya, banyak pedagang kaki lima yang sudah mulai menata barang dagangannya.

"Ka, nanti pulangnya lewat sini lagi, ya?" ujar Burhan.

"Kanapa?"

"Gue mau beli jagung bakar yang ada di situ, kayaknya enak tuh," balas Burhan.

"Yaudah oke."

"Aaa thank you! Rakacu," ucapnya dengan nada yang menjijikan bila di dengar.

"Buset dah, najis, Mas!" semprot Nizar.

Tak terasa, mobil Raka akhirnya terparkir di tempat makan itu, setelah selesai memparkirkan kendaraannya, mereka langsung bergegas masuk ke dalam rumah makan itu dan mulai memilah tempat duduk.

◍•ᴗ•◍

Mitha melemparkan tasnya ke sembarang arah, dia pun menjatuhkan diri ke kasur yang empuk itu. Rasa lelah yang mendera, membuat Mitha betah untuk berbaring, memanjakan tulang-tulangnya.

"Kak Mita, Kak Mita!" Suara teriakan khas anak SD terdengar di kamar Mitha.

"Kenapa, Dek?" tanyanya sembari bangkit dari kasur.

"Kaka, anterin ke mini market, yuk!" bujuk anak itu dengan muka memelas, yang tujuannya adalah membuat Mitha iba dan mau mengantar dia ke mini market.

"Tapi, Kaka belum mandi," jawab Mitha.

"Mandi dulu sana, atau aku aduin ke mama, nih! Kalo Kaka ga mau nganter!" ancamnya.

"Rese ya kamu!" ucap Mitha sembari mencubit pipi adiknya itu. "Yaudah, kaka mandi dulu."

"Jangan lama-lama, ya!"

"Bawel deh! Udah sana kamu tunggu di bawah, kaka mau mandi," balas Mitha.

"Siap, Kak!" seru Malvin. Siapa dia? Dia adalah adik bungsu Mitha yang saat ini tengah duduk di bangku SD. Terpaut umur 6 tahun tak membuat keduanya berjarak. Mitha yang selalu perhatian, membuat keduanya akrab dan saling membantu.

◍•ᴗ•◍

Lantunan lagu berjudul Seberapa Pantas milik Sheila On 7 terdengar di mobil Raka. Mobil itu bergabung di antara padatnya jalanan. Selepas makan tadi, Raka memang memutuskan untuk mengantar sahabatnya terlebih dahulu.

"Ka, berhenti! Gue mau beli jagung, lo lupa?" Ucap burhan tiba-tiba membuat Raka langsung menginjak rem mobil.

"Yaelah gue kira apaan! Yaudah gue puter balik," balas Raka.

"Efek capek, ya, Mas Raka?" ucapan itu langsung mendapat sorotan tajam dari mata Raka.

"Aduh, Mas. Jangan liatin dedek gitu dong, kan' dedek jadi malu," goda Nizar. Sedangkan Ibnu dan Burhan hanya terkikik geli dengan ucapan Nizar.

"Udah deh, Zar, kena semprot si Raka baru tau rasa!" timpal Ibnu.

"Haha, iya dah iya. Becanda gue," balas Nizar.

Mobil Raka terhenti di depan penjual jagung bakar. Kalo bukan Burhan yang minta, mungkin sekarang dia sudah sampai rumah dan mulai mengistirahatkan tubuhnya itu.

"Lo mau jagung bakar kagak?" tanya Burhan.

"Mau deh satu," jawab Nizar.

"Raka mau? Ibnu?" tawar Burhan.

"Boleh deh," balas Ibnu.

"Raka?" tanya Burhan sekali lagi.

"Kagak," balas Raka singkat.

"Oke!" ucap Burhan.

"Mang, mau jagung bakar 3 ya, dibungkus!" serunya.

"Oke siap, Den."

Sembari menunggu mereka memilih menghabiskan waktu masing masing, Raka yang lebih memilih untuk mengecek ponselnya, Ibnu dan Nizar memilih untuk merehatkan tubuhnya. Sedangkan Burhan memilih untuk stalking para gadis cantik instagram hingga tak sadar kalo pesanannya sudah siap.

"Den, ini sudah matang," ucap sang pedagang itu.

Burhan masih asik dengan ponselnya, hingga Raka sadar kalau pesanan Burhan sudah selesai.

"Hey!" panggil Raka.

Burhan masi diam.

"Hey!"

"Hey tayo, hey tayo-"

"Goblok! Itu jagungnya udah mateng, bego!" ucapan Raka membuat Burhan menyengir. "Bego amat dah lu!" semprot Raka.

"Hehe, gue kira lo ngerjain gue pake hey tayo!" balas Burhan cengengesan.

"Ada-ada saja, Den!" ucap sang penjual jagung bakar, sembari mengulum senyum.

"Hehe, jadi berapa mang?" tanya Burhan.

"Jadi tiga puluh ribu, Den," jawab sang penjualnya, Burhan langsung merogoh sakunya dan mengambil uang lima puluh ribuan.

"Nih, Mang, kembaliannya ambil aja," pinta burhan sembari menyodorkan uang.

"T--tapi Den," ucapnya terbata.

"Burhan yang ganteng ini tidak menerima penolakan! Udah mang. Ambil aja udah."

"E--eh yaudah, makasih ya. Den,"

"iya, Mang!" balas Burhan. Setelah itu Burhan meminta Raka agar menutup Jendela itu.

♥(✿ฺ'∀'✿ฺ)ノ


Gimana kabar dompet? Dompet pas liburan pasti tipis, wkwk:v

Seperti yang sebelumnya, aku mau ngucapin Makasih yang banyak😁 Buat kalian yang baca cerita ini, Buat Siodi, and buat temen temen satu gc orang pao dan gc pelampung💖

Makasih udah mau jadi tempat berbagi♡

Love you guys,

_Dita putri♡

Mitha Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang