[MASIH PROSES REVISI | MAAF APA BILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA, ATAU HURUF KAPITAL]
Mitha Aprilia, seorang siswi SMK berjurusan Akuntansi. Baginya Akuntansi itu istimewa, perlu keseimbangan untuk benar. Gadis pencinta bunga Mawa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Raka dan Mitha mulai berbincang-bincang membicarakan apa yang bisa dibicarakan. Kayak misalnya membicarakan tentang sekolah. Dia bercerita tentang sekolahnya, dan untungnya Raka adalah pendengar yang baik.
"Kamu sekolah di mana emang?" tanya Mitha.
"Di SMA Mandiri," jawabnya.
"Wah lumayan deket dong ya?"
"Iya, tapi lebih jauh sekolah gue." Saat mengobrol dengan Raka, Mitha tak terlihat seperti orang sakit, dia tetap bisa tersenyum.
"Ka Mita!!!!" Suara khas anak SD itu reflek membuat Raka dan Mitha menoleh ke arah pintu.
"Malvin!" ucap Mitha. Malvin langsung menghampiri kakaknya yang sedang sakit itu.
"Ka Mita, kenapa? Sakit ya? Jangan sakit dong! Nanti yang ngajarin Malvin ngitung siapa? Kalo Ka Mitha sakit," tuturnya dengan polos.
"Mitha? Kamu gakpapa, sayang?" tanya Usi -mamah Mitha-
"Kami khawatir banget saat tau kamu ada di rumah sakit," timpal Papah Mitha.
"Mitha gakpapa kok, pah."
"Eh iya, kenalin dia Raka, dia yang bawa Mitha ke rumah sakit pas pingsan," ucap Mitha.
"Halo Om, Tante," sapa Raka dengan sopan.
"Makasih ya nak Raka, sudah nolongin anak Om, Mitha."