★ Tiga puluh tiga

3.1K 115 3
                                        

Setelah selesai makan, sesuai janjinya Raka mengajak Mitha ke sebuah Gramedia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah selesai makan, sesuai janjinya Raka mengajak Mitha ke sebuah Gramedia.

Cewek itu terlihat sangat bahagia, tatkala melihat tumpukan buku-buku yang tampak tersusun rapih.

"Subhanallah," gumam Mitha.

"Pilih aja nanti gue bayar." Mitha mengangguk paham.

Cewek itu mengambil satu novel, membacanya blurbnya lalu ia kembalikan, begitu seterusnya.

Sembari menunggu Mitha selesai, Raka ikut melihat-lihat barang yang ada di sana.

Langkahnya terhenti saat tak sengaja melihat tumpukan kalkulator di sudut ruangan. Raka mengambil satu kalkulator dan melirik ke Mitha yang masih sibuk memilih.

Diakan anak akuntansi ... Gumamnya.

Tanpa pikir panjang Raka membawa kalkulator itu dan menghampiri Mitha.

"Udah?"

"Belum, Aku bingung. Menurut kamu bagusan ini atau ini?"

"Terserah sih, gue gak tau soalnya."

"Yah ...."

"Kalo lo suka, ambil aja. Tenang gue bayar."

"Wah serius?"

"Ya."

Gadis itu terlihat sangat senang, senyumnya mampu membuat Raka ikut tersenyum.

"Raka?" yang dipanggil hanya bergeming.

"Anak IPA, ada pelajaran akuntansi gak?"

"Ada, kenapa emang?"

"Aku saranin kamu beli buku itu deh." Jari telunjuknya mengarah ke sebuah jejeran buku bertuliskan Akuntansi.

"Ha?"

"Buku ini cocok sama kamu."

"Ogah dah! Puyeng gue sama akuntansi," tutur Raka. Mitha hanya tertawa menanggapinya.

"Nih bocah, malah ketawa!"

"Haha ... Maaf-maaf Akuntansi itu gak semenyeramkan itu kok, nanti deh kapan-kapan aku ajarin kamu akuntansi."

"Janji ya?"

"Iya janji," balas Mitha.

"Udah cuma dua?" Mitha mengangguk.

"Yakin gak mau nambah?" Mitha menggelengkan kepalanya.

"Ini udah lebih dari cukup, Rak!"

"Yaudah yuk!" ajak Raka.

Raka dan Mitha sedang mengantri di kasir, antriannya cukup panjang, jadi mereka harus rela menunggu.

Mitha membawa 2 buku dan Raka membawa satu kalkulator, Mitha heran kenapa Raka membeli kalkulator. Tapi dia mencoba bodoamat, dia mau beli kalkulator atau engga bukan urusanku ... Batin Mitha.

Mitha Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang