★ Empat puluh lima

3.1K 116 3
                                        

Raka sedang bersantai sembari memutar lagu kesukaannya, dia duduk di sofa yang berada di kamarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Raka sedang bersantai sembari memutar lagu kesukaannya, dia duduk di sofa yang berada di kamarnya. Lagu In my blood milik Shawn Mendes mengalun indah, memecah kesunyian.

Raka menatap sebuah kertas berukuran 12,5x9 cm. Dia membaca berulang-ulang kalimat itu, dia sangat penasaran dengan siapa pelakunya.

"Apa pelakunya sama? Sama yang bikin Mitha jatuh ke kolam renang?" monolog Raka. Dia meremas rambutnya sendiri. "Kalo bener iya, berarti kemungkinan besar, dia satu sekolah dong sama gue?"

Ponsel raka berdering, dia mengambil ponselnya lalu menempelkannya ke telinga.

"Woy Rak?!!"

"Oit, kanapa?"

"Gue ada di depan, cepet lah turun!"

"Masuk aja, gue ada di kamar. Gue males turun." Raka langsung mematikan ponselnya. Di rumah memang sedang sepi, hanya ada Raka di rumah. Pembantu serta mamahnya sedang belanja bulanan, sedangkan papahnya kerja seperti biasa.

Ketukan pintu mulai terdengar, "Masuk aja gak dikunci," teriak Raka dari dalam kamar.

"Gue gabut di rumah, makanya gue ke sini, lo lagi sibuk?"

"Oh ... Enggak. Gue lagi pusing aja."

"Eh iya rak?! Mitha gimana keadaannya baik?" tanya Ibnu.

"Alhamdulillah baik."

"Alhamdulillah, BTW lo pusing kenapa? Mikirin utang?"

"Sembarangan!!"

"Haha ... Terus apa?"

Raka memberikan kertas itu kepada Ibnu, dia menceritakan dari mana asalnya kertas itu. Ibnu terkejut mendengar penjelasan Raka.

"Gak nyangka gue!"

"Si Mitha kelihatannya baik-baik aja loh, ternyata punya masalah," sambungnya.

"Gue aja kaget. Kira-kira siapa ya, pelakunya?"

"Eum ... Pelaku pas di pesta atau teror?"

"Dua-duanya?"

Ibnu memutar otaknya untuk berfikir, pelakunya pasti tidak suka Mitha. Tapi apa alasannya?

"Ah iya!!! Rumah si ima kan mewah, pasti ada tuh CCTVnya!!" mendengar kalimat ibnu Raka langsung bangkit meninggalkan Ibnu.

"Woy!! Mau ke mana lo?!"

"Rumah Ima."

"Ikutlah bego!! Masa gue ditinggal!" Ibnu langsung ikut berdiri dan mengejar Raka yang sudah berada di luar kamar.

"Si bego! Musiknya belum dimatiin malah pergi aja." Alhasil Ibnu lah yang mematikan musik yang dari tadi mengalun.

◍•ᴗ•◍

Mitha Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang