[MASIH PROSES REVISI | MAAF APA BILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA, ATAU HURUF KAPITAL]
Mitha Aprilia, seorang siswi SMK berjurusan Akuntansi. Baginya Akuntansi itu istimewa, perlu keseimbangan untuk benar. Gadis pencinta bunga Mawa...
Mitha duduk di samping trotoar kebetulan di sana ada kursi kosong, dia mengeluarkan ponselnya dari saku, kemudian mencari kontak bernama papah.
"Nanti kalo udah pulang, telepon papah ya, sayang."
Dia teringat perintah sang papah, makanya dia sekarang mencari kontak bernama papah.
Baru saja ia akan mendekatkan ponsel ke telinga, mendadak ponsel itu mati, Mitha berdecak sebal.
Pake lowbat lagi! kesal Mitha.
Dia memasukan ponselnya, kemudian dia memutuskan untuk jalan kaki.
Di taman pasti banyak tukang ojek, ucapnya.
Dia berjalan ke arah taman, sendirian tentunya. Dengan kondisi tubuh yang sedang tidak fit. Dia memaksakan untuk terus berjalan. Hingga akhirnya, pandangannya mulai kabur. Langkahnya pun memelan, dan kepalanya terasa sangat pening. Kemudian dia tak sanggup lagi untuk berjalan.
Brukk
Dia jatuh di samping trotoar.
(◍•ᴗ•◍)❤
"Gimana dok, keadaan teman saya?" tanya Raka.
"Teman anda baik-baik saja, cuma saya perlu bicara dengan orang tuanya. Bisa tolong anda hubungi?"
"Nanti saya usahakan dok, tapi saya boleh nengok temen saya?"
"Boleh, silahkan. Saya ke sana dulu ya," ucap Dokter.
"Makasih, dok."
Raka masuk dalam ruangan dimana Mitha sedang dirawat. Dilihatnya Mitha sedang berbaring lemah di ranjang, dengan mata yang masih tertutup.
Dia mengambil kursi, lalu di dekat kannya di samping ranjang Mitha. Dia duduk di kursi itu.
Dia menatap wajah Mitha, satu kata yang tergambar dalam pikirannya sekarang, Cantik.
Mitha mulai membuka matanya, tentu saja dia bingung kenapa tiba-tiba ada diruangan yang didominasi oleh bau obat ini?.
"Aku di mana?" lirih Mitha. Raka yang tadinya sedang fokus dengan ponselnya, menjadi kaget saat mendengar lirihan Mitha.
"Lo ada di rumah sakit, tadi lo pingsan di jalan deket taman," jawab Raka.
Mitha mengernyit, dan mencoba mengingat-ingat siapa cowok yang sedang berada di depannya ini. "Raka?"
"Iya, gue Raka, peserta event yang sekolah lo adakan kemarin."
"Makasih ya."
"Iya sama-sama."
"Liat ponsel aku gak? Aku mau kabarin keluargaku," tanya Mitha.
"Ponsel lo?" ulang Raka.
"Gue gak liat Ponsel lo, mungkin jatuh tadi. Lo inget nomor keluarga lo?"
"Inget, boleh pinjem ponsel kamu gak?"
"Boleh." Raka menyerahkan ponselnya untuk dipinjam Mitha.
📞08267182929
"Halo, Assalamualaikum, pah."
"Waalaikumsalam, ini siapa?"
"Ini Mitha, Mitha pinjem ponsel temen."
"Oh iya nak, mau dijemput sekarang?"
"Mitha di rumah sakit, pah."
"RUMAH SAKIT?! kamu kenapa sayang? Kok bisa?"
"Nanti Mitha ceritain. Papah langsung kesini aja ya pah."
"Iya sayang, papah langsung on the way sekarang, kamu kasih tau papah. Kamu ada dirumah sakit mana?!"
"Raka?"
"Iya?"
"Ini di rumah sakit mana ya?"
"Rumah sakit, Harapan sehat, Mit."
"Di rumah sakit harapan sehat pah."
"Yaudah sayang, papah langsung ke sana."
Mitha mematikan sambungan teleponnya. Dia tau, bahwa sekarang orang tuanya pasti lagi khawatir tentang keadaannya.
"Makasih ya Raka."
"Kembali kasih." Raka tersenyum, Mitha yang tak sengaja melihat senyum Raka pun tiba-tiba pipinya menghangat.
"Emm, Mit? Tadi lo kenapa pingsan? Lagi sakit ya?"
"Enggak tau, tadi tiba-tiba pusing, terus hilang keseimbangan."
"Eh iya, kamu kok bisa bawa aku ke sini?" sambung Mitha.
"Ohh gitu, tadi gue lagi di taman terus gak sengaja liat lo pingsan. Yaudah akhirnya gue bawa aja ke sini."
"Sekali lagi Makasih ya Raka."
"Udahlah, makasih mulu prasaan," kekeh Raka.
♥(✿ฺ'∀'✿ฺ)ノ
Sejauh ini, gimana pendapat kalian tentang cerita ini?^^
BTW thanks banget buat kalian yang sudah mau baca!