Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah membeli gaun Raka dan Mitha memutuskan untuk keluar dari mall itu.
"Mau beli bunga?"
Mitha mengernyit, "bunga apa?"
"Katanya mau minta gue anterin lo buat beli bunga?" jelas Raka.
Alis Mitha bertautan, setelah beberapa detik berpikir, akhirnya dia ingat tentang kebohongannya tadi pagi. "Ah iya! Mawar!!" Satu alis Raka terangkat.
"Jadikan?"
"J--jadi!"
"Oke." Raka langsung tancap gas untuk pergi ke toko bunga.
◍•ᴗ•◍
Seperti biasa Raka mengantarnya pulang, pulang dengan selamat. Tanpa lecet sedikit pun.
"Makasih ya, mau mampir?"
"Iya, enggak dah. Lain kali aja," jawabnya sembari tersenyum.
"Oke, kamu hati-hati ya."
"Iya, duluan ya." Mitha mengangguk, kemudian Raka pergi dengan mobilnya.
Setelah mobil Raka sudah tak terlihat lagi, ia langsung bergegas untuk masuk.
"Assalamualaikum. Mah?"
Tidak ada jawaban, mungkin mamah di dapur? Batin Mitha. Ia segera menuju ke dapur, dan benar saja sang mamah ada di sana.
"Sudah pulang sayang?"
"Udah, Mah." Gadis itu meraih tangan Lin kemudian menciumnya.
"Raka gak mampir?"
"Enggak, Mah. Eh mah? CCTV di balkon kamar udah dipasang?"
"Udah, emang kenapa? Kok tiba-tiba minta dipasang CCTV?"
"Eumm ... Eumm buat keamanan Mitha aja, mah. Hehe," ucap Mitha.
"Keamanan? Maksudnya?"
"Ah pokoknya itulah! Mitha mau mandi dulu, bye! Mamah sayang." Setelah berkata seperti itu dia langsung berlari menuju kamarnya.
"Eh, Mitha! Jelasin dulu, Nak." ucap Lin sembari geleng-geleng kepala, "ada-ada aja tuh anak."
◍•ᴗ•◍
"Kak Mita?! Ada paketan," ucap Malvin dari luar kamar.
"Kenapa?" gadis itu membuka pintu kamarnya.
"Ada paketan." Malvin menyodorkan sebuah kotak persegi berukuran lumayan besar.
"Dari siapa?" Malvin mengendikan bahunya sembari berkata, "gak tau, kak."
"Oh yaudah deh, makasih ya, dek." Malvin mengangguk kemudian dia berlari menjauh dari kamar Mitha, lebih tepatnya cowok itu berlari menuju ruang tv.
"Apa jangan-jangan orang yang sama?" monolog Mitha.
Buka gak ya? Kalo dibuka takut, gak dibuka kepo Batinnya.
Setelah kurang lebih lima menit gadis itu bimbang, akhirnya dia mendapat keputusan untuk membuka bingkisan itu.
Mulutnya menganga saat melihat isi kotak itu. Kotak yang berisi gaun, ya gaun!
"Kok?! Bukannya ini buat temennya ya? Kenapa ngirimnya ke aku?" cewek itu kembali bermonolog.
Dia menemukan kertas kecil di atas daun itu.
Pakai. Gue mau lo temenin gue ke acara itu.
"Maksudnya?" dia mengernyit heran. Dia mencari ponselnya untuk menanyakan ini kepada Raka.
Keberuntungan memihak pada gadis itu baru saja ia akan menelpon tapi malah Raka duluan yang nelpon.
"Halo, Raka? Ini maksudnya apa?
"Gue pengen lo pake gaun itu, dan lo temenin gue untuk dateng ke pesta ulang tahun temen gue."
"What?! Gak! Gak mau ih."
"Dilarang untuk nolak. Gue tampil hari itu, gue pengen lo ada di sana."
"Kenapa harus aku?"
"Karena senyum lo penyemangat gue."
Mendengar kalimat itu pipi Mitha tiba-tiba menghangat. Namun semua itu tidak bertahan lama, karena suara ketukan pintu kamarnya.
"Nanti aku pikir-pikir lagi deh. Udah dulu ya. Bye. Assalamualaikum." Mitha mematikan sambungan telepon secara sepihak.
"Waalaikumsalam," balas Raka dari seberang.
"Mit?" suara seseorang dari luar kamarnya. Buru-buru Mitha merapihkan bingkisan itu dan menaruhnya di dalam lemari.
"Iyaa, masuk aja Nis. Gak dikunci kok," teriaknya.
Krek ... Pintu terbuka.
"Gimana udah dipasang CCTVnya?" tanya Nisa.
"Udah kok." Mitha membawa menuju balkon kamarnya lalu menunjukan letak CCTVnya.
"Oke, bagus. Udah lo ssambungin ke laptop?"
"Belum, aku baru balik tadi."
"Lah baru balik?"
"Pasti abis jalan-jalan sama Raka ya?" Mitha mengangguk.
"Haha ciee ...."
"Apasih, Nis!"
"Sekarang udah ada gantinya Kak Faiz nih?"
"Apasih! Gak jelas."
"Haha ... Temen gue malu-malu."
"Udah ah, ini aku gak tau caranya." Mata Nisa beralih pada laptop Mitha.
"Gue juga gak paham sih."
"Lah terus gimana?"
"Danu keknya bisa bantu," tutur Nisa.
"Ah iya! Danu!" ucapnya dengan penuh semangat.
Nisa langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Ibnu.
♥(✿ฺ'∀'✿ฺ)ノ
Halo guys!!
Apa kabar kalian hari ini?
Buat yang kelas 12 semangat ya! '-'
Aku ucapin Terima kasih yang sebesar-besarnya karena udah mai mampir ke cerita ini '-'
Jangan lupa ditambahkan ke reading list ya!
Selamat membaca dan jangan lupa vote dan comment ya!
_Dita putri♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Mitha
Ficção Adolescente[MASIH PROSES REVISI | MAAF APA BILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA, ATAU HURUF KAPITAL] Mitha Aprilia, seorang siswi SMK berjurusan Akuntansi. Baginya Akuntansi itu istimewa, perlu keseimbangan untuk benar. Gadis pencinta bunga Mawa...
