★ Tiga puluh enam

2.9K 120 7
                                        

"WOY! lo pada gak mau ke kantin?" ucap Ogy

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"WOY! lo pada gak mau ke kantin?" ucap Ogy.

Danu melihat muka Mitha yang penuh keresahan, "lo kenapa?"

"Dia kenapa, Nis?"

"Lagi bingung dia," jawab Nisa.

"Bingung kenapa?" tanya Ogy. Nisa menceritakan ulang kejadian yang dialami Mitha tadi pagi. Mereka tampak mendengarkannya dengan serius.

"Aneh."

"Iya, aneh banget sumpah!" timpal Ogy.

"Nah makanya, kita tuh dari tadi bingung."

"Lo tenang aja, Mit. Kita pasti bantu kok!" serunya.

"Makasih semua," lirih Mitha.

"Bentar gue petik kesimpulannya dulu, Surat itu jelas-jelas menunjukan kalo si pengirim gak suka kalo Mitha deket sama 'dia' nah yang jadi pertanyaan, dia itu siapa?" tutur Danu.

"Apa Faiz?" ucap Ogy.

"Menurut gue gak mungkin deh, toh kak Faiz udah gak sedekat dulu sama Mitha," kata Nisa.

"Apa kak Fina masih gak suka sama aku?"

"Bisa jadi. Kita semua taukan? Sifat Fina?" refleks semua mengangguk.

"Tapi kita gak boleh nuduh orang tanpa bukti."

"Bener juga si Ogy," balas Danu.

"Gini aja Mit, di balkon lo kasih CCTV biar nanti kita tau ciri-ciri si pengirim."

"Bener juga ide kamu, Dan."

"Siapa dulu dong! ... Danu!!"

"Iya-iya, aku coba saran kamu, Dan," ucap Mitha.

"Semoga kita bisa tau siapa pengirimnya," ucap Danu.

"AAMIIN," jawab mereka serentak.

Ogy melihat jam dinding yang ada di kelasnya, "Eh, waktu istirahat masih lumayan lama loh! Kantin yuk! Cacing gue udah demo," ucap Ogy.

"Haha ... Ayok dah!" balas Danu

"Yuk, Mit? Udah gak usah dipikir pusing, entar malem gue nginep di rumah lo dah," tutur Nisa.

"Serius?" mata Mitha langsung berbinar. "Iya," balas Nisa.

"Okee! Makasih ya, Nis."

◍•ᴗ•◍

Bel tanda pulang sudah berbunyi, tinggal Mitha sendirian yang belum keluar. Dia masih membereskan buku-bukunya.

Mitha sangat terkejut karena tiba-tiba Fina berada di ambang pintu kelas.

"Kak F--ina."

"Gue mau ngomong sama lo," ucapnya to the point.

"Ng--ngomong apa?" Mitha mengutuk dirinya sendiri, harusnya dia tadi pulang bareng Nisa, jadi dia pasti tidak sendirian.

"Kami mau minta maaf," ucapnya.

What?! Apa mitha tidak salah dengar?!

"Iya, maafin kami ya, Mit?"

"Jujur gue emang gak suka sama lo, dan gue masih suka sama Faiz. Tapi liat Faiz menderita karna jauhin lo, buat gue sadar. Memang Faiz ditakdirkan bukan untuk gue, gue mohon lo jangan jauhin Faiz lagi, ya?" Mitha terkesiap mendengar ucapan Fina.

Mitha gak mimpikan?! Fina yang kemarin melabraknya tiba-tiba meminta maaf?

"Lo maafin kita, kan?" tanya Cita.

"MITHA!" serunya.

"R-raka?"

"Lo mau apain dia lagi? Gak puas kalian bikin dia nangis? Gak puas kalian bikin dia luka, ha?"

"Sebenernya gue gak enak ngomong kayak gini ke cewek, tapi mau gimana lagi? Lo udah keterlaluan."

"Raka stop!"

"Dia udah minta maaf, dia ke sini untuk minta maaf." Raka terkesiap, dia menatap muka Fina dan temannya.

Apa benar? Pantas saja tadi tidak ada perlawanan. Mereka hanya menunduk saat Raka memarahinya.

"Maaf," ucap Raka.

"Gue tau, kita salah. Makanya kita minta maaf, dan lo gak berhak bentak-bentak kita."

"Gue harap lo maafin kita, Mit," ucapnya kemudian pergi meninggalkan Raka dan Mitha di kelas.

"Aduh, Raka! Kenapa tadi kamu marahin mereka?! Terus kenapa kamu bisa sampai ke sini?"

"Tadi gue udah nunggu di luar lama, dan gue liat sekolah lo udah sepi. Gue khawatir, makanya gue ke kelas lo. Dan saat liat mereka ada di sini, gue langsung kaget. Makanya gue tadi ngomong gitu." Pipi Mitha mendadak memanas.

"Yaudah yuk? Katanya mau cari kado?" Mitha menarik tangan Raka untuk keluar. Raka tidak merespons, dia hanya pasrah tangannya di pegang Mitha.

Mitha reflek melepaskan tangannya setelah menyadari kebodohannya.

Aduh, refleks! ada-ada aja sih. Bikin malu aja, batin Mitha. Gadis itu menepuk kening, merutuki perbuatannya barusan.

"Maaf yaa," lirihnya. Mitha menunduk, dia malu.

"Udah gapapa, gue juga gak keberatan kok kalo lo genggam tangan gue," ucap Raka sembari terkekeh.

"Ih!!"

♥(✿ฺ'∀'✿ฺ)ノ

Haloo jumpa lagi!!

Awal bulan nih '-' semoga lebih baik dari bulan sebelumnya.

Aku ucapin 'Terima kasih' buat kalian yang mau baca cerita ini♡

Jangan lupa like & coment ya!!

_Dita putri♡

Mitha Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang