(SEQUEL MAGENTA)
Sesuai dengan arti namanya, Magika berarti keajaiban, atau dalam istilah lain disebut dengan Miracle.
Begitulah penggambaran sosok Magika di hidup Magenta. Magika adalah sebuah keajaiban yang membuat Magenta tersadar, bahwa terkadan...
Budayakan Vote sebelum baca, dan komen sembari membaca:)
Happy Reading!
--- Kamu tidak boleh lemah, tunjukan pada dunia bahwa kamu baik-baik saja meski dengan atau tanpanya. ---
Magika tengah sibuk membereskan kamar ketika tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk. Cewek itu mengerenyit, merasa heran dengan suara itu. Jika itu adalah mamanya, maka ini kejadian yang amat langka. Karena biasanya wanita itu lebih sering langsung menyelonong masuk begitu saja.
Magika pun berdiri dan segera membuka pintu kamarnya untuk melihat siapakah gerangan yang mengetuk pintunya. Mulut Magika mendadak terbuka ketika melihat orang itu, raut wajah terkejut sekaligus gembira tidak dapat Magika sembunyikan. Magika langsung memeluk sosok yang sudah cukup lama tidak ditemuinya tersebut.
"Olla! Kangen banget gue sama lo!" ucap Magika yang masih memeluk sahabatnya dengan sangat erat tersebut.
"Sama Gika!! Gue juga kangen banget sama lo!" balas Olla, mereka pun mengendorkan pelukan masing-masing lalu saling menatap dengan senyum yang begitu merekah.
"Lo balik kok nggak bilang-bilang sih? Kan bisa gue jemput di bandara," ucap Magika.
Selama dua tahun terakhir atau tepatnya semenjak lulus SMA, Olla menetap di Paris untuk menempuh studi jenjang S1 jurusan hubungan internasional di sana. Selama itu pula Magika jarang bertemu dengan sahabatnya itu, karena paling-paling Olla hanya akan kembali setiap satu tahun sekali.
"Biar surprise kan," jawab Olla sambil menyunggingkan senyuman manisnya.
"Oleh-oleh buat gue mana?" Magika mengatungkan tangannya di udara berharap Olla memberikannya sesuatu yang dibawanya dari Paris sana.
Bukannya langsung memberi Magika oleh-oleh yang dimintanya, Olla justru berjalan begitu saja melewati Magika, masuk ke dalam kamar cewek itu dan merebahkan dirinya di kasur. Merasa pertanyaannya diabaikan, Magika mengikuti langkah kaki Olla untuk menuntut oleh-oleh darinya.
"Dikacangin lagi gue!" kesal Magika, dia ikutan duduk di atas kasurnya yang empuk. "Oleh-oleh buat gue mana La?"
Olla menghela napasnya kasar, dia yang sebelumnya rebahan mendadak duduk. Cewek itu membuka Tas nya, sedangkan Magika yang duduk tepat di sebelah Olla memasang wajah sumringah, tak sabar menanti oleh-oleh yang akan Olla beri kepadanya.
"Nih, buat lo." Olla menyerahkan sebuah gantungan kunci berbentuk menara Eiffel yang merupakan ikon dari kota Paris tersebut kepada Magika.
Magika menatap gantungan kunci tersebut dengan raut wajah tidak percaya. "Lo jauh-jauh dari Paris cuma bawain gue gantungan kunci?"
Olla nyengir kuda, memamerkan sederet giginya yang berjajar rapi. "Budget anak kos, maklumin lah Gi."
"Ya seenggaknya bawain makanan kek, apa gitu. Kalo enggak cogan di sana bawa ke sini, terus kenalin sama gue."
"Inget, lo punya Genta!" Olla memperingatkan. Memang dari dulu sampai sekarang Magika tidak pernah berubah, masih saja haus akan cogan. Padahal posisinya di sini dia sudah punya pacar.
"Gue sama Magenta putus," ucap Magika, raut wajahnya berubah menjadi sedikit murung.
"What? Seriusan? Kenapa? Sejak kapan? Kok lo nggak pernah cerita sama gue sih Gi?" Olla memberondong Magika dengan banyak pertanyaan.
Pernyataan Magika yang hanya singkat itu benar-benar membuat Olla terkejut. Tidak pernah ia sangka sebelumnya bahwa Magika dan Magenta harus putus. Karena setahunya hubungan mereka berdua sejauh ini baik-baik saja. Jikalau mereka bertengkar, pasti itu hanyalah masalah sepele yang tidak harus menyebabkan putus juga.
"Gue putus udah dua mingguan lalu, untuk alasannya kenapa, gue males bahas. Bikin sakit hati doang kalo diinget-inget lagi," jawab Magika.
Dia enggan membeberkan permasalahan sebenarnya yang terjadi di antara ia dan Magenta, Magika enggan membahas sesuatu yang jika diingat akan menyebabkan hatinya yang sudah mulai tertata kembali rapuh. Magika benci menangis untuk orang yang bahkan mungkin tidak akan pernah menangis untuknya.
Olla memeluk Magika, mencoba memberikan sedikit rasa nyaman bagi Magika yang sudah pasti tengah bersedih saat ini.
"Yang sabar ya Gi, cowok nggak cuma Genta doang. Lo harus move on ya," ucap Olla, dia kemudian melepas pelukannya dan tersenyum ke arah Magika.
"Sedang gue usahain untuk move on, doain aja berhasil," jawab Magika, dia tersenyum tipis.
Jika move on yang Olla maksud adalah benar-benar melupakan Magenta dari kehidupannya maka Magika tidak yakin ia bisa melakukannya. Hubungannya dengan Magenta sudah terlalu jauh untuk dilupakan begitu saja.
Lebih dari tiga tahun bersama, mengukir banyak kenangan indah, banyak hal yang telah mereka lewati bersama, rasanya akan mustahil jika Magika bisa melupakan semua itu.
Yang Magika ingin lakukan adalah berusaha mengikhlaskan, berusaha ikhlas jika dirinya bukanlah sumber kebahagiaan bagi Magenta, juga berusaha ikhlas jika di luar sana ada sosok lain yang lebih cocok dan pantas untuk mendampingi Magenta.
CERITA DI HAPUS SEBAGIAN KARENA KEPENTINGAN PENERBITAN.
YANG MAU BACA LENGKAPNYA BISA BELI VERSI NOVEL. TERIMAKASIH 😊
---
Kalo ada yang lupa Olla dan Dani itu siapa, mereka adalah sahabat Magika di SMA. Kalo masih belum inget, bisa baca ulang MAGENTA lagi heheh.
Jadi kira-kira apa yang akan terjadi di acara reuni? Silahkan menerka nerka sendiri. Yang jelas, bakLan ber-impact banget ke kehidupan GentaxGika kedepannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini Olla
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.