8. Ruang Rahasia

33K 1.6K 66
                                        

Mata Redi melotot tak berkedip ketika melihat jumlah viewers di video terbarunya mencapai 5 juta kali ditonton walaupun baru ia upload 2 hari yang lalu. Bahkan video yang ia beri judul Asrama Berhantu tersebut menjadi trending dan mendapatkan banyak komentar positif.

Rania : Kak, Please bikin part 2!

Agung : Next, part 2

Lima Pucuk : Serem njir! Wajib part 2 nih

Melihat videonya yang viral, tentu Redi merasa sangat bahagia. Sejak ia merintis sebagai youtuber, baru kali ini videonya menjadi trending. Semangatnya menjadi bertambah membara ketika melihat estimasi uang adsense yang tertampang di layar laptopnya.

"Waaah kalau gue bikin part dua, adsense gue bisa makin banyak. Satu video aja, gue udah dapat ratusan dollar. Gimana kalau gue bikin dua video atau tiga video lebih tentang asrama ini." Redi tersenyum senang sembari membayangkan sejumlah uang dengan nominal yang besar akan masuk ke rekeningnya.

"Gue harus cari cara buat ngerekam tiga tempat terlarang itu. Gue yakin pasti videonya bakalan trending lagi," pikir Redi.

Setelah merancang konsep konten yang akan ia buat, Redi terus memantau Aldian. Memastikan agar Kakak Tingkatnya itu tertidur pulas setelah pulang bekerja dari warung. Kalau tidak, bisa-bisa Aldian mengacaukan rencananya.

"Lo nggak tidur?" tanya Aldian. Kemudian ia menguap. Tubuhnya sangat penat. Wajar jika ia ingin segera beristirahat.

"Em ... saya mau bikin konten, Mas." Redi mengangguk sopan sambil tersenyum.

"Oooh. Ya udah." Aldian mengangguk. "Gue tidur duluan ya."

"Iya, Mas." Redi mengacungkan jempolnya, lalu berpura-pura fokus mengetik sesuatu di laptopnya agar Aldian tidak curiga padanya yang berniat ingin membuat konten asrama berhantu part 2.

Setelah memastikan Aldian sudah tertidur pulas, Redi mengendap-endap keluar kamar, mengecek apakah Pak Darto sudah pulang atau belum. Keinginannya membuat konten video part 2 begitu besar demi bertambahnya subscribers dan uang adsense. Ia bahkan tak takut sedikitpun tentang imbauan Pak Darto tentang tiga tempat terlarang.

"Apa pun yang terjadi, gue harus bikin asrama berhantu part dua. Biar subscribers gue terus bertambah." Redi terkikik pelan. "Bisa-bisa, gue jadi kaya mendadak kalau konten gue terus trending."

Redi menghela napas lega setelah berkeliling mencari Pak Darto. Motor butut yang biasa dikendarai Pak Darto pun juga sudah tidak ada. Itu berarti Pak Darto sudah pulang ke rumahnya.

"Waaah kelihatannya Pak Darto udah pulang ke rumahnya. Gue harus cepat-cepat bikin konten nih. Sebelum Pak tua itu memergoki gue masuk tempat terlarang," batin Redi.

Jam dinding asrama berdendang, menggemakan bunyi lonceng dua belas kali. Redi mulai menyalakan kameranya dan bersiap opening vlog asrama berhatu part dua yang akan ia upload besok pagi.

"Oke guys kembali lagi di youtube channel tempat angker. Seperti yang kalian request kemarin, gue bakalan menjelajahi asrama ini lagi," jelas Redi dengan suara pelan, takut penghuni asrama yang lain terbangun.

Redi mulai mengarahkan kameranya ke arah jam dinding. "Kalian bisa lihat guys. Sekarang jam dua belas malam. Sumpah gue merinding banget guys."

"Tempat di asrama ini yang pengin gue review adalah gudang penyimpanan, guys. Karena tempat itu selalu bikin gue penasaran," papar Redi sambil terus berjalan menuju gudang.

Sebelum membuat konten, tentu Redi sudah memikirkannya matang-matang. Tepat setelah ia membuat part 1, ia sudah mencuri kunci gudang yang Pak Darto bawa ke mana-mana. Kebetulan, kunci yang dibawa Pak Darto sangat banyak dan memiliki bentuk yang mirip. Oleh karena itu, Pak Darto tidak sadar jika salah satu kuncinya telah hilang.

"Kita masuk ya, guys. Hmm ... di ruang ini gelap banget guys." Redi mulai meraba tembok dan menemukan tombol lampu. Seketika gudang penyimpanan menjadi terang. Cukup kaget jika penerangan di gudang tersebut masih befungsi walaupun hanya sekadar cahaya remang-remang.

"Ruangan ini berdebu banget guys. Kalian bisa lihat ada banyak buku-buku lama dan barang-barang yang nggak terpakai." Redi mengarahkan kameranya menuju rak buku.

"Mari kita lihat ada buku apa saja yang ada di gudang ini, guys." Redi kemudian menata kameranya di rak, memposisikan agar bisa merekam aktivitasnya yang tengah melihat-lihat buku-buku lama.

"Buku di sini banyak yang berbahasa Belanda, guys. Lihat guys!" Redi memperlihatkan judul buku yang ia pegang ke arah kamera. Setelah puas, dia kembali mengambil buku lain untuk diperlihatkan.

"Nah, kalau buku yang ini ada petanya, guys! Coba lihat, guys!" Lagi, Redi memperlihatkan sebuah peta yang ada di buku ke arah kamera. "Gue nggak tahu peta apa ini. Mungkin ini peta harta karun kali, ya?"

"Oke." Redi mengembalikan buku itu ke tempatnya, lalu bersiap melakukan penutup. "Cukup sampai di sini aja vlog dari gue. Kalau kalian masih penasaran dengan part selanjutnya, jangan lupa komen, like, dan subscribe ya, guys. See you next time!"

"Hei anak baru! Ngapain lo di situ?" tegur Aldian yang sukses membuat Redi terperanjat. Saat ia hendak ke dapur mengambil minum, ia tak sengaja mendengar suara Redi dari arah gudang. Itulah sebabnya Aldian datang sekadar mengecek.

"Ya ampun, Mas Aldian! Ngagetin aja sih!" Redi mengelus-elus dadanya.

"Eh cepetan keluar! Jangan lama-lama di dalam sana! Ayo cepetan keluar!" titah Aldian.

"Saya nggak mau, Mas. Saya mau lihat-lihat dulu. Mumpung nggak ada Pak Darto dan Bu Lusi."

"Eh nih anak dibilangin malah ngeyel." Aldian masuk ke dalam gudang, lalu menarik tangan Redi agar keluar dari dalam sana.

"Ih bentar, Mas! Saya kan cuma mau lihat-lihat doang. Nggak nyuri!" Redi malah kembali masuk.

"Pokoknya lo harus keluar!" bentak Aldian. Belum jengah, dia menarik kembali tangan Redi.

"Saya nggak mau!"

"Eh lo itu-" Aldian mendorong kedua pundak Redi.

Braaak

Punggung Redi terhempas ke rak buku. Sejumlah buku berjatuhan ke lantai. Lalu tiba-tiba, rak buku itu terbuka. Aldian dan Redi seketika terkesiap.

"Eh ternyata di dalam gudang ini ada ruang rahasia," kata Redi.

"Gue nggak peduli ada ruang rahasia atau enggak. Sekarang lebih baik kita keluar dari dalam sini secepatnya." Aldian cepat-cepat merapikan buku-buku yang berserakan di atas lantai dan mengembalikannya ke tempat semula.

Redi tersenyum licik. Dia berpura-pura mengiyakan saran Aldian. Padahal sebenarnya dia memiliki rencana untuk kembali ke gudang itu untuk membuat vlog youtube ruang rahasia.

"Iya, Mas. Sini saya bantu beresin!" Redi ikut mengambil buku-buku yang berserakan lalu menatanya ke dalam rak.

Aldian tercekat saat menata buku terakhir. Di dalam sampul buku itu tertulis nama "Stephani Eleonora". Aldian mengingat kamar terlarang yang diimbau oleh Pak Darto. Dia bergidik, cepat-cepat mengembalikan buku itu ke tempat semula.

❤❤❤❤❤
Zaimatul Hurriyyah
Sabtu, 23 November 2019

Penghuni AsramaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang