Follow instagramku ya
IG = zaimatul.hurriyyah
👻👻👻👻👻
"Sampai akhirnya apa?" tanya Aldian penasaran, tak sabar dengan kelanjutan cerita Pak Darto.
"Sampai akhirnya ... Kakek saya mengajak sejumlah teman-temannya untuk mengangkat senjata melawan Belanda."
"Lalu?"
"Tentu saja mereka kalah. Kakek saya dan teman-temannya akhirnya tertangkap, disiksa di bawah ruang bawah tanah asrama dan tidak diberi makan dan minum. Dan, mereka pun meninggal."
Aldian terdiam, merasa iba dengan nasib Kakek Pak Darto.
"Arwah-arwah mereka masih bersemayam di dalam ruang bawah tanah itu. Mereka tidak bisa tenang sebelum mereka membunuh seluruh keturunan keluarga pejabat Eleonora," sambung Pak Darto.
"Tapi ... jelas-jelas Redi bukan keturunan pejabat Belanda. Muka Redi itu Jawa! Kenapa-"
"Itulah sebabnya Redi tidak mati! Dia bukan target penghuni asrama ruang bawah tanah!" potong Pak Darto.
"Redi masih linglung, Pak," tandas Aldian penuh penekanan.
"Itu karena salahnya sendiri! Dia telah melakukan aktivitas yang mengganggu penghuni asrama. Itulah akibatnya."
"Ta ... tapi...."
"Sebenarnya ... para penghuni asrama tidak akan mencelakai para Mahasiswa kalau para Mahasiswa itu bersikap sopan dan tidak melanggar batas-batas tempat terlarang. Selama mereka menuruti nasehat saya, pasti mereka aman-aman saja."
"Bagaimana bisa Pak Darto menjamin hal itu?"
"Kakek saya yang berwasiat seperti itu melalui mimpi." Pak Darto kembali menunduk. Sedih teringat kepedihan Kakeknya yang meninggal dunia karena kekejaman Belanda.
"Maksud Pak Darto?" Aldian masih belum mengerti.
"Saya bekerja sebagai penjaga asrama untuk meminimalisir korban. Saya selalu mengimbau para Mahasiswa agar menjauhi tiga tempat terlarang. Tapi masiiih saja Mahasiswa yang melanggar. Sebenarnya saya juga lelah bekerja menjadi penjaga asrama. Tapi itulah wasiat Kakek saya."
"...."
"Sempat saya ingin berhenti dari pekerjaan ini. Tapi Kakek selalu menegur saya dalam mimpi. Dia adalah satu-satunya arwah di asrama yang tidak menginginkan adanya korban," sambung Pak Darto.
"Kata Pak Darto, arwah-arwah warga pribumi ada di ruang bawah tanah. Lalu kenapa kamar Stevi dan hutan terlarang juga nggak boleh dimasuki?"
"Masing-masing tempat memiliki sejarahnya sendiri. Kedua tempat itu berhantu karena peristiwa yang terjadi di jaman dahulu."
"Peristiwa apa, Pak?"
"Peristiwa mengenaskan pada warga pribumi yang karena kekejaman Belanda. Jangan kira arwah warga pribumi hanya ada di ruang bawah tanah saja."
Aldian meneguk ludah, menyimak dengan baik cerita Pak Darto dengan seksama.
"Kekejaman Belanda dengan sistem kerja paksa membuat para warga pribumi yang bekerja di ladang menanam rempah-rempah menjadi sakit-sakitan. Dan banyak dari mereka yang meninggal dunia saat bercocok tanam. Seiring berjalannya waktu, ladang-ladang itu berubah menjadi hutan," jelas Pak Darto.
👻👻👻👻👻
Zaimatul Hurriyyah
Jumat, 10 Januari 2019
Apa yang membuat kalian suka sama cerita ini sih? Aku tuh penasaran deh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Penghuni Asrama
TerrorAldian bukan anak indigo yang bisa melihat "mereka". Tapi Aldian bisa merasakan ada sesuatu di asrama barunya. "Mereka" mengincarnya. "Mereka" menginginkannya masuk ke alam "mereka". Aldian menyimpulkan bahwa penghuni asrama bukan hanya manusia, ta...
