Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

39. Identitas Pak Darto Part 3

23K 1.2K 45
                                        

"Tak hanya itu saja. Setelah jaman penjajahan Belanda selesai, warga pribumi harus mengalami nasib yang lebih buruk pada jaman penjajahan Jepang. Mereka diperlakukan tidak manusiawi. Akhirnya, warga yang tersisa rentan terhadap penyakit. Mereka mudah terkena wabah. Mayat-mayat mereka di kuburkan secara massal di tengah-tengah hutan terlarang," jelas Pak Darto.

Aldian meneguk ludah lalu bergidik ngeri mendengarkan cerita Pak Darto. Dalam benaknya, masih terdapat banyak sekali pertanyaan yang perlu ia ungkapkan.

"Sudah cukup mereka hidup sengsara pada masanya. Bukankah sangat keterlaluan jika mereka diganggu bahkan setelah mereka menjadi arwah?" tandas Pak Darto. Dia mulai geram mengingat banyak sekali acara-acara di televisi yang mengeksploitasi keberadaan mereka yang tak kasat mata.

"Oke. Baiklah. Lupakan soal Redi. Dia memang salah karena mengganggu para penghuni asrama. Lalu bagaimana dengan Rafka? Apa dia harus mati hanya karena memasuki kamar Stevi?" tanya Aldian. Dia membutuhkan jawaban logis.

"Tadi saya sudah bertanya pada Stevi-"

"Tunggu tunggu! Bertanya pada Stevi?" mata Aldian melotot kaget. "Bagaimana Bapak bisa bertanya pada Stevi. Dia kan hantu."

"Saya ini indigo. Jadi saya bisa melihat mereka, termasuk Stevi."

"Oooh." Aldian mengangguk paham. "Lalu apa kata Stevi?"

"Dia bilang, wajah Rafka mengingatkannya pada Tony."

Bola mata Aldian terangkat ke atas, mengingat nama Tony yang terdengar tidak asing di telinganya. Ia pernah mendengar nama itu sebelumnya.

"Oooh Kakaknya Rafka ya?" tanya Aldian setelah berhasil mengingat siapa Tony yang dimaksud Pak Darto.

Pak Darto mengangguk. "Iya. Tony, Mahasiswa lancang yang menodai ranjang suci Stevi."

"Maksud Bapak?" dahi Aldian berkernyit penasaran.

"Tony pernah berzina di atas ranjang Stevi."

"Apa?!" Aldian terlonjak kaget.

"Itulah sebabnya kemarahan Stevi mencuat. Dia bahkan sempat mengajak Rafka berjalan di masa lalu Tony. Karena wajah Rafka sangat mirip dengan Tony, akhirnya Stevi membunuh Rafka dengan cara yang sama."

"Nggak masuk akal!" bantah Aldian. "Apa hanya gara-gara itu Stevi membunuh Rafka?"

"Memang tak masuk akal. Tapi itulah alasan Stevi."

"Sialan!" umpat Aldian.

"Untuk sekarang, saya sarankan kamu ganti pakaian dulu agar tidak masuk angin."

"Bagaimana bisa saya memikirkan hal-hal kecil seperti itu, Pak?"

"Ya sudah kalau kamu tidak mau. Saya tidak memaksa."

"Saya nggak bisa mikirin hal-hal kecil seperti itu karena masih banyak pertanyaan yang ada di pikiran saya tentang identitas Bapak sebenarnya. Cerita yang Bapak jelaskan masuh belum cukup membuat saya berhenti mencurigai Bapak."

"Tanyakan saja kalau itu bisa membuat kamu berhenti mencurigai saya," tantang Pak Darto. Dia tidak takut dicurigai karena dia yakin, suatu saat Aldian akan mengerti dengan niat baiknya menjaga asrama.

👻👻👻👻👻
Zaimatul Hurriyyah
Jumat, 10 Januari 2019

Jangan lupa follow instagramku ya.
IG = zaimatul Hurriyyah

Oh iya. Bagi kalian yang mau ikut grup chat, kalian bisa DM aja di instagram.

Kalian bisa tanya-tanya seputar dunia wattpad di grup tersebut. Saranghae❤

Penghuni AsramaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang