6. Penghuni Baru

36.5K 1.8K 121
                                        

Aldian membuka pintu gudang asrama. Dilihatnya banyak buku-buku usang yang berdebu, barang-barang antik, juga sebuah lemari tua. Gudang itu cukup luas, hingga menantang rasa penasaran Aldian untuk masuk ke dalam sana.

Aldian mengambil salah satu buku tua dari rak buku, lalu membacanya sebentar. Di salah satu halaman buku, terdapat peta rumah dengan penjelasan dalam Bahasa Belanda. Aldian tak mengerti dan memutuskan mengembalikan buku itu kembali ke dalam rak.

Sepasang tangan diam-diam menuju leher Aldian, merambat, lalu mencekik kuat-kuat. Aldian tak bisa bernapas. Kedua tangannya berusaha menurunkan tangan lancang yang tengah mencekiknya.

Aldian mulai kehabisan napas. Cukup lama dia berusaha hingga akhirnya dia berhasil melepaskan tangan lancang itu dari lehernya. Seketika dia berbalik. Anehnya, tidak ada siapa pun di dalam gudang itu. Ketika ia kembali berbalik ke arah rak, seorang pria kurus tak memiliki mata tiba-tiba berdiri di hadapannya.

Aldian terlonjak. Sebelum dia berhasil kabur, pria tanpa mata itu mencekik leher Aldian kuat-kuat. Aldian bergidik, mengamati betapa menyeramkannya pria itu. Bola matanya tak ada. Hanya darah merah segar yang bercucuran dari kelopak mata membasahi pipi.

"Ini ... wilayahku!" tegur pria itu memperingatkan.

"Aaargh!" pekik Aldian ketika kedua tangan pria itu mengangkat lehernya.

"Mas, bangun, Mas!" seorang remaja laki-laki mengoyak-ngoyak tubuh Aldian. "Mas, bangun, Mas!"

Aldian terkesiap dengan keringat dingin. Ternyata semua yang dia alami hanyalah mimpi. Anehnya, mimpi itu terasa sangat nyata.

"Minum dulu, Mas. Sepertinya Mas baru saja mimpi buruk." remaja itu bergegas meraih sebotol air mineral lalu memberikannya pada Aldian.

"Lo siapa?" tanya Aldian setelah meneguk air mineral itu.

"Oh iya. Kenalkan!" remaja itu mengulurkan tangan kanannya. "Nama saya Redi. Saya Mahasiswa jurusan Teknik Sipil semester 3."

Aldian menjabat tangan mahasiswa yang berwajah seperti remaja itu. "Gue Aldian. Semester 7."

"Saya baru di sini. Jadi kalau ada apa-apa, tolong kasih tau saya ya, Mas."

"Hm."

"Oh iya. Pak Darto sudah menghimbau saya tentang tiga tempat terlarang. Ih saya jadi ngeri." Redi bergidik.

"Ngeri kenapa?"

"Ya ngeri aja, Mas. Kabarnya, di asrama ini banyak banget hantunya."

"Kalau udah tau di sini banyak hantunya, ngapain lo masih mau ngekos di sini?" timpal Aldian dengan menaikkan sedikit volume suaranya.

"Saya ini youtuber, Mas. Subcriber saya sudah 400 ribu lebih. Masa' Mas nggak kenal saya sih. Saya lumayan terkenal loh."

"Apa hubungannya asrama berhantu sama youtuber, Bambang!"

"Nama saya Redi, Mas. Bukan Bambang. Saya maklumi kalau Mas Aldian lupa nama saya. Karena Mas Aldian baru bangun tidur. Jadi belum connect."

Aldian menepuk jidatnya sendiri. "Eh maksud gue itu, nggak ada hubungannya asrama berhantu sama youtuber tau!"

"Ada banget, Mas. Kalau ada hantu, berarti ada uang. Karena saya adalah youtuber penjelajah tempat berhantu. Edisi ke 34, saya pernah penelusuran ke Jawa Timur loh, Mas. Mencari tempat yang viral itu."

"Serah elo deh." Aldian mengacak rambutnya dan kembali tidur.

👻👻👻👻👻
Zaimatul Hurriyyah
Rabu, 20 November 2019

Penghuni AsramaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang