Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

45. Masa Muda Pak Darto Part 6

20K 1.1K 23
                                        

Komen sebanyak-banyaknya biar aku semangat ngelanjutin cerita ini

👻👻👻👻👻

"Aku adalah putri pemilik bangunan ini. Dulu... Ayah sangat menyayangiku. Dia memberiku segalanya." Hantu Noni Belanda itu mulai bercerita.

Darto terhenti. Dia duduk dan mulai menyimak.

"Meskipun dia Ayah yang baik, tapi dia adalah pejabat yang kejam. Dia selalu menyiksa warga pribumi. Dia bahkan membangun ruang bawah tanah di rumah ini hanya untuk tempat penyiksaan," sambung hantu tersebut.

"...."

"Suatu ketika... warga pribumi sudah tidak tahan dengan sikap Ayahku yang semena-mena. Mereka berencana melawan Ayahku. Tapi... mereka gagal. Ayahku berhasil menangkap lalu menyiksa mereka di ruang bawah tanah."

"Oooh jadi kau adalah putri dari orang yang menyiksa Kakekku?" tanya Darto memastikan.

"Iya," kata hantu itu mengakui. "Awalnya aku tidak tahu bahwa di bawah rumah ini terdapat sebuah ruang bawah tanah untuk tempat penyiksaan. Hingga suatu hari, Ayah memberiku sebuah hadiah ulang tahun berupa perpustakaan pribadi karena Ayah tahu, aku suka membaca. Saat aku asyik membaca, aku sering mendengar suara-suara aneh dari bawah lantai. Aku sangat terkejut saat mengetahui banyak kerangka manusia di dalam sana."

"Kalau kau adalah keturunan dari orang yang membunuh Kakekku, buat apa aku menolongmu? Bukankah itu hanya membuang-buang waktuku?" Tangan Darto mengepal, sebisa mungkin menahan amarahnya terhadap hantu noni Belanda itu.

"Tolong aku! Aku hanya ingin menjadi arwah yang tenang."

"Maaf, aku tidak bisa menolongmu."

"Aku mohon, tolonglah aku. Aku bosan menjadi arwah gentayangan seperti sekarang ini."

"Maksudmu?" dahi Darto berkernyit.

"Arwahku tidak diterima bumi karena aku sempat mempelajari ilmu-ilmu terlarang."

"Ilmu terlarang?"

"Iya." Hantu itu mengangguk. "Aku sangat suka membaca. Aku membeli banyak buku saat pulang ke Belanda lalu membawa semua buku-buku itu ke Nusantara. Di antaranya ada satu buku sihir. Karena aku penasaran, aku membacanya lagi, lagi, dan lagi. Hingga aku berpikir untuk mempraktikkannya."

"Kau sepertinya sudah gila!"

"Iya. Aku gila saat itu. Rasa penasaran membuatku terjerumus pada ilmu hitam yang terlarang. Hingga akhirnya... aku bersekutu dengan sejumlah siluman."

"Itu salahmu. Kau seharusnya memecahkan masalahmu sendiri. Tidak seharusnya kau ke kamarku tanpa izin seperti ini. Itu namanya lancang."

"Aku sudah putus asa. Aku hanya ingin kembali ke akhirat dengan tenang setelah bumi menerima arwahku."

"Eh saya ini cuma manusia. Mana bisa menolong hantu sepertimu."

"Kamu bisa."

"Enggak. Nggak bisa. Saya punya tugas lain di asrama ini."

"Kamu disuruh menjaga asrama, kan?" tebak hantu itu benar.

"Kalau iya, kenapa?"

"Aku akan menceritakan setiap detail tentang asrama ini. Asalkan kau mau membantuku. Aku mohon. Aku sangat memohon padamu."

👻👻👻👻👻
Minggu, 26 Januari 2020
Zaimatul Hurriyyah

Apakah Darto akan menolong noni Belanda itu?

Penghuni AsramaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang