12. Love?

18.5K 2.4K 282
                                        

"Ini hadiahnya, semoga kamu suka ya," ucap Yeonjun sambil memberikan sebuah kotak yang lumayan besar kepada Soobin.

Yeonjun baru saja menjemput pacarnya itu untuk pergi ke sekolah bareng padahal kata Soobin jangan pernah jemput dia.

Tetangga Soobin itu orangnya rese semua soalnya, lalu ingin tahu aja makanya Soobin gak mau pacarnya itu kesini, yang ada nanti risih sendiri.

"Hadiah?"

"Iya hadiah, kemarinkan kamu bilang mana hadiahmu, nah ini hadiahmu, maaf lama ngasihnya," jawab Yeonjun membuat Soobin menerima kotak tersebut.

Isinya apa ya? Apakah di dalam kotak ini ada banyak uang, ah sepertinya tidak mungkin.

Dia ingin membukanya tapi ada Yeonjun disana, kan malu langsung buka hadiah di depan yang memberi.

"Buka aja gapapa kok, biar kamu bisa meriksanya langsung atau bisa dibawa langsung ke sekolah juga bisa," perintah Yeonjun membuat Soobin langsung berpikir.

Bisa dibawa ke sekolah, jangan bilang barang ini yang ingin sekali Soobin dapatkan untuk saat ini, karena dia sangat butuh barang ini.

Soobin membuka kotak tersebut dan dia tersenyum ketika isinya ternyata sesuai dengan yang ada dipikirannya, yaitu sebuah laptop.

"Mungkin kamu lagi butuh laptop? Buat presentasi atau yang lain, soalnya setahuku sih kamu pasti sangat butuh itu," jelas Yeonjun membuat Soobin langsung mengangguk dengan senang, astaga dia senang sekali mendapatkan barang ini.

Soobin dengan berani mengecup singkat pipi pacarnya itu lalu tersenyum.

Yeonjun terdiam lalu ikut tersenyum, dia gak tau kalau Soobin berani melakukan hal ini.

"Makasih kak, ini pasti mahal sekali," ucap Soobin dengan mata berbinar karena mau menangis, dia gak menyangka aja bisa dapat laptop.

Dia bahkan rela bekerja setelah pulang sekolah demi mengumpulkan uang untuk membeli laptop dan Yeonjun tidak tau tentang ini.

Karena laptopnya sudah ada, sekarang Soobin akan mengumpulkan uang untuk membayar hutang orang tua sialannya itu.

Rentenir benar-benar datang saat itu, Soobin bahkan harus menutupi pintu dengan barang-barang yang berat agar pintanya tidak bisa di dobrak.

Sialan, dia semakin benci sama ayahnya ah bukan ayahnya pokoknya, dia benci pria bejat itu.

"Yaudah, kamu sudah siapkan? Ayo ke sekolah sekarang."

***
Bohong, aslinya Yeonjun tau kalau Soobin sedang ngumpulin uang untuk beli laptop, dia bahkan pernah mengikuti Soobin yang kerja di minimarket itu.

Dia juga tau kalau Soobin selalu mengerjakan tugasnya di warnet, dia tau kok, maka dari itu dia membelikan Soobin laptop, lagipula itu barang yang murah baginya.

Padahal apa salahnya jika langsung meminta kepadanya? Ah mana mungkin sih Soobin melakukan hal itu, Soobinkan orangnya tidak enakan kepada orang, apalagi dia bukan orang yang suka minta-minta.

"Nanti jika anak kelas bertanya ini laptop siapa, aku jawab apa ya, kak?" tanya Soobin sambil menatap kearah Yeonjun yang sedang fokus membawa mobilnya, cuaca sedang tidak mendukung bila harus membawa motor makanya dia bawa mobil.

"Jawab aja dari aku."

"Kakak mau aku dibully ya? Aku pasti akan dibully jika menjawab itu," ucap Soobin langsung ketika mendengar jawaban dari mulut Yeonjun.

Anak kelasnya pasti akan berkata seperti ini, Soobin sudah hapal sekali.

"Ah, ini pasti hasil dari mendekati om-om," atau ya begini "Jual diri seperti ibunya mungkin."

Alone -yeonbin✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang