5. Bully.

23.2K 3K 771
                                        

"Ih, keluarganya mengerikan ya, masa suami bunuh istri sendiri," sindir seseorang membuat Soobin yang baru saja masuk ke sekolah langsung menatap kearah orang tersebut.

Dia tau kalau orang itu sedang menyindirnya.

Sumpah untuk kali ini dia sangat lelah dibully, keluarganya baru saja hancur dan mereka tetap saja membully, entah apa sih yang sama Soobin sampai mereka tidak berhenti-henti membullynya.

"Napa lo lihat-lihat, mau bunuh gue juga? Seperti kelakuan ayah lo ke ibu lo itu?" ucap orang tersebut sambil tertawa diikuti oleh teman-temannya yang lain, kalau bisa Soobin mau bunuh tuh orang.

Dia mau menghapus ingatannya tentang itu dan sekarang dia malah teringat lagi, tentang hal itu, dimana ayahnya tega membunuh ibunya.

Ibunya salah apa sih? Ya emang salah sih karena kerjaanya menjadi pekerja malam dan itu karena terpaksa karena dari kerja itu ibunya memiliki sedikit uang untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

Heran aja kenapa ayahnya mau nikah sama ibunya kalau kesal dengan kerjaan ibunya.

Dia masih ingat sekali kalau ayahnya bahkan mengancam akan membunuhnya setelah dia bebas dari penjara membuat Soobin ketakutan sendiri, ayahnya serius?

Dia tidak ada salah sama ayahnya, mengapa ayahnya mau membunuhnya juga?

Walaupun kata mama Yeonjun gak perlu takut karena ayahnya gak akan pernah bebas alias di penjara seumur hidup ya karena kesalahannya itu banyak bukan sebatas membunuh istrinya doang.

"Hai," ucap seseorang sambil merangkul Soobin membuat orang yang sedang menertawakan Soobin langsung terdiam dan pura-pura menjadi lugu, sumpah Soobin ingin sekali memberikan bogeman ke muka-muka orang yang baru saja membullynya tadi.

Gak cowok, gak cewek semuanya sama-sama gak waras, bagi Soobin.

Ya karena yang membullynya itu semua orang, jadi cewek sama cowok termasuk, heran aja cowok kok hobi sekali gibah.

Soobin memegang tangan yang baru saja merangkul pundaknya, dia tau itu tangan pacarnya.

"Kenapa?" tanya Yeonjun sambil menatap kearah Soobin yang masih diam sambil memegang tangannya.

Setelah itu Soobin melepaskan tangan Yeonjun dan pergi dari sana, dia mau sendiri dulu.

Yeonjun tidak mengejar, mungkin pacarnya itu masih butuh waktu untuk menerima kenyataan dalam hidupnya, lagipula dia masih ada urusan disini, dia tau kalau orang-orang didepannya ini barusan saja membully pacarnya itu.

"Lo semua barusan ngebully pacar gue ya? Asal lo tau, gue bisa aja dengan mudah ngeluarin lo semua dari sekolah ini," ucap Yeonjun membuat mereka menggeleng, namun ada yang tidak menggeleng dia masih tidak suka Yeonjun pacaran sama Soobin.

"Oh itu pacar lo? Gue kira babu lo," ucap seseorang membuat Yeonjun langsung menerjang orang tersebut dan memberikan bogeman mentah, enak sekali dia menghina pacarnya.

Yeonjun kesal orang ini masih sana tersenyum tidak jelas kepadanya, sudah gila mungkin.

Lebih jelasnya tergila-gila sama Yeonjun makanya pasrah aja Yeonjun mau melakukan apa dengannya, masokis.

"Lo kenapa hah? Suka sama gue? Ayo jawab gila!" tanya Yeonjun masih menatap cowok di bawahnya itu, sedangkan anak-anak disana langsung melapor kepada guru ada juga yang sedang menonton, seru soalnya.

Soalnya yang berantem itu cowok top sama cowok bottom, makanya seru sesama cowok bukan cewek cowok.

Soobin baru saja kembali lagi ke tempat dia bertemu Yeonjun ya karena emang mau mencari Yeonjun dan malah kaget karena melihat muka orang yang berada di bawah pacarnya itu.

Alone -yeonbin✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang