52. Revealed.

11.5K 1.7K 177
                                        

Kondisi sekolah saat ini sangat kondusif walaupun sebelumnya ada kasus pembunuhan itu.

Mau bagaimanapun sekolah ini harus tetap menjaga tentang kasus pembunuhan tadi karena yang datang ke festival sekolahan ini bukan hanya anak sekolahan ini saja.

Namun anak sekolahan lainpun boleh datang kesini.

Yeonjun menatap kearah anak-anak yang datang ke sekolahan mereka itu.

Orang-orang yang menjaga stan harus tetap tersenyum walaupun masih merasakan ngeri.

Bagaimana tidak, mayatnya belum ditemukan dari tadi, lalu bisa saja pembunuhnya merupakan murid disini atau orang yang ada dilingkungan sekolah ini.

Irene menyuruh polisi agar tidak menyebar luaskan kasus ini demi menjaga nama baik sekolah, tidak peduli uangnya mau berapa karena uang sekolahan ini sangat banyak.

"Bundamu sedang bekerja keras saat ini," ucap Yeonjun yang masih duduk dengan Soobin yang sedang meminum susu almond itu.

Soobin cuma tersenyum kikuk merasa canggung dengan pembicaraan Yeonjun itu, dia tidak akan menyangka kalau bisa membunuh orang tadi.

"Lupakan hal tadi Soobin, kamu gak cocok menjadi pembunuh," suruh Yeonjun sambil menepuk kepala Soobin pelan lalu berjalan kearah teman-temannya yang memanggilnya itu.

Soobin cuna menganggukkan kepalanya, dia memang berusaha melupakannya, lagipula memikirkan hal itu membuat kepalanya pusing sendiri.

Semoga si Rachel tidak menghantuinya seperti Nagyung saat itu, padahal Nagyung saat itu bunuh diri bukan karena dibunuh.

Walaupun aslinya dia tertekan karena reputasi keluarganya diacak-acak oleh keluarga Yeonjun.

Keluarga pacarnya menggerikan sekali.

"Ayo ke kelas, sepertinya lebih baik berdiam di kelas daripada disini," ajak Renjun yang baru saja menepuk bahu Soobin dengan pelan itu.

Soobin segera menoleh kearah belakangnya dan mengangguk dia segera berdiri lalu mulai jalan di belakang Renjun.

Yeonhee tidak ada disini karena emang dia sibuk dikelas, ketua kelas yang sangat taat aturan sekali dan sangat tanggung jawab.

"Jangan gak menang aja kelas kita," ucap Renjun yang sedikit kesal karena anak kelas meminta uang kas kelas terus ke dirinya.

Renjun yang menjadi bendahara, jadi dia lumayan sibuk juga mengenai biaya yang diperlukan oleh anak-anak kelas.

Katanya kaya kenapa gak nambahin yang kurang pakai uang mereka coba.

"Pasti menang sih," ucap Soobin sambil menatap dari jauh kelas mereka, disana ada banyak anak kelas lain yang melihat.

Soobin saja suka kaget sendiri kalau sampai ke kelas mereka itu, mereka menghiasnya memang dengan sangat keren sekali.

Kali ini Soobin senang karena dia tidak membantu sama sekali karena benar, dia akan menghancurkan dekorasinya.

Saat Soobin baru saja masuk ada anak-anak dikelasnya yang terlihat sombong ke anak kelas lain itu.

Renjun memutarkan bola matanya lalu duduk di bangkunya itu.

Diikuti oleh Soobin yang duduk dibangkunya juga sambil menatap kearah jendela, dia melihat ada pacarnya disana yang sedang berbicara dengan santai ke temannya itu.

Ketika Soobin lihat lebih lanjut bukannya itu mengarah ke gedung kosong tempat mereka membunuh Rachel tadi?

Soobin mau memberi pesan ke pacarnya itu namun dia malah mendapatkan sebuah pesan duluan.

Alone -yeonbin✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang