Hai?
Ada yang menunggu cerita gaje ini?
***
Yeonhee menarik tangan Soobin agar mengikutinya ke kantin.
Soobin cuma bisa mengikuti cewek tersebut lagian dia juga tidak mau ditinggal sendirian di kelas yang sangat asing baginya walaupun kelas ini masih agak mendingan orangnya daripada orang-orang dikelasnya.
Bahkan Soobin pernah mengira kalau kelasnya itu orangnya pendiam tapi tidak sama sekali.
"Anak kelasmu ternyata jauh lebih baik daripada anak kelasku ya," ucap Soobin sambil berjalan di sebelah tuh cewek, mereka berjalan sambil ditatap oleh semua orang yang sedang berjalan di koridor tersebut.
"Oh pastilah, lagian aku ketua kelasnya jadi aku yang menertibkan mereka semua," jawab Yeonhee dengan bangganya sambil menepuk-nepuk dadanya sendiri membuatnya terbatuk sendiri.
Pantas saja ternyata nih cewek ketua kelas toh, ah dia jadi ingat saat awal masuk sekolah pernah ditawarin jadi ketua kelas juga.
Soobin sebenarnya mau saja namun anak kelasnya yang gak setuju, masa mereka diperintah sama orang miskin sih.
Harusnya mereka yang memerintah orang miskin, ya begitulah, makanya Soobin tidak mau ikut campur dalam hal seperti itu.
Irene yang sedang duduk di bangku yang ada di depan ruang guru tersenyum melihat Soobin yang berada diluar kelas saat jam istirahat seperti ini apalagi ada temannya juga.
Padahal kalau dia tidak melihat Soobin, dirinya akan menghampiri muridnya itu.
Lagipula dia tau kok kalau Soobin hari ini belajarnya di kelas sebelah, bukan dikelasnya sendiri karena anak-anak dikelasnya kena hukum oleh ibu Mina.
Sampai sekarang hukumannya belum selesai karena ibu Mina marah besar, membersihkan slime itu sangat susah apalagi membersihkan di rambut.
Makanya dia menambah hukumannya sampai jam terakhir sekolah.
Berarti Soobin akan terus belajar di kelas Yeonhee.
Ah salah, dia akan mengikuti pelajaran di kelas Renjun lebih jelasnya.
Baru saja mereka berdua masuk ke dalam kantin sudah ada banyak orang saja yang menghalangi pintu masuknya.
Yeonhee cuma memutarkan bola matanya, siapa lagi yang menganggu.
Ah ini bukan masalah Soobin, ini masalah Yeonhee.
Cewek yang menghalangi pintu masuk itu musuhnya Yeonhee, rival lebih jelasnya walaupun Yeonhee gak pernah menganggap seperti itu sih.
Siapa juga yang mau menjadikan rival, otaknya saja jauh berbeda dengan otaknya.
Yeonhee langsung mendorong cewek tersebut membuat cewek itu terjatuh.
Lalu mereka berdua segera masuk ke dalam kantin.
"Ah ada pacarmu ternyata," ucap Yeonhee sambil menoleh kearah Yeonjun yang sedang berbicara dengan Mark dan temannya yang lain.
Soobin gak mau menganggu, nanti disangka caper lagi sama pacar sendiri.
Lagipula mereka akan risih dengan Soobin, jadi lebih baik Soobin tidak mau mendekat kearah pacarnya itu.
"Lho gak mau kesana? Yaudah makan bareng aja kalau gitu," tanya Yeonhee membuat Soobin menganggukan kepalanya.
Lalu dia melihat Renjun yang baru saja mau masuk ke kantin tapi kena hadang lagi sama cewek tadi.
Padahal nih cewek gak ada masalah Renjun, Renjun cuma menatap tajam cewek tersebut.
"Aku gak ada masalah sama kamu, jadi minggir, tubuh besarmu itu menghalangi jalan tau," ucap Renjun dengan kasar lalu mendorong cewek tersebut hingga terjatuh lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone -yeonbin✔
FanfictionHanya kisah dari Soobin yang sendirian karena dibully dan kakak kelasnya yang menjadi pacarnya secara tiba-tiba tanpa pendekatan apapun, jangan lupakan sifat yang agak tertutup pacarnya itu. #1 in yeonbin || 120720 #1 in yeonjun || 120122 ➡️04.11.19...
