Rachel membuka pintu rumahnya dengan cepat, dia mau bertemu dengan kakak tirinya itu.
Mana buktinya kalau mendapatkan Yeonjun itu sulit? Ini cukup dibodohi saja dia sudah jatuh dihadapannya.
Yeonjun tidak sepintar itu ternyata, walaupun dia tau kalau Yeonjun adalah seorang pembunuh, tidak masalah.
Lagipula dia tidak taukan kalau Rachel tidak punya rekaman suaranya?
Bodoh sekali, sungguh bodoh.
Dia baru saja mau menaiki tangga ke kamarnya tiba-tiba pintu rumahnya terbuka lagi disana ada kakak tirinya yang baru saja pulang itu.
"Bagaimana sudah tau gosip di sekolah? Aku mendapatkan Yeonjun semudah itu lho, bukan sepertimu yang mengejar selama satu tahun tapi tidak dapat-dapat," ejek Rachel ke Dayoung yang baru saja pulang itu.
Dayoung menatap malas kearah Rachel, tidak mau peduli juga lagipula dia sudah tidak suka sama Yeonjun, saingannya itu Soobin, dia adalah malaikat.
"Oh? Selamat kalau gitu, aku menunggu waktu dimana Yeonjun akan menghancurkanmu," jawab Dayoung lalu berjalan duluan ke kamarnya.
Rachel mendecih, apa-apaan reaksi kakaknya itu.
Lagipula apa tadi? Yeonjun akan menghancurkannya? Omong kosong seperti apa itu.
Yang ada dia akan menghancurkan Yeonjun, sekaligus Soobin, si anak sialan itu.
***
Soobin menatap kearah Yeonjun yang sedang tersenyum kearahnya itu.
Berbeda dengan Soobin yang cuma bisa menatap biasa kearah pacarnya.
Lagipula sedang apa Yeonjun berada di tempat kerjanya coba, bagaimana kalau ada anak sekolahan mereka yang mampir kesini? Lalu melihat dirinya dan pacarnya itu.
Bisa-bisa mereka membuat sebuah gosip lagi, lalu mengejeknya anak jalang lagi, seperti itu terus, hidupnya selalu berporos pada kata jalang, namun dia tidak menyalahkan ibunya.
Ibunya melakukan hal itu karena untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan ayahnya sialannya itu, lalu ibunya hanya tamat smp, mau kerja apa di kota besar seperti ini coba, keluarga saja tidak ada lagi.
"Mukamu menakutkan, Soobin," ucap Yeonjun sambil menatap kearah Soobin yang menatapnya dengan cuek itu.
"Mukaku selalu begini, kak, lagipula kakak kenapa kesini? Gak sama Rachel?" tanya Soobin dari nada suaranya sih dia terdengar seperti cemburu.
Lho, pacarnya bisa cemburu ternyata.
"Dia sudah pulang ke rumahnya, lagipula malesin banget harus bersama setan seperti dia, ah iya aku ada sesuatu untukmu," jawab Yeonjun sambil mengeluarkan sesuatu dari balik tasnya itu.
Soobin cuma melihat kearah pacarnya yang sibuk mencari sesuatu di tasnya, lagipula kalau di jam seperti ini orang masih jarang untuk masuk kesini.
Palingan beberapa jam lagi, karena disini pas malam baru ramai.
Sedangkan saat ini masih sore.
Lalu ada sebuah kotak yang mengarah kearahnya, dia menatap kearah Yeonjun yang tersenyum ke dirinya itu.
"Ini ambil, aku iseng aja sih beliin ini ke kamu," jawab Yeonjun sambil meletakkan kotak tersebut di hadapan Soobin.
Soobin mengambil dengan pelan kotak tersebut, lalu dia membukanya disana ternyata ada sebuah kalung, kalung emas putih, lalu ada cincin sebagai mainannya.
"Suka?"
Soobin mengangguk, "Tapi sekolah gak bolehin anak cowok pakai kalung kak."
"Lho, kamukan cewek, sayang," jawab Yeonjun membuat Soobin menatapnya dengan sebal, dia itu cowok tau.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone -yeonbin✔
Fiksi PenggemarHanya kisah dari Soobin yang sendirian karena dibully dan kakak kelasnya yang menjadi pacarnya secara tiba-tiba tanpa pendekatan apapun, jangan lupakan sifat yang agak tertutup pacarnya itu. #1 in yeonbin || 120720 #1 in yeonjun || 120122 ➡️04.11.19...
