Yang nebak 3 benar gais, book ini bentar lagi tamat 3 part lagi, kalau ditambah part ini tinggal 2 part lagi.
***
Soobin masih tinggal dirumahnya, tentu saja namun dia disuruh beres-beres oleh Irene.
Katanya dia akan dengan cepat mengurus surat-suratnya, sepertinya gurunya itu sudah niat sekali ya untuk mengangkatnya padahal dia anak dari ayah yang gak jelas.
Ibunya jelas, ayahnya yang gak jelas, dia bahkan gak tau yang dia anggap ayah itu ayah kandungnya apa bukan.
Profesi ibunya membuat dia tidak bingung jika kalau yang dia anggap ayah itu bukan ayahnya.
Dia belum memberitahu pacarnya, Renjun, ataupun Yeonhee.
Biarkan saja orang tau dengan sendirinya, walaupun dia yakin pacarnya pasti akan langsung tau nanti.
Soobin menatap kearah telapak tangannya yang tadi siang habis menampar orang itu.
Habis menampar Rachel lebih jelasnya, dia tidak merasa menyesal sama sekali, lagipula untuk apa menyesal dengan perempuan gak ada hati itu.
Sungguh Rachel lebih memuakan dari pada Dayoung saat tuh cewek masih jadi jahat itu, sekarang sudah berubah, Soobin berharap Dayoung akan baik seperti sekarang untuk ke depannya.
Lagipula tuh cewek yang pernah mengejar pacarnya itu juga terlihat seperti sangat benci sama adik tirinya sendiri.
Soobin yang baru saja pulang dari kerja itu berhent dari membereskan pakaiannya dan mulai tiduran di kasurnya itu.
Dia membuka handphonenya melihat ada beberapa pesan dari pacarnya, dia langsung membalasnya, untung saja handphone milik Yeonjun tidak pernah dibuka oleh Rachel.
Bagaimana ya, Yeonjun pernah memberikannya ke Rachel, namun pakai kata sandi, Rachel terus mencoba membukanya dan tidak bisa, padahal pacarnya bilang kata sandinya itu tanggal lahir Soobin.
Rachel mana bisa menebak bukan? Lagipula dia pikir bisa saja Yeonjun pakai tanggal lahir dia, ok ini halusinasi sekali.
Lalu Soobin menatap kearah salah satu pesan grup yang isinya cuma dia, Renjun, dan Yeonhee, entahlah apa maksud Yeonhee membuat grup ini.
Isinya dari tadi mengumpati Rachel terus.
Yeonhee terus bertanya apakah Soobin putus sama Yeonjun, Soobin cuma menjawab dengan gelengan saja, Yeonhee tambah bingung doang saat melihat itu.
Lalu mereka membahas olimpiade yang akan dilaksanakan setelah festival sekolah, ah iya Yeonhee sibuk mengurusi hal ini.
Karena dia ketua kelas jadi dia sibuk sekali, walaupun sibuk dia masih saja membahas pelajaran seperti ini.
Festival sekolah ya? Sebenarnya harus ikut menyumbang gitu, apalagi uangnya sangat besar sekali.
Tapi Soobin berusaha membayarnya, diakan ada gaji dari bekerjanya itu, namun saat dia mau bayar ke Renjun, Renjun bilang dia sudah dibayarin.
Dia bilang tolak aja, namun Renjun menolaknya.
Masih bingung, siapa yang membayar coba? Soalnya itu uangnya lumayan besar sekitar 1 juta gitu, lagipula bagi anak-anak disekolah itu mah uang yang kecil mengingat bayaran sekolah mereka perbulan itu 50 juta.
Berutung sekali bukan Soobin mendapatkan beasiswa.
Walaupun resikonya harus dibully sih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone -yeonbin✔
FanfictionHanya kisah dari Soobin yang sendirian karena dibully dan kakak kelasnya yang menjadi pacarnya secara tiba-tiba tanpa pendekatan apapun, jangan lupakan sifat yang agak tertutup pacarnya itu. #1 in yeonbin || 120720 #1 in yeonjun || 120122 ➡️04.11.19...
