Yeonjun menatap kearah Rachel yang menatapnya dengan senang itu.
Sedangkan Soobin cuma diam saja melihat perilaku cewek di hadapannya itu.
"Oh, ok," ucap Yeonjun membuat Soobin terdiam lalu menatap kearah Yeonjun yang berkata ok ke cewek di depannya itu.
Rachel langsung mendorong Soobin agar menjauh dari Yeonjun.
Soobin kaget hampir saja terjatuh namun dirinya ditahan oleh seseorang, Yeonjun menatap kearah orang tersebut ternyata disana ada Jeno dan Renjun yang menatap kearah mereka.
Yeonjun menatap kearah Soobin pelan lalu menoleh kearah lain dan membiarkan lengannya dipeluk oleh Rachel itu.
Dia kaget, sebentar apa yang ada dipikiran Yeonjun coba?
Dia dicampakkan? Tapi Yeonjun belum memutuskannya, Soobin menatap kearah Yeonjun yang tiba-tiba berhenti dari jalannya.
Yeonjun menoleh kearah Soobin yang menatapnya dengan bingung itu jangan lupakan mata Soobin sudah berbinar, dia tau Soobin akan menangis sebentar lagi.
"Ah, iya lupa bilang, ayo putus, Soobin," ucap Yeonjun lalu berjalan kearah ruangan konseling itu meninggalkan Soobin yang terdiam dengan air mata yang mengalir itu.
Rachel tertawa senang karena melihat Soobin yang menangis itu, kan apa dia bilang, Yeonjun pasti akan menjadi miliknya, emang dasar bodoh cowok miskin itu.
Renjun menatap kearah Yeonjun sebentar lalu menoleh kearah Soobin yang menangis dalam diam itu.
"Sebentar, apa yang terjadi saat ini?" tanya Renjun sambil memegang tangan Soobin yang bergetar karena menangis itu.
"Entah," jawab Soobin sambil mengelap air matanya lalu berjalan kearah ruangan konseling meninggalkan Renjun dan Jeno yang bingung itu.
Soobin sebentar sekali menangisnya, aneh.
Ah iya, Soobin dulu pernah berkata bahwa jika dia diputuskan untuk apa menangis bukan? Yaudah, dia berhenti menangis saat ini, walaupun hatinya sakit sekali tiba-tiba diputusin begitu.
Irene yang di ruangan konseling itu terdiam saat melihat Yeonjun yang baru saja melambaikan tangannya ke Rachel lalu, Soobin masuk setelahnya dengan mata yang sedikit memerah seperti habis menangis itu.
Soobin disuruh duduk di sebelah Irene, Irene sebenarnya sudah menganggap Soobin itu seperti anaknya sendiri, maka dari itu, jika Soobin mau, dia mau mengajak Soobin tinggal dirumah aja jadi anaknya.
Tapi sebelum itu, apa yang terjadi dengan Yeonjun dan Soobin.
Bukankah Yeonjun pacarnya Soobin, tapi kenapa dia melambaikan tangannya ke Rachel? Bukankah dia sangat membenci cewek itu?
Irene jadi bingung sendiri, bahkan Yeonjun saat ditanya oleh guru di depannya, dia bilang kasihan saja melihat Soobin dihina, padahal tadi Yeonjun berkata ke dirinya bahwa dia tidak terima pacarnya dikata-katain.
"Kamu gapapa?" tanya Irene ke Soobin yang masih saja terdiam itu, Soobin menganggukkan kepalanya pelan.
"Kamu putus sama Yeonjun?"
Soobin menganggukkan kepalanya, Irene rasanya mau menampar muridnya itu, bukankah dia bilang gak akan menyakiti Soobin, lalu ini apa, sialan.
Setelah itu orang membully Soobin kena hukuman tidak boleh sekolah beberapa hari, sedangkan Yeonjun tidak dinyatakan bersalah sama sekali.
Walaupun dia hampir membunuh anak orang, ya mau bagaimanapun orang tua Yeonjun itu donatur terbesar di sekolah ini.
Makanya dia tidak kena hukuman seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone -yeonbin✔
FanfictionHanya kisah dari Soobin yang sendirian karena dibully dan kakak kelasnya yang menjadi pacarnya secara tiba-tiba tanpa pendekatan apapun, jangan lupakan sifat yang agak tertutup pacarnya itu. #1 in yeonbin || 120720 #1 in yeonjun || 120122 ➡️04.11.19...
