Soobin masih terbayang dengan mayat yang tergantung itu, dia melihat kemarin tuh cowok masih berantem sama pacarnya eh tiba-tiba sudah mati dengan cara mengenaskan aja.
"Menurut kakak, dia bunuh diri atau dibunuh?" tanya Soobin sambil menatap kearah Yeonjun yang sedang minum minumannya.
"Siapa?"
"Ya cowok yang digantung tadi, aku gak tau itu siapa sih, sepertinya sih seangkatan sama kakak, kakak kenal sama dia?" jawab Soobin membuat Yeonjun mengangkat bahunya, diakan lagi pura-pura tidak tau dengan mayat tadi.
Padahal aslinya itu kerjaan dia sama si Mark, soalnya yang kemarin ngebully Soobin itu anak gengnya tuh cowok banci.
"Handphonemu mana?" tanya Yeonjun tiba-tiba membuat Soobin teringat lagi dengan hp yang diambil oleh para pembully kemarin, padahal itu hp dari Yeonjun, eh sudah hilang aja dalam waktu 3 hari.
Yeonjun menatap kearah Soobin yang masih saja diam, sebenarnya Soobin itu takut, Yeonjun kemarin memberinya hp mahal dan sekarang malah diambil sama orang, dia takut aja reaksi pacarnya itu gimana.
"Di ambil sama yang bully kamu kemarin ya?" tanya Yeonjun tiba-tiba membuat Soobin langsung menoleh, kok bisa tau?
Soobin belum saja menjawab eh Yeonjunnya sudah beranjak aja dari bangku kantin sambil menghampiri seorang cewek yang sedang berbicara dengan temannya.
Dia bisa melihat kalau cewek itu sedang memegang handphone dengan case kelinci, itu punya Soobin, dia ingat sekali Yeonjun memberinya handphone dengan case kelinci, katanya biar imut sepertimu.
Ternyata cewek itu yang bicara dengan dirinya di wc kemarin, Soobin bahkan gak kenal sama tuh cewek, tapi kenapa tuh cewek ngebullynya coba, aneh.
Yeonjun tiba-tiba merampas handphone yang sedang digenggam sama tuh cewek membuat cewek tersebut kaget dan meringis gara-gara Yeonjun merampasnya dengan kasar.
"Lo miskin ya? Sampai harus maling handphone orang?" tanya Yeonjun sambil menatap kearah cewek yang masih saja terdiam karena bertemu sama Yeonjun.
Cewek itu mengibaskan rambutnya dengan angkuh, dia miskin? Enggaklah.
"Miskin? Itu definisi yang cocok buat pacar lo, gue miskin? Gak mungkinlah, lagian itu handphone gue," jawab cewek itu membuat Yeonjun langsung menoleh kearah Soobin yang masih saja duduk dikantin sambil mengunyah rotinya, dia gak mau terlibat, makanya dia langsung pura-pura makan roti.
"Soobin."
Soobin langsung menoleh dengan takut kearah pacarnya, soalnya nada bicara Yeonjun berbeda sekali dengan yang tadi.
"Ya?" jawab Soobin sambil tatapan bertanya kepada Yeonjun yang masih saja menatap kearah Soobin sambil memegang tangan cewek tersebut, cewek itu malah baper sendiri, gak tau aja apa yang akan terjadi sama dia kedepan.
"Kesini, sayang."
Muka Soobin langsung memerah ketika pacarnya itu memanggilnya dengan sayang.
"Coba buka handphone ini, terkunci, kamu pasti tau kata sandinya apa," ucap Yeonjun saat Soobin sudah mendekat kearahnya sambil memberikan handphone dengan bercase kelinci itu ke Soobin.
Soobin mengambil handphone tersebut lalu membukanya dan bisa, ya karena ini emang handphone dia, pasti dia tau sandinya.
"Masih mau ngelak? Dasar orang miskin yang sok kaya," sindir Yeonjun sambil melepaskan tangan cewek itu lalu menarik tangan Soobin agar duduk lagi kembali di kantin.
Cewek yang baru saja disindir oleh Yeonjun merasakan orang-orang yang baru saja berbicara dengannya tiba-tiba menjauh.
Bahkan saat dia memanggil salah satu orang disana, mereka bahkan tidak menyaut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alone -yeonbin✔
Fiksyen PeminatHanya kisah dari Soobin yang sendirian karena dibully dan kakak kelasnya yang menjadi pacarnya secara tiba-tiba tanpa pendekatan apapun, jangan lupakan sifat yang agak tertutup pacarnya itu. #1 in yeonbin || 120720 #1 in yeonjun || 120122 ➡️04.11.19...
