Dihari libur sekolah yang panjang ini, Reina dan Aldo menghabiskan waktunya hanya untuk bersantai. Mereka tengah berkumpul di kamar bernuansa ungu muda milik Reina.
Reina yang masih mengenakan setelan baby doll tengah bersandar pada kasurnya dengan tangan yang memegang novel dan telinga yang tersumpal earphone, sedangkan Aldo yang masih mengenakan kaos hitam semalam dengan celana boxer warna merah asik merebahkan kepalanya pada paha Reina dengan tangannya yang memegang benda persegi panjang.
Posisi mereka begitu nyaman hingga Reina yang terlebih dulu merasa bosan. Ia melepas sebelah earphonenya dan menutup bukunya.
"Do, mandi yuk." Ucapan itu terlontar begitu saja dari bibir tipis milik Reina yang langsung membuat Aldo menatap Reina dengan cepat dengan tatapan tak percaya.
"Hah?!" Otak Aldo mulai berpikir yang macam-macam.
"Maksud gue, kita mandi di jam yang sama. Lo dikamar mandi lo sendiri, gue dikamar mandi gue sendiri." Reina meraup muka Aldo dengan telapak tangannya. "Pikiran lu jangan macam-macam."
"Dih, mana ada. Gue nggak mikir aneh-aneh kalik."
"Halah ngeles, keliatan muka lo kalo lo lagi mikir yang aneh-aneh."
Aldo hanya berdecih dan beranjak dari posisi nyamannya, karena ia tau pasti Reina akan beranjak secara tiba-tiba yang akan membuat kepalanya mencium lantai dengan mesra. Ia tak mau itu.
"Yaudah gue balik ya, mau mandi biar makin ganteng." Reina hanya memutar bola matanya dan menatap cowok itu dengan datar. Sahabatnya itu terlalu memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi.
***
Reina sudah mandi dan telah berganti pakaian dengan celana hotpants dan kaos maroon berlengan pendek. Ia melompati pagar pembatas antara balkon kamarnya dengan balkon kamar Aldo.
Ia langsung masuk ke kamar Aldo dan melihat cowok itu baru saja keluar dari kamar mandi yang sudah lengkap berpakaian dengan rambut yang basah. Terlihat Aldo tengah menggosok-gosokkan handuk kecil pada rambut basahnya.
"Lo udah cantik aja, Rein." Tentu saja mendengar pujian itu membuat Reina tersenyum. Ia mengibaskan rambut panjangnya dengan sombong. "Iyalah, baru sadar kalo gue cantik?"
"Gue tarik pujiannya." Aldo melempar handuk itu tepat mengenai wajah Reina.
"Aldoooooo, ih handuknya basah tau ish," teriak kesal Reina yang langsung melempar handuk itu kembali ke Aldo yang dengan mudah menangkapnya. Aldo terkekeh melihat reaksi sahabatnya itu.
Aldo kembali ke kamar mandi untuk mengembalikan handuknya.
"Lo udah sarapan belum?" tanyanya saat sudah keluar dari kamar mandi.
"Yaudahlah."
"Lah tapi gue belum makanya gue laper."
"Emang dirumah lo ngga makanan?"
"Nggak ada. Semuanya lagi pada pergi dan gue ditinggal sendiri tanpa makanan."
"Kasiannnn. Kasian banget lu terlupakan."
Aldo berdecak kesal. Sahabatnya ini bukannya prihatin dengan kondisinya malah meledeknya. "Dirumah lo ada makanan ngga?"
Reina menggeleng pelan. "Udah habis."
"Lha terus gue makan apa dong?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ReinAldo [COMPLETED]
Teen FictionRank #2 teman rasa pacar [4 Januari 2020] Rank #3 teman rasa pacar [18 Januari 2020] Rank #2 teman rasa pacar [24 Maret 2020] Rank #5 aline [24 Maret 2020] Rank #5 menikung [24 Maret 2020] Rank #9 surya [24 Maret 2020] Rank #7 favorit [21 April 2020...
![ReinAldo [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/181499947-64-k780321.jpg)