go again

1.7K 71 1
                                        

Yang terbaik buat kita,belum tentu terbaik buat allah, tapi yang terbaik buat allah, pasti yang terbaik buat kita.

☂☂☂☂☂

Deraga berjalan dengan santai nya di kantor papah nya, kedua tangan nya ia masukan ke dalam saku celana nya, menambah kesan dingin didirinya.

Beberapa menit yang lalu,arif menelfon nya untuk segera menemuinya di kantor alaska's compeny, entah tujuan untuk apa. Awalnya deraga menolak, tapi setelah nya ia setuju setelah 3 kali lebih paksaan yang di lontarkan papah nya, bahkan karna saking terburu burunya, deraga hanya menggunakan kaos hitam polos dan celana levis coklat susu selutut miliknya, tak lupa kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.

Bahkan dengan tega nya deraga membiarkan para karyawan wanita di kantor arif memekik karna ketampanan deraga yang bisa dibilang, tidak manusiawi.

Deraga memasuki ruangan itu tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, "ada apa?" tanya nya tanpa basa basi pada lelaki yang masih sibuk dengan labtop nya.

Lelaki paruh baya itu mendongak dan tersenyum lebar,"deraga? Kamu datang?" tanya nya sedikit basa basi sambil berdiri dari duduk nya dan menghampiri... anaknya?

"ya" kata deraga cuek, deraga mendudukan dirinya di sofa empuk dan lebar ini.

Arif menghembuskan nafasnya pelan lalu mendudukan diri tepat di samping deraga, "papah mau ngomong"

"Soal perjodohan?" tanya deraga sambil mengotak atik ponselnya, tanpa memperdulikan papah nya yang sedang menatapnya sendu.

"Bukan, perjodohan itu sudah di batalkan oleh papa dan pihak sana"

"Ada rencana lain untuk papah hancurin hidup deraga?"

"Nak,tolong ..papah minta maaf atas kesalahan papah selama ini, papah janji tidak akan mengekang kamu lagi setelah ini." kata arif penuh maaf tapi deraga hanya membalasnya dengan gedikan bahunya. "Deraga, maaf.. Papah ternyata salah mendidik kamu, maaf kan papah, papah hanya sakit hati dengan mamah kamu"

"Bahkan papah enggak ngrasain rasanya jadi mamah"

"Mamah kamu nuduh papah selingkuh!padahal enggak sama sekali!"

"Kalau enggak? Kenapa papah marah? Kenapa papah enggak jelasin itu semua? Kenapa papah lebih milih pergi?"

"Kamu enggak akan ngerti ga! Kamu masih kecil!"

"Apa selama ini papah juga bisa ngertiin perasaan deraga?enggak kan ?" gertak deraga tak tahan lagi, jangan pikir selama ini deraga tak mengetahui semuanya! Lelaki itu sangat pintar, bahkan hal sperti ini sangat mudah ia atasi, tapi tidak soal hati.

"Deraga..papah kan sudah minta maaf, apa itu tak cukup untuk menebus semua kesalahan papah? Lagipun,selama ini papah masih memenuhi kebutuhan mu sampai sekarang bukan?"

Deraga meraba saku celana nya,mengeluarkan satu debit berwarna biru itu lalu melemparnya pada arif,"apa ini?" tanya arif sambil melihat lihat kertas tebal yang ia pegang, sebuah kartu kredit.

"Uang yang papah kasih ke deraga,deraga simpan disitu, sama sekali enggak deraga pegang."

Arif sedikit mengeryit,lalu ia kembali bertanya "lalu selama ini kamu dapat uang dari mana? Mamah mu?" mamah deraga memang sering memberinya uang dengan jumlah uang yang besar tapi tetap ia simpan terpisah dengan uang miliknya dan milik papahnya.

"datang di kantor fanderint's compeny, dan anda akan menemui saya disana" deraga bangkit dati duduknya, kembali memakai kaca mata hitam yang sempat ia lepas lalu memasukan kembali kedua tangan nya di saku celana.

Arif terdiam seribu bahasa,fanderint's compeny adalah perusahaan terbesar yang saat ini tengah ia kalahkan,tapi selalu gagal, bahkan hanya perusahaan itu yang tak mau bekerja sama dengan alaska's compeny, semua orang merahasiakan siapa pemilik perusahaan itu, dan ternyata pemiliknya adalah anaknya sendiri, tak masuk akal! Bahkan perusahaan yang ia rintis lebih dari sepuluh tahun, tak bisa menyaingi bagaimana top nya perusahaan deraga.

"Sial!"

____________

"HUWAAA!!!KAK DEVIN JAHATT!! HUAAA.. HIKS.. JAH-HAT! HIKS" teriak gadis mungil itu dengan tangisnya yang menggelegar, tangan nya melempar lempar apapun yang ada di dekatnya.

"Sya,udah ya? Bentar lagi kak devin balik kok, udah ya? Nanti di beliin coklat sama es krim kok!" kata devan penuh perhatian, tangan kekarnya mengelus tubuh ringkih adik nya yang masih menahan tangis.

Delisya menyedot ingusnya yang akan keluar, menhapus sisa jejak air matanya lalu mengerjab polos,"bener?"

Devan mengangguk,sebenarnya mudah sekali membujuk gadis polos di hadapan nya ini, tinggal katakan es krim dan coklat, semuanya akan beres."tapi kak devin sama kak desta jahat.."cicitnya pelan tapi masih bisa di dengar.

Devan membawa delisya kepelukan nya, mengelus pundak nya dengan lembut, "denger enggak tadi sebelum bunda pergi,bunda ngomong apa?" tanya devan yang terdengar snagat pas di kuping.

"Apa?"

Devan melepas pelukan itu, lalu menghembuskan nafasnya pelan, "nenek drop lagi sya, kamu enggak kasian sama nenek? Maka dari itu bunda sama ayah pergi ke yogyakarta lagi" jelas devan.

Tadi sepulang dari sekolah, delisya di kagetkan dengan koper koper besar yang berada di ruang tengah, saat bertanya ternyata bunda dan ayah nya akan pergi ke yogyakarta karna nenek mereka kembali drob.

Bahkan devin dan desta turut menggantikan tugas kantor ayah nya yang seharusnya malam ini pergi ke rusia, padahal desta barusaja pulang dari jerman. Itu yang membuat delisya uring uringan sendiri,apalagi devin dan desta yang pergi tanpa pamit, mereka pergi sebelum delisya sampai rumah,katanya akan sulit meninggalkan gadis itu walau hanya sebentar.

"Tapi kenapa mereka pergi enggak bilang sasya? Kak desta juga kan baru balik dari jerman" delisya menunduk,memilin baju piyama abu abu milik devan, piyama yang persis seperti yang sedang ia pakai.

"Kan biar sasya enggak sedih, sasya enggak tau aja sasya sedih kan? Nanti kalau sasya nangis Kak devin sama kak desta jadi berat buat pergi"
Entah kenapa,hari ini devan lebih banyak bicara yang penting penting saja, berbeda dengan hari hari sebelumnya,lelaki humoris yang tak tau tempat.

"Iya deh,tapi janji ya beli es krim sama coklat?"

"Iya sya,sekarang tidur ya?"

Delisya menggeleng polos sambil mengerucutkan bibirnya, "belum ngantuk"

"Coba aja dulu ya? Kalau nanti bener enggak bisa tidur,kakak temenin deh" delisya mengangguk patuh,lalu merebahkan tubuhnya di samping devan,memeluk kakak nya lalu menelusupkan kepalanya di dada bidang devan.

"Selamat malam kak devan" kata delisya pelan lalu mencoba memejamkan matanya, sebenarnya tak susah menyuruh delisya tidur, tinggal di peluk dan elus punggungnya, maka gadis itu akan segera masuk ke alam bawah sadar.

Devan mengangguk lalu mengelus punggung delisya dengan satu tangan nya, menghembuskan nafasnya pelan lalu ikut menyusul delisya ke alam mimpi.

_______


Segini dulu yee...
Pendek hehe,



di refisi: 12 juli 2022 (6.34 PM)

ig.njelyls

DeragaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang