AUTHOR POV^
.
Delisya membantu deraga membaringkan tubuh nya di kasur kingsize milik deraga, kini mereka tengah berada di apartemen mewah milik seorang deraga. Tadi delisya sempat bertanya, ' kenapa gak ke rumah aja?' tapi deraga hanya menjawab 'di sana sepi.'.
"Delisya buatin bubur ya?"deraga mengangguk,
Delisya berjalan santai, sesekali matanya mengitari sudut apartemen deraga, selera deraga cukup bagus bagi delisya, warna di apartemen nya berdominan berwarna putih juga abu abu, klasik.
Delisya kembali dengan satu mangkuk bubur juga satu gelas susu putih, entah deraga menyukainya atau tidak.yang jelas dia sudah berusaha bukan??
"Kakk??" panggilnya, ketika melihat deraga yang tengah bergelut di selimut tebal nya. "Kakk.. Bangun dulu, makan yaa??" deraga membuka matanya, mengerjap kan matanya lucu membuat delisya tak tahan untuk menyubitnya.
"Awss,sakit del" ringis deraga membuat delisya terdiam beberapa saat.del? Hanya kakek nya yang menyebutnya seperti itu? Tapi kenapa dia tak marah ada orang lain yang menyebutnya seperti itu? " del?!" panggil deraga sekali lagi.
Delisya menggelengkan kepalanya, menbuyarkan lamunannya." ehh?? Makan kak!"
Delisya menyuapi deraga bubur buatannya, dan di akhiri tegukan susu hangat yang sempat ia buat tadi." tidur ya, delisya mau kebawah. Kalau ada apa apa, panggil delisya, oke?"
Deraga adalah lelaki yang kuat,untuk menahan rasa alerginya pada bawang bukan lah hal yang sulit, tapi perlakuan delisya padanya membuat deraga ingin berlama lama merasakan seperti ini.jadi pengen makan bawang lagi
Delisya menuruni beberapa anak tangga itu, tak terlalu banyak,mungkin hanya sekitat 10 anak tangga? Menaruh mangkuk bubur juga bekas gelas yang di baru saja di pakai deraga.
DRTTT...DRTT...
Telfon nya berdering, gawat! Devan sudah menelfon nya!!
"Ha-hallo?"
"Kamu di mana dek? Di kelas gak ada! Deraga juga kemana?!"
"Di apartnya kak deraga"
"Whattt!!! Ngapain kalian berduaan?!"
"Enggak ngapa ngapain, kak deraga sakit karna aku. Aku gak sengaja ngasih dia bawang di nasi goreng yang aku buat."
"Pulang sekolah kakak jemput!jangan macem macem, telfon kakak kalau ada apa apa! Oke?"
"Iya kakak,udah dulu ya?"
"Pulang sekolah! Inget! 3 jam lagi! Awas aja! Kalau deraga macem macem! Telfon! Inget!"
"Iyyaaa kak devan, Kakak hati hati ya!"
"Ya, byee sayang... Jangan lupa jaga hati buat kakak!"
Delisya terkekeh lalu mematikan sambungan telfon nya setelah mengucapkan salam pada kakak nya.
.
CKLEK-
Delisya mengulas senyum nya ketika melihat deraga yang kembali bergulat di dalam belitan selimut tebal nya, ada rasa bersalah di hati delisya untuk ini.
Delisya mendudukan bokongnya di kursi yang tergeletak di pojok kamar utama apartemen deraga.kebetulan, apartemen ini terdapat 3 kamar yang cukup besar. Satu kamarnya,di gunakan deraga untuk di jadikan gudang.
Pikiran delisya berkutat kemana mana, hingga suatu nama membuatnya kembali menitihkan air mata nya,giano. Lelaki yang sangat menyayanginya, hanya giano yang selalu ada untuk nya,kapan pun di manapun, setelah abang abang nya juga ayah nya. Selama 15 tahun ia hidup, giano lah yang selalu mengerti bagaimana perasaan nya. " B34JP?" gumam nya, delisya membaringkan tubuhnya perlahan di kursi bed ini, cukup nyaman rasanya. Matanya mulai terpejam menghirup parfum deraga yang menempel di sofa ini.
.
Delisya terbangun, saat merasakan sesuatu yang berat melingkar di perutnya. Delisya membalikan badannnya, deraga? Bagaimana bisa lelaki itu ada di sini? Dia memeluk delisya? Bukannya tadi dia ada di kasur? Pikiran delisya terus menjelajah kemana mana.
14.00 WIB
Berarti sudah 2 jam ia tidur. Lelah, tangan besar juga berotot milik deraga tak sebanding dengan tubuh mungil delisya. Delisya menggeliat, melepas perlahan tangan deraga yang melingkar di perutnya. "Eghh.." erang deraga, tangan nya menarik paksa pinggang delisya membuat wajah delisya terhantuk pada sesuatu yang keras, dada bidang deraga.
"Kakkk...bangun, sasya cape"
"Kamu milik ku"
"Apa yang milik kakak coba? Aku tu punya nya ayah sama bunda!ngigo ya? Bangun kak!!" entah sudah berapa kali delisya mencoba keluar dari kurungan itu tapi tetap,nihil.
"Kamu. Milik. Ku. Delisya edgina angelin" ulang deraga penuh penekanan.
"Apaan sih? Kakak bangun, capee" rengek delisya. Membuat mata hazel deraga terbuka lebar,
"Kamu milik ku," ulang nya sekali lagi dengan nada lembut.membuat delisya mengeryit, "detik ini juga,kamu milik seorang deraga fanderint alaska"
Mengklain delisya? Tak salah? Seorang deraga? Mencintai gadis lugu? Tuhann, selamatkan delisya!!!
"Ma-maksud kak-kak apaa yaa?"
"Kamu milikku" deraga mendekatkan wajah nya ke arah delisya,membuat delisya menutup matanya rapat rapat.
Cup.
"Selamanya"lanjutnya setelah mengecup bibir delisya.
"Ini terlalu cepat kak" lirih delisya pelan takut deraga marah
"Tidak,ini sudah terlalu lama"
.
Mamahhhh!!!! Tukar posisi ku dengan delisyaa!!!
.
Dikit ya? Sengaja emang...
Jangan lupa vote and coment
KAMU SEDANG MEMBACA
Deraga
Teen Fiction"gua deraga, ketua faxka" #1 in adikkelas (5 februari2021) #4 in senior(23 november 2020) #5 in adikkelas(23 november 2020) #6 in ice boys(12 oktober 2020) end: 01.okt 2022
