wound

1.7K 83 1
                                        

AUTHOR POV^

.

"Kalian kenal?" tanya aska menyelidik dua manusia berbeda insan di hadapan nya.

"GAK!"

"iya" jawab mereka berbarengan dengan kata yang berbeda membuat delisya mendengus.

"Apaan sih al! Kita tuh enggak kenal lho!" ucap delisya tegas pada lelaki di depan nya.

Lelaki yang di panggil al itu menyeruput kopi susu di tangan nya lalu menatap delisya santai, "kalau kita gak kenal, kenapa lo tau nama gue?"

"Ya karna kamu terkenal sama sifat kamu yang naudzubillah!"

Al menegak kan tubuhnya,"eh eh eh, kenapa bocil ini mulutnya tiba tiba nyelekit? Perasaan waktu kemarin enggak dah!"

"Al! Terakhir kita ketemu itu bukan kemarin! Tapi udah bertahun tahun yang lalu lho! Kamu pikun?!"

"Kembali lagi kan sifatnya?" gumam al tak sadar.

Aldefino zakxa wirasono namanya, lelaki tengil dengan sejuta tingkah receh nya itu kembali di pertemukan dengan gadis polos bernama delisya setelah sekian lama mereka berpisah, sebenarnya perpisahan mereka adalah sebuah keberuntungan bagi delisya, karna selama 5 tahun ini hidup nya tentram tanpa sosok Al. Lelaki yang berlari bersama nya ketika di kejar anjing 5 tahun lalu, lelaki yang selalu mengusik nya, lelaki yang selalu membelikan nya eskrim dulu, sebelum al benar benar pindah ke sumatra utara.

Just info, dulu mereka tetanggaan yo, tapi cuma beberapa bulan, tapi mereka sempet deket.

Delisya mendelik ke arah al lalu memelotot kan mata nya membuat kesan imut di wajah nya, "apa kamu?!" gertak nya.

Al menjatuhkan rahang nya lalu mengedik kan bahunya acuh,"salah gue apaan coba?" ujarnya pada diri sendiri.

"Sudah sudah, sebenarnya kalian ini kenapa?"

Delisya menengok ke arah kanan juga kirinya, kantin kantor kali ini terlihat sangat sepi jika masih di jam kerja, soal devin atau desta? Dia sudah meminta nia memberitahu bahwa dia sedang ke toilet, walau ada sedikit kebohongan.

"Dulu tu kita tetanggaan om" jawab delisya apa adanya membuat aska sedikit tertarik dengan topik bicara kali ini.

"Kapan?" tanya nya,berusaha tak terlihat terlalu menggebu.karna memang sebelum nya ia tak pernah bertemu delisya, terkecuali saat di supermarket tempo lalu.

"Waktu ayah ada tugas ke korea 2 bulan"
Dulu,aska sempat dipindah tugas kan ke korea untuk bekerja, katanya sih memantau proyek yang akan di buat nya di sana, tentunya tidak sebentar.saat dengar perkiraan waktu dari sekretarisnya,aska langsung membeli rumah di area komplek delisya katanya tempatnya strategis, strategis yang maksud di sini adalah dekat dengan rumah rumah keluarga nya, karna dulu mereka tinggal di kawasan yang jauh dari pemantauan keluarga, ia hanya takut terjadi apa apa dengan istri juga putranya. Tapi baru 6 bulan rumah itu di beli, rumah itu harus kembali di jual karna masalah sengketa.

Mata delisya seketika berbinar mendengar penuturan al,"om pernah ke korea? Dari dulu sasya mauuu banget kesana! Mau ketemu jungkook, suami pertama sasya!" katanya menggebu sambil membayangkan jika benar ia bisa ke korea, dari dulu dia memang bercita cita ingin pergi ke negeri itu, tapi ayah dan kakak nya selalu melarang nya  katanya 'kita gak kenal orang sana', padahal dulu desta pernah kesana bersama ayah nya untuk pembelajaran tentang perusahaan, hal itu membuat delisya tidak mau bicara selama 3 minggu.

"Hallah! Halu lu ketinggian bocah! Pake segala jadi istri nya jongkok lagi!" ucap al sinis dan mendapat hadiah berupa jitakan dari delisya di kepala nya."Arghh! Sakit njir!"

DeragaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang