Mendapati dirinya akan di jodohkan, Vira merasa konyol saat Handi-sang Ayah-tak sedikitpun mengizinkan dirinya untuk mengeluarkan sebuah argumen penolakan.
Sial yang didapatnya saat mengetahui bahwa Alvin-salah satu dosen muda di kampusnya merupaka...
Kali ini aku up menemani malam takbiran kalian, minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin❤️🙏🏻
'Ini hidupmu dan kamu yang menentukan, bukan orang lain'
___________
Alvin keluar dari dalam mobilnya di susul dengan Vira. Sedari tadi ia dibuat bingung oleh Vira yang hanya diam setelah pembicaraan di tempat makan tadi.
"Kamu kenapa?" Tanya Alvin, ia memandangi Vira dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana dan kedua alis yang terangkat.
NANYA LAGI LO, DAH TAU GUE KESEL.
"Aku ada salah?" Tanya Alvin kembali, kali ini ia sudah duduk di sofa kamar.
"Engga" jawab gue.
"Terus kenapa hanya diam"
"Gpp"
"Pasti kenapa-napa" jawab Alvin dengan muka datanya.
TOBAT GUE TOBAT.
Gue hanya diam, membaringkan tubuh gue diranjang dan memainkan ponsel.
"Aku tau kamu cuma scroll scroll hp aja, kamu marah kan?" ujar Alvin.
ANJIR KOK DIA TAU.
CENAYANG?
GUE DI NIKAHIN AMA CENAYANG?
"Tau ah, aku mau tidur dulu cape" gue meletakkan ponsel gue di nakas, lalu mulai memejamkan mata. Lumayan bisa tidur siang.
Alvin tersenyum, dia berdiri dari sofa dan mendekat ke arah ranjang. Ia memperhatikan wajah yang selalu menjadi semangatnya akhir-akhir ini, matanya tertuju pada bibir merah muda yang ia damba-dambakan.
Ia tak tau, rasa itu sudah ada atau belum. Karna hatinya masih sulit untuk di tentukan, mungkin setengah darinya telah diisi oleh Vira namun setengahnya lagi terisi oleh kenangan masa lalu.
Perlahan wajahnya mendekat, ia mencium kening Vira dengan lembut dan penuh perasaan.
CUP..
"Aku harap kamu mau sabar untuk nunggu aku cinta sama kamu"
Setelah itu ia ikut berbaring di ranjang, mulai ikut masuk ke alam mimpi sebelum senja datang. ____________
Malam ini, jalanan kembali dibasahi oleh rintik hujan. Gue duduk di sofa ruang tengah dengan Alvin. Gue membaca novel yang baru aja gue beli beberapa hari yang lalu, sedangkan Alvin sibuk dengan laptopnya. Akhir-akhir ini para dosen mulai sibuk, karna sebentar lagi akan diadakan ujian semester yang berarti gue akan naik ke semester 6.
Gue menutup buku gue, lalu berdiri untuk membuat hot chocolate. Pas dengan udara yang sedang dingin.
"Mau kemana?" tanya Alvin, ia mengalihkan pandangannya dari laptop.
Gue melihat kearahnya, "Mau bikin hot chocolate. Mas mau?" tanya gue.
"Boleh"
"Oke, ntar yaa" gue berjalan ke arah dapur, gue membuat dua hot chocolate yang akan menemani gue malam ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.