Selamat membaca, santai aja jan ngebut hehe❤️
_________________
"Untuk 3 orang perempuan di barisan tengah pojokan, jika tidak bisa fokus dalam pelajaran saya silahkan keluar. Pintu keluar di sebelah sana" lantang Alvin, ia menunjuk ke arah pintu dan tatapan tajam ke arah 3 perempuan tersebut.
Gue, Zara dan Nisa mendadak diam dan menunduk takut. Ya, perempuan itu adalah kami.
"Lo sih, Zar" tuduh gue, karna memang Zara yang heboh sedari tadi.
"Kok gue, Nisa noh"
"Diam lo, liat noh mata laki si Vira udah setajam pisau" ucap Nisa, gue langsung mencubit paha nya. Kalo orang lain dengar kan berabe.
"Baik pelajaran saya tutup hari ini, untuk tugas silahkan merangkum 3 jurnal. Saya tunggu sampai besok hari paling lambat jam 23.00" Alvin keluar dari kelas dan terdengar umpatan yang di lontarkan oleh beberapa orang.
Tugas gue aja ada yang belum selesai ditambah lagi sama ini, derita mahasiswa.
"Yuk makan, gue tr lo pada" sontak gue dan Nisa langsung berbinar, terimakasih Zara.
Kantin kali ini tampak ramai, tapi untung masih ada beberapa bangku yang kosong.
"Gue ayam bakar sama jus mangga ya, Zar. Cabe nya yang pedas pakai kerupuk satu"
"Gue samain"
Ck, Zara berdecak sebal, "Udah gue tr, ga tau diri lagi" ucapnya, kemudian mulai memesan makanan.
10 menit kemudian Zara datang dengan 3 piring makanan di nampan yang ia bawa, aroma ayam bakar langsung masuk ke Indra penciuman gue.
SUNGGUH MENGGIURKAN.
Kantin yang semula heboh kini bertambah heboh dengan kedatangan salah satu dosen dan seorang wanita yang di perkirakan seumurannya. Dan parahnya itu adalah Alvin.
DASAR SUAMI LAKNAT, ISTRI LO YANG INI MALIH NAPA JADI SAMA CEWE LAIN. GA GUE KASIH JATAH MAMPUS LO, EH KAN EMANG BELUM GUE KASIH BEGO.
"Ra, si bapak ama cewek lain, Ra" Zara menepuk-nepuk pundak gue dengan tampang takjub nya.
Nisa yang semula diam langsung mengangkat kepala melihat kericuhan apa yang terjadi, "Eh buset, cewe nya kayak model. Kalah lo, Ra"
Tampak para kaum hawa yang sudah mulai drama, membuat gue jijik mendengarnya.
'Pak kok tega sih selingkuhin saya'
'Pak, bunga kemaren yang dikasih itu tandanya apa'
'Pak, calon anak kita kasian pak'
APA-APA AN CALON ANAK, GUE YANG BINI NYA AJA GA HEBOH ANJIR.
"Itu muka si cewe sinian dikit napa sih, gue kepo nih. Cantikan mana sama Vira" astagfirullah Zara, temen lo itu gue monyet.
"Anjir cantik, Ra. Tapi pipinya kayak habis di tonjok merah banget" ucap Zara, hareudang hati gue.
Memang sih cewek yang dimaksud itu cantik, tinggi, body nya kayak gitar Spanyol, rambut nya panjang, kulit nya putih bersih. Lah gue? Mandi sehari sekali itu pun kalau ingat, maskeran hampir sebulan sekali, bingung gue kenapa di jodohin sama orang ganteng.
"Ra, punya dia gede. Punya lo kalah, gedein lagi sana"
UHUK UHUK!!
BEGO, NGAPAIN LO LIATIN ITUNYA KUNYUK.
"Gue ada nih rekomen ig yang jual tu suplemen, Ra. Mau ga?" Engga Zara, engga Nisa, sama-sama kurang sekilo.
Gue mendadak ga mood makan, pembahasan macam apa ini "Temen lo pada siapa sih, kenapa malah muji tu cewe" kesal gue, sedangkan kedua orang itu hanya menyengir tak berdosa.
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD LECTURER (REVISI)
RomanceMendapati dirinya akan di jodohkan, Vira merasa konyol saat Handi-sang Ayah-tak sedikitpun mengizinkan dirinya untuk mengeluarkan sebuah argumen penolakan. Sial yang didapatnya saat mengetahui bahwa Alvin-salah satu dosen muda di kampusnya merupaka...
